WhatsApp Icon
BAZNAS Luncurkan Tagline Ramadan 2026: "Zakat Menguatkan Indonesia"

JAKARTA – Menyambut Ramadan 2026, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi mengusung tema besar "Zakat Menguatkan Indonesia". Tagline ini menegaskan posisi zakat bukan sekadar kewajiban agama, melainkan instrumen strategis untuk memperkokoh ketahanan sosial dan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan bangsa.

 

Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Senin (2/2/2026), Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menjelaskan bahwa tema tahun ini membawa semangat gotong royong. Zakat diharapkan menjadi solusi nyata dalam mengatasi kemiskinan, ketertinggalan, hingga penanganan bencana alam.

 

Fokus Utama: Resiliensi dan Pemulihan Pascabencana

Kiai Noor menyoroti peran krusial zakat sebagai "jaring pengaman sosial", berkaca pada musibah banjir yang baru-baru ini melanda wilayah Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. BAZNAS berkomitmen menjadikan zakat sebagai penggerak pemulihan masyarakat terdampak.

 

Sepanjang tahun 2026, BAZNAS akan memprioritaskan kebijakan pada penguatan respons kebencanaan melalui empat pilar utama:

 

* Kembali ke Sekolah (Pendidikan)

* Kembali ke Kerja (Ekonomi)

* Kembali ke Rumah (Hunian)

* Kembali ke Masjid (Sarana Ibadah)

 

Transformasi Ekonomi dan Sosial

Selain aspek darurat, BAZNAS tetap fokus pada pemberdayaan jangka panjang melalui penguatan ekonomi mustahik, layanan kesehatan, dan program keagamaan dari tingkat akar rumput.

 

Momentum Ramadan dinilai sebagai waktu puncak kedermawanan masyarakat. Kiai Noor berharap melalui kampanye ini, seluruh elemen bangsa dapat bersatu menjadikan zakat sebagai energi positif yang menghadirkan harapan bagi warga yang membutuhkan.

 

"Ini bukan sekadar slogan, melainkan ajakan agar zakat menjadi fondasi kokoh bagi Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera," tutup Kiai Noor.

 

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS RI, termasuk para deputi dan direktur terkait yang akan mengawal implementasi program selama bulan suci Ramadan.

03/02/2026 | Kontributor: Humas Baznas
Ramadan 2026, BAZNAS RI Perkuat Kampanye “Zakat Menguatkan Indonesia”

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan “Zakat Menguatkan Indonesia” sebagai tagline utama tahun 2026, termasuk dalam rangkaian program Ramadan. Tagline tersebut menegaskan peran zakat sebagai kekuatan sosial nasional yang strategis dalam menjawab berbagai tantangan bangsa, mulai dari persoalan kemiskinan hingga penanganan bencana.

 

Penguatan pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan “Konferensi Pers Program Ramadan BAZNAS 2026, Zakat Menguatkan Indonesia” yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026).

 

Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan bahwa tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” merefleksikan semangat kebersamaan dan gotong royong nasional dalam mengoptimalkan zakat sebagai instrumen penting untuk memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi Indonesia.

 

“Zakat Menguatkan Indonesia mencerminkan semangat gotong royong nasional yang menyelaraskan kewajiban zakat menjadi kekuatan nyata bagi ketangguhan bangsa dalam menjawab berbagai persoalan besar, terutama kemiskinan, kebencanaan, dan ketertinggalan yang hingga kini masih menjadi tantangan nasional,” ujar Kiai Noor.

 

Ia mencontohkan peran nyata zakat dalam merespons bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah, di antaranya Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

 

“Dalam situasi tersebut, zakat hadir sebagai jaring pengaman sosial yang membantu mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak,” ujarnya.

 

“Melalui tagline ini, kami ingin menegaskan bahwa zakat merupakan fondasi kokoh yang menjadi kekuatan kolektif untuk membangun Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera,” ucap Kiai Noor.

 

Menurut Kiai Noor, tingkat kedermawanan masyarakat Indonesia cenderung meningkat menjelang dan selama bulan suci Ramadan. Momentum ini menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai penggerak utama dalam mendorong kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor kehidupan.

 

Lebih lanjut, Kiai Noor menjelaskan bahwa arah kebijakan BAZNAS pada tahun 2026 akan difokuskan pada penguatan respons kebencanaan secara komprehensif, mulai dari fase tanggap darurat, pemulihan, hingga rekonstruksi berbasis pemberdayaan masyarakat. “Sejumlah program pemulihan pascabencana sudah kami siapkan dan sebagian telah berjalan, di antaranya Kembali ke Sekolah, Kembali ke Kerja, Kembali ke Rumah, serta Kembali ke Masjid,” jelasnya.

 

Ia juga menegaskan bahwa wilayah dengan tingkat risiko bencana tinggi, seperti Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, menjadi prioritas dalam penyaluran bantuan kemanusiaan berbasis zakat. “Di daerah-daerah tersebut, zakat kami dorong sebagai penguat ketahanan masyarakat agar mereka mampu bangkit lebih cepat dan memiliki daya tahan yang lebih baik,” kata Kiai Noor.

 

Selain penanganan kebencanaan, BAZNAS RI turut memperkuat berbagai program pemberdayaan ekonomi mustahik, pendidikan, kesehatan, serta penguatan sosial dan keagamaan sebagai bagian dari strategi membangun ketahanan bangsa dari tingkat akar rumput.

 

Kiai Noor berharap, tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” dapat menjadi ajakan kolektif bagi seluruh elemen bangsa untuk berkontribusi aktif dalam memperkuat Indonesia melalui zakat, infak, dan sedekah. “Ini bukan sekadar slogan, tetapi ajakan bersama agar zakat menjadi energi besar dalam menjaga persatuan, menghadirkan harapan, dan menguatkan Indonesia di tengah berbagai tantangan,” ucapnya.

 

Konferensi pers tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum; Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM.; Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA.; Pimpinan Bidang SDM, Keuangan, dan Umum Kol. Caj. (Purn) KH. Nur Chamdani; Pimpinan Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec.; Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA., CFRM.; Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. KH. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Ec., Ph.D.; Deputi 1 BAZNAS RI Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta; Direktur Layanan, Promosi, dan Data Optimasi BAZNAS RI sekaligus Ketua Panitia Ramadan BAZNAS 2026 H. Rulli Kurniawan, M.M., CMA., CFRM.; serta para amil dan amilat BAZNAS.

02/02/2026 | Kontributor: Humas Baznas
BAZNAS Ciamis Tetapkan Besaran Zakat Fitrah 1447 H Sebesar Rp. 37.500/Jiwa

Baznas Ciamis - BAZNAS Kabupaten Ciamis mengadakan rapat pleno penentuan Standar Nilai Zakat Fitrah 1447 H Kabupaten Ciamis di Aula BAZNAS Kabupaten Ciamis pada hari Senin (2/2/2026).

Rapat dihadiri oleh beberapa pihak terkait diantaranya unsur Pemerintah Daerah, Kemenag, MUI, Dewan Masjid Indonesia (DMI), Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (KUKMPP) dan jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Ciamis.

TUNAIKAN DISINI

Ketua Baznas Ciamis, Drs. H. Lili Miftah, menyampaikan bahwa berdasarkan ketentuan yang berlaku, Baznas berwenang menetapkan besaran zakat fitrah dan fidyah melalui proses musyawarah bersama para pemangku kepentingan terkait.

Berdasarkan hasil musyawarah tersebut, disepakati bahwa :

 Nilai zakat fitrah yang di tentukan  untuk wilayah Kabupaten Ciamis pada Tahun 1447 H / 2026 M senilai 2,5 kg atau 3,5 liter beras/makanan pokok per jiwa, atau setara dengan uang sebesar Rp 37.500/jiwa (tiga puluh tujuh ribu lima ratus rupiah).,

Nilai fidyah untuk wilayah Kabupaten Ciamis pada tahun 1447 H /2026 M senilai Rp 25.000/jiwa/hari (dua puluh lima ribu rupiah).,

dan Alokasi pendistribusian zakat fitrah Tahun 1447 H / 2026 M disepakati tetap mengacu pada ketentuan dan Surat Keputusan (SK) yang berlaku pada Tahun 2025,

TUNAIKAN DISINI

Penetapan nominal zakat fitrah ini merujuk pada hasil pemantauan harga beras di lima pasar yang ada di Kabupaten Ciamis. Berdasarkan hasil tersebut, harga beras rata-rata berada di angka Rp15.000 per kilogram, sehingga zakat fitrah 2,5 kilogram beras ditetapkan senilai Rp37.500.

Tunaikan Zakat, Infak dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Ciamis :

BSI 7119191011 (Rek. Sedekah/Infaq)

BSI 1515111449 (Rek. Zakat)

a.n. BAZNAS Kabupaten Ciamis

Atau melalui link:

https://kabciamis.baznas.go.id/bayarzakat

Konfirmasi: 082317647075 

 

02/02/2026 | Kontributor: Humas Baznas
BAZNAS Ciamis Hadiri Pembinaan dan Kompetisi Da’i–Da’iyah Aswaja serta Tasyakur 1 Abad NU

BAZNAS CIAMIS  Ketua Baznas Kabupaten Ciamis ataupun yang mewakilinya Sekretaris Baznas Kabupaten Ciamis menghadiri kegiatan Pembinaan dan Kompetisi Da’i–Da’iyah Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) se-Kabupaten Ciamis yang dirangkaikan dengan Tasyakur 1 Abad Nahdlatul Ulama, bertempat di Asrama Haji Islamic Center Ciamis, pada Sabtu  (31/1/2026). 

