Zakat Profesi: Menjaga Keadilan Ekonomi dan Keberkahan Harta
09/02/2026 | Penulis: Dewi Iswatun Hasanah
Zakat Profesi: Menjaga Keadilan Ekonomi dan Keberkahan Harta
Zakat merupakan suatu kewajiban bagi umat Muslim yang harus dikeluarkan berdasarkan ketentuan tertentu, baik terkait dengan harta materi maupun non-materi. Kewajiban ini telah disepakati oleh para ulama sepanjang sejarah. Zakat yang dimaksud mencakup zakat fitrah dan zakat mal (harta). Jenis-jenis zakat harta yang disepakati oleh para ulama antara lain adalah uang (emas, perak, serta segala hal yang setara dengan uang kertas), hasil tambang dan bumi, hasil perdagangan, hasil pertanian, biji-bijian, buah-buahan, serta ternak. Namun seiring perkembangan zaman muncul jenis zakat baru yang dikenal sebagai Zakat Profesi (zakat penghasilan).
Zakat profesi atau zakat penghasilan (al-Mal al-Mustafad) ini dibebankan pada setiap pekerjaan atau keahlian profesi tertentu baik yang dilakukan sendiri maupun bersama-sama dengan orang/lembaga lain, yang mendatangkan halal penghasilan (uang) yang memenuhi nishab (batas minimal) zakat wajib. Jadi, zakat profesi diartikan sebagai zakat yang dibebankan pada setiap pekerjaan yang menghasilkan uang yang memenuhi ketentuan nisab.
Pengenaan zakat pada profesi dapat dilihat dari dua sisi. Pertama, penegakan keadilan ekonomi dan kedua meringankan beban pembayar zakat (muzakki). Jika mengacu pada pemerataan dan keadilan dalam perekonomian, hal ini dapat dilihat dalam Al-Qur'an, sehingga tidak terjadi pembagian yang terus-menerus di antara orang-orang kaya di antara kamu (QS. Al-Hasyr: 7). Jika hal itu berguna untuk meringankan muzakki, maka ini juga memiliki dalil: “Hai orang-orang yang beriman, infaqkan rejekimu di jalan Allah (zakat) yang merupakan hasil jerih payahmu.” (QS. Al-Baqarah: 267)
Menurut Yusuf Qardhawi, setidaknya ada sepuluh hikmah zakat yang bisa dirasakan seseorang ketika menunaikan zakat, pertama: zakat mensucikan jiwa dari sifat kikir, kedua: zakat mendidik memberi dan memberi, ketiga: berakhlak dengan akhlak allah, keempat: zakat adalah manifestasi rasa syukur atas nikmat allah, kelima: zakat mengobati hati cinta dunia, keenam: zakat mengembangkan kekayaan batin, ketujuh: zakat menarik simpati/cinta, kedelapan: zakat mensucikan harta, kesembilan: zakat tidak menyucikan harta haram, kesepuluh: zakat mengembangkan harta.
Zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga sarana untuk membersihkan jiwa, mensucikan harta dan mengembangkan kekayaan batin. Semoga zakat yang dikeluarkan dapat membawa keberkahan dan meringankan beban sesama, serta menjadi jalan untuk meraih kebaikan dunia dan akhirat.
Tunaikan Zakat, Infak dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Ciamis :
BSI 7119191011 (Rek. Sedekah/Infaq)
BSI 1515111449 (Rek. Zakat)
a.n. BAZNAS Kabupaten Ciamis
Atau melalui link:
https://kabciamis.baznas.go.id/bayarzakat
Konfirmasi: 082317647075
Artikel Lainnya
Sedekah Tidak Menunggu Kamu Harus Kaya
Sedekah: Aksi Kecil, Dampak Besar
Yuk, Mengenal Infaq: Cara Sederhana Berbagi Kebaikan yang Luar Biasa
Ketika Memberi Menjadi Jalan Pulang Bagi Hati
Rahasia Harta Bertambah Lewat Sedekah
Zakat: Ketika Kepedulian Menggerakkan Hati dan Logika

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
