Perbedaan Infaq Konsumtif dan Infaq Produktif
12/02/2026 | Penulis: Dewi Iswatun Hasanah
Perbedaan Infaq Konsumtif dan Infaq Produktif
Infaq Konsumtif
Infak konsumtif merupakan pemberian harta yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pokok penerima secara langsung seperti pangan, sandang atau layanan kesehatan. Meskipun manfaatnya bersifat jangka pendek dan langsung habis, jenis infak ini sangat krusial dalam menangani kondisi mendesak atau darurat.
Rasulullah Saw bersabda: “Siapa yang menghilangkan satu kesusahan dari seorang mukmin di dunia, maka Allah akan menghilangkan satu kesusahannya di akhirat.” (HR. Muslim)
Infak konsumtif merupakan wujud nyata dari kepedulian sosial dan rasa kemanusiaan. Pemberian ini berfungsi sebagai respons cepat bagi mereka yang menghadapi krisis dasar seperti kelaparan atau sakit. Secara lebih luas, praktik ini berperan dalam memeratakan beban hidup dan memperkuat jalinan solidaritas antaranggota masyarakat.
Infaq Produktif
Infak produktif didefinisikan sebagai skema pengelolaan dana sosial yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi dan kemandirian penerima manfaat. Selaras dengan pemikiran Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin, esensi infak ini bukan hanya memenuhi kebutuhan sesaat, melainkan menciptakan kemandirian jangka panjang. Implementasinya dapat berupa penyaluran modal usaha, program pelatihan keterampilan, maupun optimalisasi aset produktif seperti lahan pertanian.
Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 261: “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki...” (QS. Al-Baqarah [2]: 261)
Dalam hukum Islam, infak produktif dan wakaf memiliki perbedaan mendasar pada aspek status kepemilikan dan pengelolaan hartanya. Infak produktif difokuskan pada pemberdayaan sosial-ekonomi yang manfaatnya berkelanjutan, di mana fisiknya boleh dikonsumsi atau dialokasikan hingga habis demi tujuan jangka panjang. Sebaliknya, wakaf mewajibkan pemeliharaan aset pokok (al-‘ayn) agar tetap utuh, sementara hanya hasilnya (al-manfa‘ah) yang disalurkan. Secara hukum, aset wakaf telah menjadi milik Allah SWT, sehingga tidak dapat diperjualbelikan, diwariskan, maupun dipindahtangankan.
"Setiap rupiah yang kita salurkan memiliki kekuatannya masing-masing. Ada yang menjadi pengganjal lapar hari ini, ada pula yang menjadi modal usaha untuk selamanya. Apapun bentuknya, jangan biarkan kebaikan terhenti di tangan kita. Mari tunaikan infak terbaik kita hari ini untuk dunia yang lebih seimbang dan akhirat”
Tunaikan Zakat, Infak dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Ciamis :
BSI 7119191011 (Rek. Sedekah/Infaq)
BSI 1515111449 (Rek. Zakat)
a.n. BAZNAS Kabupaten Ciamis
Atau melalui link:
https://kabciamis.baznas.go.id/bayarzakat
Konfirmasi: 082317647075
Artikel Lainnya
Mengenal Macam-Macam Zakat Mal: Jenis dan Ketentuannya
Memberi Tapi Tidak Rugi: Rahasia Infak dan Sedekah di Masa Rasulullah SAW
Zakat: Ketika Kepedulian Menggerakkan Hati dan Logika
Membersihkan Harta, Menyucikan Jiwa: Panduan Niat dan Doa Zakat
Mengapa Cara Ciamis Menggerakan Zakat Layak Direplikasi?
Ketika Memberi Menjadi Jalan Pulang Bagi Hati

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