TUNAIKAN DISINI

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran da’i dan da’iyah Aswaja sebagai garda terdepan dakwah Islam yang moderat, sejuk, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman serta kebangsaan. Selain pembinaan, kompetisi yang digelar juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, kualitas, dan semangat dakwah di tengah masyarakat.

Kehadiran BAZNAS Kabupaten Ciamis dalam kegiatan ini menjadi wujud dukungan terhadap peran strategis para da’i dalam membina umat, sekaligus mempererat sinergi antara lembaga zakat dan organisasi keagamaan. Dakwah dan zakat dipandang sebagai dua instrumen penting dalam membangun kesejahteraan umat, baik secara spiritual maupun sosial.

TUNAIKAN DISINI

Rangkaian acara ini juga dirangkaikan dengan Tasyakur 1 Abad Nahdlatul Ulama, sebagai bentuk rasa syukur atas kiprah NU selama satu abad dalam menjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, memperkuat persatuan umat, serta berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para da’i dan da’iyah Aswaja semakin berdaya dalam menyampaikan dakwah yang menyejukkan serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Tunaikan Zakat, Infak dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Ciamis :

BSI 7119191011 (Rek. Sedekah/Infaq)

BSI 1515111449 (Rek. Zakat)

a.n. BAZNAS Kabupaten Ciamis

Atau melalui link:

https://kabciamis.baznas.go.id/bayarzakat

Konfirmasi: 082317647075 

31/01/2026 | Kontributor: Humas Baznas
Inovasi GERBANG SAKTI Antarkan Baznas Ciamis Raih Penghargaan Bergengsi di Indonesia Fundraising Award 2025

BAZNAS CIAMIS,– Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis sukses menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional dengan meraih penghargaan Indonesia Fundraising Award (IFA) 2025. Penghargaan untuk kategori Fundraising Zakat Baznas Kabupaten/Kota Terbaik ini diterima langsung oleh Ketua Baznas Ciamis, Drs. H. Lili Miftah, MBA, didampingi Sekretaris Kikin Muttaqien, S.Pd., M.Pd di Lorin Hotel Sentul, Selasa (27/1/2026).

Penghargaan yang diberikan oleh Institut Fundraising Indonesia (IFI) ini merupakan bentuk apresiasi atas inovasi program Gerbang Sakti (Gerakan Bangun Sistem Keuangan Syariah di Desa). Melalui program ini, Baznas Ciamis dinilai berhasil mengintegrasikan pengelolaan zakat di tingkat desa dengan sistem keuangan syariah yang lebih modern dan berkelanjutan.

Drs. H. Lili Miftah menjelaskan bahwa keberhasilan ini didorong oleh penguatan Kampung Zakat yang kini telah bekerja sama dengan OJK dan perbankan syariah melalui program Laku Pandai. Hal ini memungkinkan masyarakat desa mendapatkan akses permodalan usaha secara syariah tanpa harus pergi ke pusat kota. Selain pemberdayaan ekonomi, efektivitas Baznas Ciamis dalam menyalurkan bantuan cepat bagi korban bencana juga menjadi poin penting dalam raihan penghargaan ini.

Dengan pencapaian ini, Baznas Ciamis berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan Kampung Zakat hingga ke seluruh kecamatan di Kabupaten Ciamis. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan strata usaha masyarakat dari kelas mikro menjadi menengah, sekaligus memperkokoh posisi Baznas sebagai lembaga pengelola zakat yang profesional dan berdampak nyata bagi kesejahteraan umat.

Tunaikan Zakat, Infak dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Ciamis :

BSI 7119191011 (Rek. Sedekah/Infaq)

BSI 1515111449 (Rek. Zakat)

a.n. BAZNAS Kabupaten Ciamis

Atau melalui link:

