Berhasi Dalam Pengelolaan ZIS, Baznas Ciamis Jadi Model Studi Tiru Daerah Lain
01/02/2024 | Penulis: Harapan Rakyat

Studi Tiru Baznas Kabupaten Bandung Barat ke Baznas Ciamis
Badana Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menjadi model studi tiru Baznas dari beberapa daerah di Jawa Barat dan juga luar Jabar.
Hal itu lantaran Baznas Ciamis dianggap paling berhasil dalam pengelolaan zakat, infak dan shodaqoh (ZIS). Termasuk salah satunya menjadi juara umum Baznas Jabar Award tahun 2022.
Ketua Baznas Ciamis KH. Lili Miftah melalui sekretaris Baznas, Kikin Muttaqin mengatakan, sudah ada sekiatr 8 Kabupaten/Kota yang melakukan studi tiru ke Baznas Ciamis.
Kedelapan daerah tersebut mayoritas masih dari Jawa Barat seperti Baznas Subang, Sukabumi, Bogor, Kuningan, Kabupaten Bandung, dan teranyar Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Baznas Kabupaten Bandung Barat Melakukan studi tiru ke Baznas Ciamis pada Selasa (30/1/2024) kemarin.
Sementara Baznas diluar Jawa Barat yang melakukan studi tiru ke Ciamis, yakni Kabupaten Magelang dan Temanggung.
"Baznas yang melakukan kunjungan ke Ciamis, tujuannya tak lain menginginkan duplikasi pengelolaan zakat, infak dan shodaqoh (ZIS) berhasil UPZ Kecamatan dan Desa," ungkap kikin kamis (1/2/2024).
Menurutnya, rata rata Baznas yang melaksanakan studi tiru ke Baznas Ciamis, mereka selama ini masih terpaku melakukan pengelolaan ZIS dari kalangan ASN saja. Sementara optimalisasi UPZ Kecamatan dan Desa tidak dilakukan.
Sementara di Kabupaten Ciamis sendiri, masing masing UPZ Kecamatan dan Desa, selama ini sudah akrif dan terus mendapatkan pembinaan.
Hasilnya, penghimpunan zakat, infak dan shodaqoh (ZIS) Baznas Ciamis melampaui target. Berkat pengelolaan ZIS yang melibatkan UPZ Kecamatan dan Desa.
"Penghimpunan ZIS di tahun 2023 kita target mencapai Rp 18 milyar tapi ternyata bisa lebih dan mendapatkan Rp 21,2 milyar," katanya.
Dari capaian Rp 21,2 milyar pada tahun 2023 tersebut, 66% berasal dari zakat, infak dan shodaqoh (ZIS) yang dihimpun dan dikelola UPZ Kecamatan dan Desa. Sementara yang 34% nya berasal dari ASN yang dihimpun di UPZ masing masing OPD.
Keberhasilan Baznas Ciamis dalam pengelolaan ZIS, juga dibuktikan dengan hasil audit yang dilakukan oleh Irjen Kemenag Pusat. "Ada dua penilaian yang dilakukan Irjen Kemenag Pusat yakni akreditasi dan Indeks Kepatuhan Syariah. Alhamdulillah untuk nilai akreditasi, Baznas Ciamis mendapatkan nilai A, sementara indeks kepatuhan syariah mendapatkan nilai B," jelas Kikin.
Audit juga dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik. Hasil audit tersebut, Banzas Ciamis mendapat preedikat opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian).
"Predikat WTP dari Kantor akuntan publik ini adalah yang keenam kalinya," pungkasnya.
Berita Lainnya
BAZNAS Ciamis Tetapkan Besaran Zakat Fitrah 1447 H Sebesar Rp. 37.500/Jiwa
Pengelolaan Zakat Ciamis Dipuji Bappenas, Masuk Indikator RPJMD Daerah, Dinilai Jadi Rujukan
BAZNAS Luncurkan Tagline Ramadan 2026: "Zakat Menguatkan Indonesia"
Baznas Ciamis, Malaikat Kecil Berenergi Baterai Rp1.000 Infak
Bappenas Ambil Pelajaran dari Ciamis, Indeks Zakat Nasional Jadi Acuan Perencanaan Daerah
BAZNAS Ciamis Hadiri Pembinaan dan Kompetisi Da’i–Da’iyah Aswaja serta Tasyakur 1 Abad NU

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