https://kabciamis.baznas.go.id/bayarzakat

Konfirmasi: 082317647075 

28/01/2026 | Kontributor: Humas Baznas

Berita Terbaru

BAZNAS Subang Apresiasi Pengelolaan Zakat BAZNAS Ciamis
BAZNAS Subang Apresiasi Pengelolaan Zakat BAZNAS Ciamis
BAZNAS CIAMIS,- BAZNAS Kabupaten Subang melakukan kunjungan kerja ke BAZNAS Kabupaten Ciamis untuk memperkuat kelembagaan dan kapasitas pengelolaan zakat. Kunjungan dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Subang, Dr. H. Ahmad Sukandar, M.Ag. Ahmad Sukandar menyampaikan apresiasi tinggi atas keterbukaan dan berbagi praktik baik dari BAZNAS Ciamis. Ia menilai kunjungan ini sangat relevan dengan kebutuhan pengembangan BAZNAS Subang. "Kami bersyukur dapat belajar langsung, terutama dari aspek pengelolaan, sistem pembinaan, hingga penguatan fasilitas desa dan UPZ yang menjadi keunggulan BAZNAS Ciamis," ujar Ahmad Sukandar, Kamis (18/12/2025). Ia menegaskan ilmu yang diperoleh akan diimplementasikan di Subang, dan menyebut BAZNAS Ciamis layak menjadi rujukan. Sementara itu, Ketua BAZNAS Ciamis, Drs. H. Lili Miftah, MBA, menyatakan kunjungan ini bagian dari upaya saling berbagi pengalaman antar BAZNAS daerah. Lili Miftah menjelaskan BAZNAS Ciamis terbuka menjadi ruang pembelajaran bersama, khususnya bagi pimpinan baru. Dalam pemaparannya, sejumlah praktik berhasil dibagikan, seperti membangun hubungan harmonis dengan pemerintah daerah dan mengembangkan sistem hingga tingkat desa. Upaya ini berdampak signifikan pada penghimpunan zakat. "Pada 2025, target penghimpunan kami Rp24,2 miliar. Hingga kini realisasi telah mencapai Rp26 miliar dan masih berjalan," ujarnya.
BERITA19/12/2025 | ungkapsebab.web.id
Baznas Ciamis Jadi Maha Guru Baznas se-Indonesia
Baznas Ciamis Jadi Maha Guru Baznas se-Indonesia
BAZNAS CIAMIS,- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis menjadi panutan, bahkan jadi pusat perhatian bagi Baznas kabupaten atau kota lain di Indonesia. Tak heran jika penobatan Kabupaten Ciamis sebagai Kabupaten Zakat oleh Baznas Pusat membuat Ciamis dilirik oleh kabupaten/kota lain untuk mengikuti prestasi yang diraih ataupun hanya untuk studi tiru, sudah sepantasnya Baznas Ciamis Jadi Maha Guru. Ketua Baznas Ciamis, Drs H Lili Miftah mengatakan, selama tahun 2025 ini Baznas Ciamis menerima studi tiru dari puluhan Baznas kabupaten/kota yang ada di Indonesia. "Alhamdulillah Baznas Ciamis dengan seluruh kemampuan dan kebersamaan, sudah menerima studi tiru dari Baznas kabupaten lain jumlahnya puluhan, kebetulan hari ini kedatangan dari Subang," katanya, Kamis (18/12/2025). Diakuinya, Baznas menjadi tempat studi tiru bagi kabupaten/kota lain ini tidak terlepas dari kesadaran masyarakat kabupaten Ciamis dan juga program Baznas yang berjalan dengan efektif dan dengan kuatnya kerjasama antara Baznas Ciamis dengan Pemerintah Daerah. "Selain menjadi bahan untuk ditiru, ini juga menjadi ajang silaturrahmi. Intinya kita harus solid dan kuat membangun sinergitas dengan pemerintah. Tidak lupa juga dengan kesadaran masyarakat agar UPZ-nya berjalan," katanya. Ketua Baznas Kabupaten Subang, Dr. H. A. Sukandar mengatakan, pihaknya baru saja dilantik 3 Desember lalu dan mendapatkan rekomendasi dari pusat untuk berguru kepada Baznas Kabupaten Ciamis. "Kami datang kepada tempat yang sangat tepat sekali, disini semuanya terstruktur dengan baik, semuanya berjalan begitu sempurna, tidak salah kami mendatangi Baznas Ciamis," katanya.
BERITA18/12/2025 | ciamiszone.id
Baznas Ciamis Jadi Rujukan Nasional, Puluhan Daerah Lakukan Studi Tiru
Baznas Ciamis Jadi Rujukan Nasional, Puluhan Daerah Lakukan Studi Tiru
BAZNAS CIAMIS,- Predikat Kabupaten Zakat yang disematkan oleh BAZNAS RI menjadikan Ciamis sebagai rujukan nasional dan pusat perhatian BAZNAS kabupaten/kota dari berbagai daerah. Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Drs. H. Lili Miftah, menyampaikan bahwa tingginya minat daerah lain untuk belajar ke Ciamis merupakan buah dari kerja kolektif dan sinergi yang terbangun selama ini. “Alhamdulillah, dengan kemampuan dan kebersamaan yang ada, BAZNAS Ciamis telah menerima puluhan kunjungan studi tiru dari berbagai daerah. Hari ini kami menerima kunjungan dari BAZNAS Kabupaten Subang,” ujarnya, Kamis (18/12/2025). “Selain sebagai tempat belajar, kunjungan ini juga menjadi ajang silaturahmi. Kuncinya adalah soliditas dan sinergi dengan pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat agar pengelolaan UPZ berjalan maksimal,” tambahnya. Ketua BAZNAS Kabupaten Subang mengungkapkan bahwa pihaknya sengaja memilih Ciamis sebagai tujuan studi tiru setelah mendapatkan rekomendasi langsung dari BAZNAS Pusat. Ia mengaku terkesan dengan tata kelola dan capaian yang telah diraih BAZNAS Ciamis. “Kami merasa datang ke tempat yang sangat tepat. Sistem di sini tertata dengan baik dan berjalan optimal. Tidak salah jika kami berguru ke BAZNAS Ciamis,” tuturnya. Ia pun berharap, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kunjungan dapat menjadi bekal bagi BAZNAS Kabupaten Subang untuk meningkatkan kinerja ke depan. “Kami mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman berharga. Semoga ke depan kami bisa menyamai, bahkan melampaui prestasi yang telah dicapai Kabupaten Ciamis,” tandasnya.
BERITA18/12/2025 | PasundanNews.com
BAZNAS Kabuapten Ciamis Terima Sedekah Bencana Banjir Aceh dan Sumatera dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Ciamis
BAZNAS Kabuapten Ciamis Terima Sedekah Bencana Banjir Aceh dan Sumatera dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Ciamis
BAZNAS Kabupaten Ciamis menerima Amanah sedekah kemanusiaan dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Ciamis pada Kamis, 11 Desember 2025. Bantuan ini akan disalurkan sepenuhnya kepada para korban bencana banjir. Terima kasih atas kepedulian dan solidaritasnya yang telah turut meringankan beban saudara-saudara kita di wilayah terdampak. Penyerahan sedekah bantuan dilaksanakan di Kantor BAZNAS Kabupaten Ciamis. Sedekah yang diserahkan ini merupakan wujud kepedulian dari seluruh jajaran dan karyawan Disnaker Kabupaten Ciamis. Bantuan tersebut dihimpun untuk meringankan beban saudara-saudara sebangsa yang sedang menghadapi musibah banjir besar di beberapa wilayah Aceh dan Sumatera. Disnaker Ciamis memilih BAZNAS Kabupaten Ciamis sebagai penyalur karena lembaga ini dinilai memiliki jaringan dan mekanisme yang terpercaya untuk menyalurkan bantuan kepada korban bencana di seluruh Indonesia. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis bersama perwakilan dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Ciamis. Dalam kesempatan ini, pihak BAZNAS menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pegawai DISNAKER yang telah mengamanahkan dana bantuan kepada BAZNAS untuk disalurkan. BAZNAS Kabupaten Ciamis menegaskan bahwa amanah ini akan dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran, sesuai dengan prinsip tata kelola yang berlaku. Penyerahan donasi ini menegaskan kembali semangat gotong royong dan kepedulian warga Kabupaten Ciamis terhadap sesama, terutama dalam menghadapi bencana alam yang melanda berbagai daerah di Indonesia. BAZNAS Ciamis berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan dalam mengelola dan menyalurkan sedekah dari masyarakat. Semoga kebaikan bapak dan ibu ini menjadi manfaat, keberkahan, serta menguatkan kolaborasi kebaikan antar warga Kabupaten Ciamis. Mari terus Bersama, hadir untuk mereka yang membutuhkan.
BERITA11/12/2025 | Humas Baznas
Pecahkan Rekor! 'Kenclengisasi' Baznas Ciamis Tembus Rp25,6 Miliar
Pecahkan Rekor! 'Kenclengisasi' Baznas Ciamis Tembus Rp25,6 Miliar
BAZNAS CIAMIS,- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis berhasil melampaui target penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang ditetapkan pusat. Angka yang terkumpul hingga pertengahan Desember 2025 telah mencapai Rp25,6 miliar, mengungguli target nasional sebesar Rp24,4 miliar. Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Lili Miftah, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa evaluasi akhir tahun menunjukkan seluruh target program telah terpenuhi dengan baik. “Alhamdulillah, di akhir tahun ini kita evaluasi bahwa target-target capaian program sudah terpenuhi. Bahkan, angka penghimpunan telah melampaui target nasional. Insya Allah sampai tutup tahun bisa tembus Rp26 miliar,” ujar Lili, Selasa (9/12/2025). Di tahun 2024, BAZNAS Ciamis berhasil menembus angka Rp23 miliar sebelum akhirnya pada 2025 ini memecahkan rekor baru di atas Rp25,6 miliar. “Ini hasil dari sistem yang kami bangun, evaluasi rutin, dan pengawasan yang tidak pernah lepas. Semakin besar penghimpunan, semakin banyak mustahik yang bisa kita bantu,” tegas Lili. Salah satu faktor pendorong utama kesuksesan penghimpunan tahun ini adalah inovasi program bernama ‘kencelengisasi’. Program ini mengajak masyarakat dari berbagai kalangan untuk secara rutin menyisihkan uang receh, mulai dari Rp200, Rp500, hingga Rp1.000, ke dalam celengan khusus yang disediakan BAZNAS. Inisiatif ini ternyata membuahkan hasil yang luar biasa, bahkan di luar perkiraan awal. Lili mengakui, semula pihaknya sempat pesimis melihat kondisi ekonomi masyarakat. Namun, justru dari akumulasi recehan tersebut tercipta kekuatan finansial yang signifikan. "Ini di luar prediksi. Mesin hitung koinn kami sampai kewalahan. Daritadinya penghimpunan menurun, kenclengisasi justru mengangkat kembali capaian kita," tuturnya. Di sisi penyaluran, Baznas Ciamis juga mencatatkan keberhasilan dengan menyelesaikan berbagai program pemberdayaan. Salah satunya adalah program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Sepanjang 2025, lebih dari 140 unit rumah berhasil diperbaiki. Capaian ini melampaui rencana awal karena diterapkannya mekanisme kolaborasi atau ‘sharing’ dengan pemerintah desa setempat. “Untuk program Rutilahu, dari anggaran Rp960 juta seharusnya 96 rumah. Namun karena banyak desa yang dampaknya tinggi dan adanya sharing, misalnya desa punya Rp5 juta, kebutuhannya Rp10 juta, kita bantu sisanya. Jadi pembangunan bisa lebih cepat dan tepat sasaran,” jelas Lili. Pencapaian Rp25,6 miliar bukan sekadar angka, melainkan representasi dari soliditas sistem, inovasi program, dan partisipasi masyarakat yang telah bersinergi untuk kebaikan bersama. “Mudah-mudahan sistem yang kami bangun dan jalan yang Allah berikan terus membawa kebaikan bagi semua,” pungkas Lili Miftah.
BERITA09/12/2025 | JABAR EKSPRES
BAZNAS Ciamis Beri Uluran Tangan, Bantu Biaya Pengobatan Anak Pengidap Hidrosefalus di Desa Handapherang
BAZNAS Ciamis Beri Uluran Tangan, Bantu Biaya Pengobatan Anak Pengidap Hidrosefalus di Desa Handapherang
BAZNAS CIAMIS,- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu, khususnya di bidang kesehatan. Kali ini, BAZNAS Ciamis menyalurkan bantuan dana pengobatan untuk seorang anak yang mengidap penyakit Hidrosefalus, warga Desa Handapherang, Kecamatan Ciamis. Bantuan diserahkan langsung oleh Bidang Pendistribusian BAZNAS Ciamis kepada keluarga penerima manfaat di kediamannya di Desa Handapherang pada Selasa, 9 Desember 2025. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga dalam membiayai serangkaian proses medis. BAZNAS Ciamis mengajak seluruh masyarakat untuk terus menyalurkan ZIS-nya. Dengan semakin optimalnya penghimpunan dana, maka semakin banyak pula masyarakat Ciamis yang dapat terbantu, mewujudkan visi Kabupaten Ciamis yang sejahtera.
BERITA09/12/2025 | Humas Baznas
BAZNAS Kabupaten Ciamis Bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar Penganugerahan Masjid Tahun 2025 dan Galang Dana Program Ciamis Peduli Kolaborasi Kebaikan untuk Indonesia dan Palestina
BAZNAS Kabupaten Ciamis Bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar Penganugerahan Masjid Tahun 2025 dan Galang Dana Program Ciamis Peduli Kolaborasi Kebaikan untuk Indonesia dan Palestina
BAZNAS Kabupaten Ciamis Bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar Penganugerahan Masjid Tahun 2025 dan Galang Dana Program Ciamis Peduli Kolaborasi Kebaikan untuk Indonesia dan Palestina, di Aula Setda Ciamis pada Hari Senin (8/12). Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis menghimbau bahwa Masjid harus menjadi pusat kemaslahatan umat dan penguat peradaban masyarakat Kabupaten Ciamis. Ia juga menyampaikan bahwa masjid harus menjadi tempat mediasi dan penyeselesaian berbagai program umat, baik itu program sosial, keagamaan, ekonomi, kesehatan maupun pendidikan. Menurutnya, dengan memakmurkan masjid secara visual dengan merawat dan menghidupkan aktivitas masjid serta memakmurkan secara fungsional menjadikan masjid pusat kemaslahatan umat mampu menggerakan zakat, infak dan sedekah yang terstruktur karna itu zakat menjadi bagian integral dan peran masjid. BAZNAS Kabupaten Ciamis mengajak seluruh DKM dan masjid Jami untuk bekerjasama secara sistematis dari UPZ Desa sebagai simpul pengelolaan Zakat di tingkat Desa, dan kepada pengurus masjd besar untuk membentuk UPZ masjid besar di setiap kecamatan dengan integrasi ini seluruh dana umat dihimpun melalui masjid dan dapat dikelola sesuai Undang-undang No.23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat, sehingga zakat yang disalurkan jamaah benar benar tepat sasaran, terkendal, berdaya, terlaporkan dan dapat dipertanggungjawabkan. Acara dikahiri dengan penandatanganan bersama Pemkab Ciamis, MUI, DMI, dan LAZ HBI untuk bekerjasama menghimpun peduli Ciamis untuk bencana Nasional dan Palestiana. BAZNAS Kabupaten Ciamis menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah khususnya Bupati Ciamis, tanpa regulasi dan keberpihakan terhadap pembangunan keagamaan di kabupaten ciamis ini tidak akan bisa kita wujudkan seperti hari ini. Dan Semoga dengan Anugerah Masjid ramah tahun 2025 ini menjadi Langkah awal Gerakan besar untuk memajukan masjid sebagai pusat kebaikan dan pemberdayaan umat di Kabupaten Ciamis
BERITA08/12/2025 | Humas Baznas
Transformasi Digital, Ijtihad Teknologi untuk Fikih Zakat Kontemporer
Transformasi Digital, Ijtihad Teknologi untuk Fikih Zakat Kontemporer
Dalam gelombang disrupsi digital yang menerpa berbagai sendi kehidupan, dunia zakat ditantang untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku aktif yang mampu merespons dengan cerdas dan visioner. Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Transformasi Digital & Zakat Tech Mini Expo 2025 yang diselenggarakan BAZNAS RI pada 26-27 November 2025 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, dengan tema "Pemanfaatan AI dan Penguatan Digital Fundraising", bukan sekadar acara seremonial belaka. Ini merupakan puncak dari perjalanan panjang transformasi digital yang telah dirintis BAZNAS selama bertahun-tahun, sekaligus menjadi momentum strategis untuk merevitalisasi pemahaman fikih zakat dalam terang dinamika kekinian yang semakin kompleks. Perjalanan transformasi digital BAZNAS sesungguhnya telah dimulai dengan komitmen yang kuat dan konsisten. Kilas balik ke tahun 2023, BAZNAS dengan bangga menerima penghargaan dalam ajang Indonesia Digital Innovation Award untuk kategori Best Digital Innovation in Zakat Collection. Penghargaan tersebut bukanlah sekadar piagam atau piala yang menghiasi etalase, melainkan bukti nyata bahwa pendekatan digital dalam pengelolaan zakat telah menjadi keniscayaan yang tidak terelakkan. Penghargaan itu menjadi penegas bahwa langkah BAZNAS untuk mengadopsi teknologi dalam pengelolaan zakat berada pada jalur yang tepat, sekaligus memacu semangat untuk terus berinovasi. Beranjak ke tahun 2024, komitmen tersebut semakin dikonkretkan melalui penyelenggaraan Rakernis Transformasi Digital Nasional dan Zakathon 2024 dengan fokus utama pada "Kantor Digital BAZNAS". Kegiatan besar ini menandai fase percepatan adopsi teknologi dalam seluruh rantai nilai pengelolaan zakat—mulai dari pendataan mustahik yang lebih komprehensif, penghimpunan dana yang lebih masif dan mudah diakses, hingga penyaluran yang lebih tepat sasaran, terukur, dan transparan. Rakernis 2024 berhasil membangun fondasi infrastruktur dan mindset digital yang kokoh, yang menjadi batu pijakan menuju visi yang lebih ambisius dan futuristik di tahun 2025. Dalam konteks inilah, Rakernis 2025 hadir dengan nuansa yang berbeda. Jika sebelumnya fokus pada pembangunan infrastruktur dan platform digital, tahun ini melangkah lebih jauh dengan mengintegrasikan kecerdasan artifisial (AI) dan big data ke dalam inti strategi pengelolaan zakat. Teknologi bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan mitra strategis dalam pengambilan keputusan yang lebih cerdas, cepat, dan berdampak luas. Perkembangan teknologi ini, bagaimanapun, membawa serta tantangan mendasar yang tidak boleh diabaikan: bagaimana fikih zakat klasik, yang lahir dari konteks sosial-ekonomi yang jauh berbeda, dapat berdialog secara produktif dengan realitas ekonomi digital modern yang serba cair, abstrak, dan borderless? Di sinilah warisan pemikiran progresif almarhum Prof. KH. Ibrahim Hosen menjadi cahaya penuntun yang sangat relevan. Sebagaimana dikutip secara mendalam dalam artikel "Ibrahim Hosen dan Terobosan Fiqih untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat" di laman Kemenag.go.id (24 November 2025), Ibrahim Hosen telah meletakkan dasar metodologis yang kokoh untuk memperluas cakupan harta yang wajib dizakati. Pendekatannya yang tidak kaku, dengan tetap berpegang pada zhahir nash namun sekaligus memberdayakan qiyas (analogi hukum) untuk mengembangkan 'illat (alasan hukum) zakat, memberikan kita kerangka berpikir yang dinamis untuk menjawab tantangan baru. Klasifikasi brilian Ibrahim Hosen yang membagi harta wajib zakat ke dalam empat kategori—logam dan barang berharga, tumbuh-tumbuhan yang bermanfaat, hewan ternak dan hasil laut, serta hasil usaha dan keuntungan bisnis—bukanlah daftar tertutup. Ia justru merupakan kerangka metodologis yang terbuka untuk ditafsirkan ulang. Dalam konteks ekonomi digital kekinian, klasifikasi ini dapat dengan cerdas menjangkau aset-aset modern seperti token aset digital, non-fungible tokens (NFT), royalti konten digital, pendapatan dari platform ekonomi berbagi (sharing economy), hingga keuntungan dari perdagangan algoritmik. Semua harta baru ini memiliki 'illat yang sama dengan harta yang disebutkan dalam nash: nilainya yang berkembang dan potensinya untuk menghasilkan keuntungan. Namun, transformasi digital dalam zakat tidak berhenti pada aspek penghimpunan saja. Pemikiran Ibrahim Hosen tentang penyaluran zakat yang tidak hanya konsumtif, tetapi juga produktif dan investatif, menemukan medium yang sempurna dalam teknologi digital. Dengan dukungan AI dan analitik data, kita kini dapat memetakan potensi ekonomi mustahik dengan presisi yang sebelumnya tidak terbayangkan. Sistem dapat menganalisis data sosial-ekonomi, preferensi, dan kemampuan mustahik untuk kemudian merekomendasikan bentuk penyaluran yang paling optimal, apakah itu dalam bentuk modal usaha, pelatihan keterampilan digital, atau akses ke pasar. Zakat produktif dapat dikelola melalui platform koperasi digital, dimana mustahik tidak hanya menerima bantuan, tetapi menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. Lebih jauh lagi, perluasan makna sabilillah yang digagas Ibrahim Hosen—yang mencakup semua kegiatan untuk kemaslahatan umat secara luas—mendapatkan dimensi baru di era digital. Dana zakat dapat dialokasikan secara strategis untuk membiayai pengembangan platform pendidikan digital yang dapat diakses oleh santri di pelosok negeri, mendanai riset teknologi tepat guna untuk memecahkan masalah umat, membangun infrastruktur digital pesantren dan madrasah, hingga menjadi modal ventura bagi startup sosial yang bertujuan untuk memberdayakan komunitas marjinal. Dalam visi ini, zakat tidak lagi sekadar memenuhi kebutuhan dasar, tetapi menjadi motor penggerak inovasi dan kemajuan peradaban umat. Oleh karena itu, Rakernis 2025 dengan fokus pada AI dan digital fundraising harus dipandang sebagai sebuah lompatan besar. Ini adalah upaya untuk menyinergikan kekuatan ijtihad fikih dengan kecepatan inovasi teknologi. Indonesia sedang membangun sebuah sistem zakat nasional yang tidak hanya canggih secara teknis, tetapi juga kokoh secara filosofis dan hukum. Sebuah sistem yang mampu menghadirkan keadilan distributif di era di mana batas antara dunia fisik dan digital semakin kabur. Pencapaian sejak 2023 hingga persiapan menuju 2025 ini dengan jelas menunjukkan bahwa transformasi digital bukanlah pilihan, melainkan sebuah keharusan strategis. Tujuannya adalah memastikan bahwa zakat tetap relevan, efektif, dan memiliki dampak transformatif di tengah gelombang perubahan yang tak terbendung. Dengan digitalisasi, kita tidak hanya mengejar efisiensi operasional, tetapi yang lebih penting, memperluas cakrawala fikih zakat kontemporer sehingga mampu menjawab tantangan zaman dengan lugas dan elegan. Sebagai penutup, izinkan saya merenungkan kembali pesan abadi Prof. KH. Ibrahim Hosen: pada hakikatnya, zakat harus menjadi instrumen perubahan sosial yang nyata, bukan sekadar ritual yang berhenti pada pemenuhan kewajiban individual. Dengan semangat yang sama, mari kita jadikan transformasi digital sebagai sarana untuk menghidupkan kembali ruh ijtihad dalam fikih zakat, merajut narasi kemajuan, dan mewujudkan keadilan ekonomi serta kesejahteraan yang inklusif bagi seluruh umat.
BERITA27/11/2025 | Humas Baznas
BAZNAS Kabupaten Ciamis Jadi Rujukan Studi Tiru dari Lima Kabupaten
BAZNAS Kabupaten Ciamis Jadi Rujukan Studi Tiru dari Lima Kabupaten
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis menerima kunjungan studi tiru dari lima kabupaten yang berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur, yaitu Kabupaten Barru, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Sopeng, Kabupaten Bone dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu 30 Agustus 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari dan mengadopsi pola pengembangan inovasi serta praktik terbaik dalam penghimpunan dan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya melalui unit pengumpul zakat (UPZ) di tingkat desa. “Di daerah lain, penghimpunan umumnya masih mengandalkan ASN. Sementara di Ciamis, penghimpunan sudah berjalan dari masyarakat melalui UPZ Desa. Mereka ingin meniru bagaimana Langkah nyata yang kami lakukan, karena meski rata-rata daerah lain sudah memiliki UPZ Desa, banyak yang masih sebatas SK tanpa berjalan optimal,” ujar Waka II BAZNAS Kabupaten Ciamis, H. Iif Taufiq El Haque. Tetapi strategi yang dipakai oleh Kabupaten Ciamis tidak bisa sepenuhnya ditiru oleh daerah lain, sebab kondisi sosial dan geografisnya yang berbeda. Ketua BAZNAS Kabupaten Barru, H. Minu Kalibu, mengaku kagum dengan inovasi pengelolaan ZIS di Ciamis. Dan bisa menjadi inspirasi untuk diterapkan di Kabupaten Barru. “Ciamis mempunyai inovasi yang luar biasa. Kami berkunjung untuk berbagi pengetahuan, mudah-mudahan bisa diterapkan di Kabupaten Barru. Memang sejak 2017 kami sudah ada UPZ Desa, tapi pemaksimalan kegiatanya masih kurang. Jumalh ASN di Barru hanya 12 ribu, sementara di Ciamislebih dari satu juta. Akan tetapi, dengan inovasi yang ada di Ciamis, harapannya bisa kami kembangkan,” ungkapnya. Kunjungan ini diharapkan tidak hanya mempererat tali silaturahmi antar-BAZNAS di seluruh Indonesia, tetapi juga menjadi momentum untuk berbagi praktik baik dalam upaya meningkatkan kesejahteraan umat melalui optimalisasi pengelolaan ZIS. (Humas BAZNAS Ciamis)
BERITA30/09/2025 | Humas Baznas
BAZNAS Kabupaten Ciamis Memboyong 4 Penghargaan di Ajang BAZNAS Awards 2025 Tingkat Nasional
BAZNAS Kabupaten Ciamis Memboyong 4 Penghargaan di Ajang BAZNAS Awards 2025 Tingkat Nasional
JAKARTA,- Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Ciamis menorehkan prestasi gemilang kembali dengan meraih empat penghargaan sekaligus dalam berbagai kategori bergengsi BAZNAS Awards 2025 tingkat nasional. Acara penganugerahan ini digelar di Jakarta pada Kamis (28/8/2025). Adapun kategori penghargaan yang behasil diraih yaitu: Bupati Ciamis sebagai Kepala Daerah Pendukung Digitalisasi Zakat BAZNAS Kabupaten Ciamis sebagai Special Award Pengumpulan UPZ Desa Terbaik Camat Kecamatan Baregbeg sebagai Camat Pendukung Zakat Terbaik Kepala Desa Cisontrol Kecamatan Rancah sebagai Kepala Desa Pendukung Zakat Terbaik Penghargaan ini menunjukan sinergi yang kuat antara Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis dan BAZNAS Kabupaten Ciamis dalam membangun Gerakan zakat, infak dan sedekah. Atas komitmen dan dukungannya dalam menggalakkan digitalisasi zakat di Kabupaten Ciamis, sehingga memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakat, dukungan penuh dari Camat Baregbeg terhadap Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di desanya yang berhasil meraih predikat terbaik dalam pengumpulan zakat dan Kepala Desa Cisontrol atas perannya yang sangat proaktif dalam mendukung program-program zakat, sehingga kesadaran masyarakat untuk berzakat di desanya meningkat pesat. Dalam kesempatan tersebut, hadir langsung Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis Drs. H. Lili Miftah, MBA, didampingi Sekretaris Kikin Muttaqin, S.Pd., M.Pd. Tak hanya itu, Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, MM yang diwakili oleh Ihsan Rasyad, AKS.MM, yang hadir mewakili pemerintah daerah serta Camat Baregbeg H. Dede Hendara S.IP dan Kepala Desa Cisontrol Kecamatan Rancah, Bapak Waryono juga turut hadir untuk menyaksikan momen bersejarah ini Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Drs. H. Lili Miftah, MBA, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas dukungan semua pihak. "Penghargaan ini adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi yang luar biasa. Ini bukan hanya milik BAZNAS, tetapi juga milik seluruh masyarakat Ciamis," ungkapnya. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan pelayanan. Kami berharap, BAZNAS Ciamis dapat terus menjadi jembatan kebaikan yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah untuk membantu lebih banyak lagi saudara-saudara kita yang membutuhkan.(Humas BAZNAS Ciamis)
BERITA28/08/2025 | Humas Baznas
BAZNAS RI Luncurkan AAZRI, Perkuat Peran Amil Demi Optimalisasi Potensi Zakat Nasional
BAZNAS RI Luncurkan AAZRI, Perkuat Peran Amil Demi Optimalisasi Potensi Zakat Nasional
JAKARTA-, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi meluncurkan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI), sebagai upaya memperkuat peran amil dari pusat hingga desa. Penguatan peran amil diharapkan dapat mengoptimalkan potensi zakat nasional, guna mendukung pencapaian program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045. Peluncuran AAZRI dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta, Selasa (26/8/2025). Acara tersebut dihadiri Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, serta diikuti 1.200 peserta dari BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota seluruh Indonesia. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. mengatakan, pembentukan AAZRI merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk memperkuat peran amil sekaligus mendukung pencapaian program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045. "Hari ini, BAZNAS meresmikan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI) dari pusat hingga desa. Jika tiap desa ada lima amil, dikalikan 80 ribu desa, jumlahnya sekitar 400 ribu amil. Ditambah yang ada di kota dan provinsi, total bisa mencapai satu juta amil," ujar Kiai Noor. Ia menambahkan, ide pembentukan AAZRI ini lahir melalui konsultasi dengan Menteri Agama RI. Menurutnya, semakin banyak jumlah amil zakat, semakin besar pula peluang pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah di masyarakat. "Target yang sudah ditetapkan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), insya Allah Rp66 triliun akan kita capai pada tahun 2026. Syukur nanti terus meningkat, karena seperti disampaikan Pak Menteri, masih banyak sumber dana zakat yang belum kita raih. Dengan semakin banyaknya amil, akan semakin banyak pula orang yang bekerja mengumpulkan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya," ungkapnya. Lebih lanjut, Kiai Noor menekankan, AAZRI tidak hanya menjadi wadah formal, tetapi juga sarana penguatan kapasitas dan integritas para amil di seluruh Indonesia. Dengan keberadaan AAZRI, diharapkan mampu menggerakkan potensi besar zakat di Indonesia agar lebih optimal dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan rakyat. "Insya Allah mudah-mudahan ini menjadi bagian yang tak terpisahkan bagaimana kita semuanya berperan aktif dalam rangka untuk mendukung Asta Cita," ucap Kiai Noor. Sementara, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, yang hadir dalam acara tersebut, turut menyambut baik peluncuran AAZRI. Menurutnya, langkah BAZNAS membentuk asosiasi amil zakat akan memberikan dampak besar bagi kemajuan bangsa. "AAZRI ini diperkirakan jumlahnya mencapai 1 juta orang. Jika hal itu tercapai, dan masing-masing amil mampu mengumpulkan dana Rp10 juta, berarti akan terkumpul Rp10 triliun. Dana tersebut akan langsung digunakan untuk kepentingan masyarakat di daerah-daerah," kata Muzani. Ia menilai kerja para amil zakat merupakan pekerjaan yang sangat mulia dan memiliki nilai strategis dalam membangun bangsa. "Oleh karena itu, pekerjaan ini adalah pekerjaan yang mulia, luhur, dan luar biasa. Inilah pahlawan-pahlawan Indonesia menjelang 100 tahun Republik Indonesia," tegasnya. Muzani juga menambahkan, apa yang dilakukan BAZNAS merupakan bentuk nyata pemanfaatan otoritas negara untuk membantu rakyat dan mempercepat pencapaian tujuan negara dalam menyejahterakan rakyat. “Apa pencapaian tujuan bernegara itu? negara yang kuat, bukan hanya karena tentaranya atau polisinya yang kuat, melainkan juga karena rakyatnya kuat: rakyat tanpa utang, rakyat yang sehat, rakyat yang kenyang, dan rakyat yang memiliki pekerjaan,” ucap Muzani.
BERITA27/08/2025 | Humas Baznas
Optimalkan Dana ZIS, BAZNAS RI Luncurkan UPZ Desa Seluruh Indonesia
Optimalkan Dana ZIS, BAZNAS RI Luncurkan UPZ Desa Seluruh Indonesia
JAKARTA,- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa seluruh Indonesia mengoptimalkan pengelolaan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS). UPZ Desa merupakan satuan organisasi yang dibentuk oleh BAZNAS untuk membantu pengumpulan zakat baik di lingkungan desa maupun kelurahan. Peluncuran UPZ Desa dilaksanakan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan BAZNAS Award 2025 dengan tema “Menguatkan BAZNAS, Mendukung ASTACITA”, di Jakarta, Selasa (26/08/2025). "Pada hari ini kita luncurkan UPZ Desa seluruh Indonesia dalam rangka untuk mengoptimalkan dana zakat, infak dan sedekah agar betul-betul sesuai dengan tiga prinsip Aman BAZNAS, yakni Aman Syar'i, Aman Regulasi dan Aman NKRI," kata Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH Noor. Achmad MA. Kiai Noor menambahkan, kehadiran UPZ Desa seluruh Indonesia memiliki dampak yang sangat besar bagi pengelolaan zakat di Indonesia. Hingga saat ini, kata Kiai Noor, telah terdaftar sebanyak 2.536 UPZ kecamatan, 12.728 UPZ desa/kelurahan, dan 41.504 UPZ masjid “Semua UPZ tersebut mempunyai tugas untuk menghimpun dan mengelola dana ZIS,” kata Kiai Noor. Menurut Kiai Noor, potensi penghimpunan UPZ Desa juga sangat besar karena masih banyak desa atau kelurahan di seluruh Indonesia, yang akan dibentuk UPZ. Sehingga diharapkan dapat terus mengoptimalkan perannya agar semakin banyak umat terlayani dalam melaksanakan zakat dan semakin banyak mustahik yang menerima manfaat. "Dengan adanya Rakornas dan BAZNAS Award 2025, kami berharap seluruh UPZ dapat meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam pengelolaan zakat, sehingga dapat memberikan kebermanfaatan nyata bagi umat," pungkasnya.
BERITA26/08/2025 | Humas Baznas
Bangun Kemandirian Umat, BAZNAS Kabupaten Ciamis Resmikan Kampung Zakat ke-7 di Desa Pusakasari
Bangun Kemandirian Umat, BAZNAS Kabupaten Ciamis Resmikan Kampung Zakat ke-7 di Desa Pusakasari
Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis meresmikan Kampung Zakat ke-7 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Pusakasari, Kecamatan Cipaku, pada Selasa (19/8/2025). Peresmian ini merupakan bagian dari upaya sinergis antara Kemenag dan BAZNAS Kabupaten Ciamis dalam mengoptimalkan potensi zakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, H. Lili Miftah, menekankan pentingnya peran zakat, infak dan sedekah sebagai instrumen pengentasan kemiskinan. “Zakat, Infak dan sedekah bukan hanya kewajiban, tetapi juga sebagai patuhnya seorang hamba kepada tuhan dan mengantarkan yang fakir 8 asnaf hidupnya menjadi cukup dan yang cukup di dorong supaya menjadi aghni,” ungkapnya “Adanya Kampung Zakat ini, kita bisa memastikan yang pertama di prioritaskan itu untuk mengentaskan kemiskinan ekstrim dan stunting" tambah H. Lili. Diluncurkannya Desa Pusakasari sebagai Kampung Zakat ke-7, diharapkan kesadaran masyarakat dalam berzakat, infak dan sedekah semakin meningkat. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, perangkat desa, serta perwakilan dari Kemenag. Launching Kampung Zakat ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Bupati Ciamis dan diresmikan langsung dengan penggunting pita di kantor UPZ Desa Pusakasari.
BERITA19/08/2025 | Humas Baznas
Setiap Rumah di Ciamis Punya Dua Celengan, Infaq Terkumpul Capai Rp 22 Miliar
Setiap Rumah di Ciamis Punya Dua Celengan, Infaq Terkumpul Capai Rp 22 Miliar
BAZNAS CIAMIS,-Inovasi pengumpulan dana infak melalui program Kenclengisasi yang dijalankan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis membuahkan hasil signifikan.Dalam waktu satu tahun sejak diluncurkan pada 2023, program ini berhasil menghimpun dana infak hingga Rp 22 miliar dari masyarakat desa.Program Kenclengisasi dirancang untuk memudahkan warga dalam berdonasi tanpa harus datang langsung ke konter.Setiap rumah diberikan dua celengan yang kemudian dikelola oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) desa.Celengan tersebut dikumpulkan secara rutin setiap bulan dalam kondisi tersegel, lalu diganti dengan celengan kosong yang baru.Sebanyak 258 desa di Ciamis telah memiliki UPZ yang bekerja sama dengan ketua RT dalam menunjuk kolektor celengan.Proses pengumpulan dilakukan mulai dari tingkat RT, lalu dihitung kembali di tingkat desa, sebelum akhirnya diserahkan ke Baznas Kabupaten untuk dilakukan perhitungan ulang menggunakan mesin.Seluruh proses ini biasanya berlangsung selama tiga hari hingga dana bisa dicairkan.Keunikan dari sistem ini adalah seluruh hasil infak yang terkumpul dikembalikan ke desa masing-masing.Dana tersebut kemudian disalurkan kepada warga yang membutuhkan sesuai rekomendasi RT setempat.Dengan mekanisme ini, desa tidak hanya berfungsi sebagai pengumpul dana, tetapi juga sebagai pengelola dan penyalur infak secara langsung.Baznas Ciamis mencatat bahwa rata-rata pengumpulan infak dari seluruh desa mencapai Rp 2 miliar per bulan.Dalam beberapa kasus, desa yang tergolong sejahtera dan memiliki sisa dana tidak terpakai selama tiga bulan dapat mengalihkan dananya ke desa lain yang lebih membutuhkan. Untuk pendayagunaan seperti permodalan usaha, proses pencairan memerlukan waktu tunggu selama enam bulan. Seluruh pengelolaan program ini berjalan sesuai dengan ketentuan hukum, yakni Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 dan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Zakat.Dengan penguatan peran UPZ di tingkat desa, pengelolaan zakat dan infak dapat dilakukan secara terstruktur, transparan, dan dekat dengan masyarakat.Keberhasilan program Kenclengisasi di Ciamis menjadi contoh nyata bahwa inovasi lokal berbasis komunitas mampu menciptakan dampak besar dalam pengelolaan dana umat.Konsep sederhana namun sistematis ini menunjukkan bahwa peran aktif warga dan struktur RT-RW masih sangat relevan dalam pembangunan sosial berbasis zakat dan infak di tingkat akar rumput.Ciamis kini menjadi rujukan nasional dalam pengelolaan zakat berbasis desa, dengan pendekatan yang partisipatif, efisien, dan memberdayakan.Model ini dinilai dapat direplikasi di daerah lain untuk memperkuat tata kelola zakat yang lebih dekat dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
BERITA22/07/2025 | www.idncitizen.com
Baznas Ciamis BUka Donasi Untuk Bayi Felisha,Drita Pusar Membesar Butuh Biaya Operasi 40 Juta
Baznas Ciamis BUka Donasi Untuk Bayi Felisha,Drita Pusar Membesar Butuh Biaya Operasi 40 Juta
BAZNAS CIAMIS,- BAZNAS Kabupaten Ciamis Kepedulian terhadap sesama tak selalu harus diwujudkan dalam bentuk besar, tindakan kecil yang konsisten dan ikhlas justru bisa memberikan dampak luar baisa. seperti yang kini dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis melalui gerakan donasi terbuka untuk membantu bayi felisha, balita dari keluarga prasejahtera yang menderita pembesaran pada pusarnya (hernia umbulikalis) dan memerlukan operasi segera."Felisha merupakan anak dari warga kurang mampu.ayahnya hanya seorang penjaga toko kelontong milik oranglain, Sementara ibunya ibu rumah tangga biasa, mereka tidak memiliki cukup penghasilan untuk membiayai tindakan medis ini,"ungkap amas saat dihubungi via pesan singkat selasa,(24/06/2025) dijelaskan amas setiap hari,orangtua felisha menyaksikan pusar putri kecil mereka semakin membesar. Kondisi tersebut disertai rasa khawatir yang terus menghantui karena keterbatasan ekonomi membuat mereka tak kunjung membawa felisha ke meja operasi, padahal, tindakan medis segera sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. melalui penggalangan dana ini, kami ingin mengetuk hati masyarakat ciamis dan sekitarnya untuk bersama-sama membantu meringankan beban keluarga felisha. Selama ini juga Baznas ciamis telah memfalisitasi bayi felisha untuk kebutuhan kontrol, dan kebutuhan susu formula, sebab malangnya asi ibunya tidak keluar. "Dana zakat yang kami kelola terbatas, sementara permintaan bantuan semakin banyak. karena itu, kami mengajak publik untuk ikut berpartisipasi dalam aksi kebaikan ini. Setiap rupiah yang disumbangkan sangat berarti" Tambah amas.
BERITA22/07/2025 | www.radarkriminal.com
Baznas Kota Padang Studi Tiru Ke Baznas Ciamis, Pelajari Strategi Penglolaan Zakat hingga Inovasi Infak Desa
Baznas Kota Padang Studi Tiru Ke Baznas Ciamis, Pelajari Strategi Penglolaan Zakat hingga Inovasi Infak Desa
BAZNAS CIAMIS,- Reputasi Badan Zakat Amil Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis dalam pengelolaan zakat dan pengembangan program infak berbasis desa kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. kali ini, Baznas Kota Padang melakukan kunjungan studi banding ke Baznas Ciamis untuk menggali praktik baik dalam tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya terkait inovasi pengumpulan infak di desa-desa. kunjungan yang dilaksanakan pada Rabu (16/07/2025) ini dipimpin langsung oleh Ketua Baznas Kota Padang, Yuspardi, bersama jajaran pimpinan dan sekertariat Baznas Padang. Rombongan disambut pleh Ketua Baznas Ciamis, H. Lili, beserta jajaran di Kantor Baznas Kabupaten Ciamis. Ketua Baznas Ciamis, H. Lili Miftah, menyambut baik kunjungan Baznas Padang dan menjelaskan bahwa pendekatan infak desa yang diterapkan ciamis bertujuan memberdayakan desa menjadi mandiri secara sosial dan ekonomi. H. Lili menambahkan, program infak desa di ciamis telah diakui secara nasional sebagai praktif inovatif, bahkan dijadikan contoh dalam buku panduan zakat nasional yang disusun oleh baznas pusat dan didistribusikan secara nasional.
BERITA21/07/2025 | dejurnal.com
BAZNAS Ciamis, Terima Kunjungan Study Tiru BAZNAS Padang, Paparkan Inovasi Zakat Berbasis Desa.
BAZNAS Ciamis, Terima Kunjungan Study Tiru BAZNAS Padang, Paparkan Inovasi Zakat Berbasis Desa.
BAZNAS CIAMIS,- Kiprah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Hal ini memicu BAZNAS daerah lain untuk meniru inovasi dan strategi apa yang di jalankan BAZNAS Ciamis dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah. Baru – baru ini, Baznas Ciamis menerima kunjungan Studi Tiru dari BAZNAS Kota Padang dalam upaya mendalami strategi infak berbasis desa yang terbukti efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat, Rabu, 16/07/2025. Dalam kunjungan Study Tiru ini, Ketua Baznas Kota Padang, Yuspardi, mengungkapkan kekagumannya terhadap pendekatan Baznas Ciamis dalam mengoptimalkan potensi infak langsung dari akar rumput. “Pengelolaan infak di Ciamis luar biasa. Manfaatnya sangat terasa, terutama untuk anak-anak dan masyarakat desa. Di Padang, infak masih didominasi dari masjid dan ASN, sekitar Rp18–19 miliar per tahun, dan kami ingin mengembangkan pola baru seperti yang diterapkan Baznas Ciamis” ujar Yuspardi. Yuspardi juga mengatakan bahwa strategi infak desa yang diterapkan Baznas Ciamis sangat terstruktur dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, sehingga menciptakan dampak sosial yang merata. “Kami tidak ingin kunjungan ini berhenti di sini, dan kami harap ke depan bisa terjalin kolaborasi antar – Baznas untuk memperkuat tata kelola zakat di masing-masing daerah” tambahnya Dalam kunjungan itu, rombongan Baznas Kota Padang yang terdiri atas enam orang tiga pimpinan, satu sekretaris, dan dua staf melakukan diskusi intensif dengan jajaran Baznas Ciamis, menggali praktik terbaik dan inovasi yang telah di jalankan. Ketua Baznas Ciamis, H. Lili Miftah, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan program infak berbasis desa di Ciamis merupakan hasil kerja kolaboratif yang sistematis dan konsisten, sehingga menjadi inspirasi nasional. “Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang efektif, desa bisa mandiri secara ekonomi. Ini bagian dari ikhtiar membangun keadilan sosial tanpa selalu bergantung pada bantuan eksternal” jelasnya. H. Lili menambahkan bahwa pendekatan infak desa Baznas Ciamis telah menjadi model nasional, bahkan sudah terdokumentasi dalam buku bersama Baznas Pusat dan Baznas DKI Jakarta. “Banyak daerah telah datang belajar ke sini, termasuk sebelumnya dari Provinsi Jambi. Kami membangun sistem yang benar-benar berjalan, bukan hanya konsep di atas kertas” ucapnya. MSejak 2005, penghimpunan dana di Baznas Ciamis terus meningkat pesat. Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhannya bahkan melampaui 100 persen, membuka lebih banyak ruang untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. “Semakin besar dana yang terhimpun, semakin luas pula manfaat yang bisa kami berikan. Semangat kami adalah memaksimalkan potensi lokal demi kesejahteraan umat” tutup H. Lili.
BERITA21/07/2025 | brigadenews.co.id
H Lili Miftah Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis Menyambut Baik Kedatangan BAZNAS Kota Padang
H Lili Miftah Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis Menyambut Baik Kedatangan BAZNAS Kota Padang
BAZNAS CIAMIS,- BAZNAS Kabupaten Ciamis telah mendapatkan penghargaan sebagai penggerak zakat terbaik nasional dari BAZNAS RI. Penghargaan ini diberikan karena BAZNAS Kabupaten Ciamis dianggap berhasil dalam mengelola zakat dan menjadi contoh bagi daerah lain. Pada hari Rabu (16/7/2025) BAZNAS Kabupaten Ciamis menerima kunjungan dari BAZNAS Kota Padang dengan misi melakukan study tiru guna mendalami strategi infak berbasis desa yang terbukti efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat. Kh Lili Miftah saat di wawancarai di kantor BAZNAS Ciamis (16/7/2025) Lili menyampaikan " bahwa keberhasilan program infak berbasis desa di Ciamis merupakan hasil kerja kolaboratif yang sistematis dan konsisten, sehingga menjadi inspirasi nasional.", “Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang efektif, desa bisa mandiri secara ekonomi. Ini bagian dari ikhtiar membangun keadilan sosial tanpa selalu bergantung pada bantuan eksternal,” jelasnya. KH. Lili menambahkan bahwa pendekatan infak desa Baznas Ciamis telah menjadi model nasional, bahkan sudah terdokumentasi dalam buku bersama Baznas Pusat dan Baznas DKI Jakarta. “Banyak daerah telah datang belajar ke sini, termasuk sebelumnya dari Provinsi Jambi. Kami membangun sistem yang benar-benar berjalam, bukan hanya konsep di atas kertas,” tegasnya. Testimoni Untuk BAZNAS Kabupaten Ciamis dari BAZNAS kota Padang H. Yuspardi, S.Si. ,Ketua Baznas Kota Padang , mengungkapkan kekagumannya terhadap pendekatan Baznas Ciamis dalam mengoptimalkan potensi infak langsung dari akar rumput.“Pengelolaan infak di Ciamis luar biasa. Manfaatnya sangat terasa, terutama untuk anak-anak dan masyarakat desa. Di Padang, infak masih didominasi dari masjid dan ASN, sekitar Rp18–19 miliar per tahun. Kami ingin mengembangkan pola baru seperti yang diterapkan Baznas Ciamis,” ujar Yuspardi. Ia menyebut strategi infak desa yang diterapkan Baznas Ciamis sangat terstruktur dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, sehingga menciptakan dampak sosial yang merata. “Kami tidak ingin kunjungan ini berhenti di sini. Kami harap ke depan bisa terjalin kolaborasi antar-Baznas untuk memperkuat tata kelola zakat di masing-masing daerah,” tambahnya.
BERITA21/07/2025 | asaginewsbee.blogspot.com
BAZNAS Ciamis, Terima Kunjungan Study Tiru BAZNAS Padang, Paparkan Inovasi Zakat Berbasis Desa
BAZNAS Ciamis, Terima Kunjungan Study Tiru BAZNAS Padang, Paparkan Inovasi Zakat Berbasis Desa
BAZNAS CIAMIS,- Kiprah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Hal ini memicu BAZNAS daerah lain untuk meniru inovasi dan strategi apa yang di jalankan BAZNAS Ciamis dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah. Baru - baru ini, Baznas Ciamis menerima kunjungan Studi Tiru dari BAZNAS Kota Padang dalam upaya mendalami strategi infak berbasis desa yang terbukti efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat, Rabu, 16/07/2025. Yuspardi juga mengatakan bahwa strategi infak desa yang diterapkan Baznas Ciamis sangat terstruktur dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, sehingga menciptakan dampak sosial yang merata. Dalam kunjungan itu, rombongan Baznas Kota Padang yang terdiri atas enam orang tiga pimpinan, satu sekretaris, dan dua staf melakukan diskusi intensif dengan jajaran Baznas Ciamis, menggali praktik terbaik dan inovasi yang telah di jalankan. Ketua Baznas Ciamis, H. Lili Miftah, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan program infak berbasis desa di Ciamis merupakan hasil kerja kolaboratif yang sistematis dan konsisten, sehingga menjadi inspirasi nasional. H. Lili menambahkan bahwa pendekatan infak desa Baznas Ciamis telah menjadi model nasional, bahkan sudah terdokumentasi dalam buku bersama Baznas Pusat dan Baznas DKI Jakarta. Sejak 2005, penghimpunan dana di Baznas Ciamis terus meningkat pesat. Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhannya bahkan melampaui 100 persen, membuka lebih banyak ruang untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
BERITA21/07/2025 | patroli88investigasi.com
'Kuli-Kuli Allah' Kumpulkan Kencleng Rp 22 Miliar di Ratusan Desa Ciamis, Ini Manfaatnya untuk Desa
'Kuli-Kuli Allah' Kumpulkan Kencleng Rp 22 Miliar di Ratusan Desa Ciamis, Ini Manfaatnya untuk Desa
BAZNAS CIAMIS,- Uang recehan kencleng penduduk desa di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mencapai miliaran rupiah. Infak dari program Kenclengisasi Unit Pengumpul Zakat Desa Ciamis Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) tersebut bahkan berhasil mengumpulkan dana dari Rp 22 miliar dalam jangka waktu satu tahun. Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS-DSKL Baznas RI, Muhammad Hasbi Zaenal menjelaskan, Kenclengisasi merupakan program Baznas Ciamis yang baru dimulai pada 2023. Program ini timbul dari adanya inisiatif Baznas Ciamis untuk melayani masyarakat Ciamis dengan mengganti sistem konter menjadi sistem celengan di setiap rumah. Hasbi mengatakan, UPZ di Ciamis sendiri telah dibentuk secara serentak di seluruh desa Ciamis yakni sebanyak 258 desa. Setelah menghadirkan UPZ di setiap desa, Baznas kemudian membuat prosedur dan tata cara pengelolaannya. UPZ desa sebenarnya mengawali program ini dengan cara pulling di mana masyarakat diminta datang ke konter kemudian memberi donasi kepada petugas UPZ desa. Pada 2023, sistem tersebut berubah menjadi Kenclengisasi. Hasbi menyebutkan bahwa perubahan sistem tersebut didasari karena masyarakat merasa belum mendapatkan pelayanan yang mudah. asbi menjelaskan dalam menunjang kenclengisasi ini, UPZ Desa berkoordinasi dengan tiap RT untuk menunjuk kolektor yang bertugas meletakkan dan menghimpun celengan. Setiap rumah diberikan dua celengan oleh para kolektor. Hasbi menjelaskan, dua celengan tersebut akan diambil dan diletakkan secara bergantian dalam keadaan tersegel. Hasbi menambahkan pengumpulan celengan ini dilakukan sebulan sekali pada awal atau akhir bulan, tergantung dari masing-masing UPZ desa. Setelah kolektor mengumpulkan celengan, dana yang dihimpun akan dihitung pada tingkat RT di RW setempat. Selanjutnya, dana tersebut kembali dihimpun dan dihitung di UPZ desa untuk tingkat desa. Setelah dihitung di tiap desa, UPZ Desa kemudian menyerahkan hasil infaq ke Baznas Ciamis. Di Baznas Kabupaten Ciamis, infaq yang terhimpun akan dicatat dan dihitung kembali menggunakan mesin hitung dengan memakan waktu tiga hari termasuk proses pencairan. Hasil dari pencairan oleh Baznas Ciamis akan diberikan secara utuh kepada tiap desa yang akan memberikan hasil kencleng ke setiap RT. Dana tersebut dapat didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Hasbi menjelaskan bahwa Ciamis sendiri melalui program Kenclengisasi berhasil mendapatkan Rp 2 miliar dari seluruh desa tiap bulan yang kemudian dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan di setiap desa. Tak hanya menyelesaikan permasalahan di desa sendiri, Hasbi menjelaskan bahwa jika suatu desa tergolong sejahtera dan memiliki sisa dana lebih maka dapat didistribusikan atau dialihkan ke desa lain yang membutuhkan. Dengan syarat, dana tersebut telah mengendap atau tidak digunakan selama tiga bulan. Lain halnya dengan kebutuhan pendayagunaan seperti kebutuhan modal usaha. Waktu yang dibutuhkan untuk pengendapan dana zakat selama enam bulan. Setelah itu, dana tersebut baru dapat dicairkan. Untuk pemberian infaq kepada yang membutuhkan, Hasbi menyebutkan bahwa UPZ desa merujuk pada rekomendasi tiap RT. Sesuai dengan data yang ada, bantuan akan diberikan atau direkomendasikan kepada Baznas Ciamis jika dana sedang tidak tersedia. Hasbi menerangkan bahwa cara ini dilakukan guna menguatkan posisi desa yang tidak sekedar sebagai pengumpul celengan tetapi juga memiliki kelembagaan. Hasbi menjelaskan bahwa BAZNAS Ciamis sendiri merupakan sistem yang tersentralisasi, sehingga tersentral di satu UPZ desa di tiap desanya. Disampaikan oleh Hasbi, sistem pengelolaan tersebut juga bagian dari hak BAZNAS Kabupaten sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 2014 dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat yang mengatur pelaksanaan zakat. UPZ desa juga berperan sebagai pendistributor dana zakat. Hasbi menyebutkan bahwa setelah penyaluran, masyarakat yang mendapatkan zakat akan dicatat oleh Baznas Kabupaten Ciamis. Hasbi menyebutkan bahwa ini merupakan teknik satu pintu. Hasbi juga menghimbau bahwa dengan pelayanan satu pintu ini diupayakan agar masyarakat dari RT dan RW tidak perlu mendatangi Baznas, karena ujung tombak mereka adalah UPZ Desa. Ia juga menjelaskan bahwa hanya UPZ Desa yang memiliki hak untuk berhubungan dengan Baznas Ciamis. Hasbi menyebutkan, tiap UPZ Desa memiliki empat hingga lima petugas amil. Ia merasa kagum dengan yang dilakukan oleh Baznas dan UPZ Desa Ciamis. Sebelum menjadi anggota UPZ Desa, Baznas Ciamis melakukan pembinaan mental amil UPZ Desa yang menekankan bahwa ini adalah gerakan dakwah. Hasbi menyebutkan bahwa mereka melihat ini sebagai bagian dari profesi kuli-kuli Allah SWT yang bekerja karena Allah SWT. Hasbi mengungkapkan, yang memantik semangat para petugas amil tersebut bukanlah nominal. Mereka sadar hasil dari yang mereka lakukan memiliki dampak untuk menyelesaikan permasalahan di desa mereka sendiri. Bagi Hasbi, ini juga akan menjadi amal jariah. Hasbi menegaskan, program Kenclengisasi ini melayani semua umat Islam, baik itu muzakki (orang yang wajib membayar infaq), munfiq (orang yang berinfaq) termasuk fakir miskin juga dapat berinfaq, dan mushaddiq (orang yang bersedekah). Saat ini, Hasbi memperinci sudah ada sebanyak 17 ribu dari 80 ribu desa seluruh Indonesia yang sudah memulai program yang sama. Hanya saja, program tersebut baru sebatas pembentukan UPZ desa, belum terkoordinir secara masif dan tersistem seperti Ciamis. Ketua Baznas Kabupaten Ciamis Lili Miftah mengatakan, program kenclengisasi bermula dari gagasan untuk membangun sistem pengumpulan infak yang ringan, tidak membebani masyarakat, namun berkelanjutan, ujar dia seperti dilansir dari laman kabciamis.baznas.go.id. Program ini mendorong warga menyisihkan uang receh hasil kembalian belanja seperti Rp 500 atau Rp1.000 ke dalam celengan rumah tangga. Jika dijalankan secara masif, potensi dananya luar biasa. Bahkan, desa yang sebelumnya hanya mengumpulkan Rp1,5 juta per bulan kini mampu meraih hingga Rp10 juta. Meski menghadapi tantangan teknis seperti menghitung banyaknya koin, Baznas Ciamis telah mengantisipasinya dengan mesin penghitung uang logam. Hingga kini, program ini telah menyentuh angka Rp 11 miliar, dengan Rp7 miliar di antaranya berasal dari infaq desa hanya dalam waktu empat bulan. BAZNAS Ciamis sendiri, kata dia, menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp 25 miliar pada tahun 2025, meningkat dari pencapaian Rp22 miliar lebih di tahun sebelumnya.
BERITA21/07/2025 | khazanah.republika.co.id
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat