Berita Terbaru
BAZNAS Kabupaten Ciamis Memboyong 4 Penghargaan di Ajang BAZNAS Awards 2025 Tingkat Nasional
JAKARTA,- Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Ciamis menorehkan prestasi gemilang kembali dengan meraih empat penghargaan sekaligus dalam berbagai kategori bergengsi BAZNAS Awards 2025 tingkat nasional. Acara penganugerahan ini digelar di Jakarta pada Kamis (28/8/2025).
Adapun kategori penghargaan yang behasil diraih yaitu:
Bupati Ciamis sebagai Kepala Daerah Pendukung Digitalisasi Zakat
BAZNAS Kabupaten Ciamis sebagai Special Award Pengumpulan UPZ Desa Terbaik
Camat Kecamatan Baregbeg sebagai Camat Pendukung Zakat Terbaik
Kepala Desa Cisontrol Kecamatan Rancah sebagai Kepala Desa Pendukung Zakat Terbaik
Penghargaan ini menunjukan sinergi yang kuat antara Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis dan BAZNAS Kabupaten Ciamis dalam membangun Gerakan zakat, infak dan sedekah. Atas komitmen dan dukungannya dalam menggalakkan digitalisasi zakat di Kabupaten Ciamis, sehingga memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakat, dukungan penuh dari Camat Baregbeg terhadap Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di desanya yang berhasil meraih predikat terbaik dalam pengumpulan zakat dan Kepala Desa Cisontrol atas perannya yang sangat proaktif dalam mendukung program-program zakat, sehingga kesadaran masyarakat untuk berzakat di desanya meningkat pesat.
Dalam kesempatan tersebut, hadir langsung Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis Drs. H. Lili Miftah, MBA, didampingi Sekretaris Kikin Muttaqin, S.Pd., M.Pd. Tak hanya itu, Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, MM yang diwakili oleh Ihsan Rasyad, AKS.MM, yang hadir mewakili pemerintah daerah serta Camat Baregbeg H. Dede Hendara S.IP dan Kepala Desa Cisontrol Kecamatan Rancah, Bapak Waryono juga turut hadir untuk menyaksikan momen bersejarah ini
Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Drs. H. Lili Miftah, MBA, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas dukungan semua pihak. "Penghargaan ini adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi yang luar biasa. Ini bukan hanya milik BAZNAS, tetapi juga milik seluruh masyarakat Ciamis," ungkapnya.
Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan pelayanan. Kami berharap, BAZNAS Ciamis dapat terus menjadi jembatan kebaikan yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah untuk membantu lebih banyak lagi saudara-saudara kita yang membutuhkan.(Humas BAZNAS Ciamis)
BERITA28/08/2025 | Humas Baznas
BAZNAS RI Luncurkan AAZRI, Perkuat Peran Amil Demi Optimalisasi Potensi Zakat Nasional
JAKARTA-, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi meluncurkan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI), sebagai upaya memperkuat peran amil dari pusat hingga desa. Penguatan peran amil diharapkan dapat mengoptimalkan potensi zakat nasional, guna mendukung pencapaian program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.
Peluncuran AAZRI dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta, Selasa (26/8/2025). Acara tersebut dihadiri Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, serta diikuti 1.200 peserta dari BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. mengatakan, pembentukan AAZRI merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk memperkuat peran amil sekaligus mendukung pencapaian program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.
"Hari ini, BAZNAS meresmikan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI) dari pusat hingga desa. Jika tiap desa ada lima amil, dikalikan 80 ribu desa, jumlahnya sekitar 400 ribu amil. Ditambah yang ada di kota dan provinsi, total bisa mencapai satu juta amil," ujar Kiai Noor.
Ia menambahkan, ide pembentukan AAZRI ini lahir melalui konsultasi dengan Menteri Agama RI. Menurutnya, semakin banyak jumlah amil zakat, semakin besar pula peluang pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah di masyarakat.
"Target yang sudah ditetapkan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), insya Allah Rp66 triliun akan kita capai pada tahun 2026. Syukur nanti terus meningkat, karena seperti disampaikan Pak Menteri, masih banyak sumber dana zakat yang belum kita raih. Dengan semakin banyaknya amil, akan semakin banyak pula orang yang bekerja mengumpulkan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya," ungkapnya.
Lebih lanjut, Kiai Noor menekankan, AAZRI tidak hanya menjadi wadah formal, tetapi juga sarana penguatan kapasitas dan integritas para amil di seluruh Indonesia. Dengan keberadaan AAZRI, diharapkan mampu menggerakkan potensi besar zakat di Indonesia agar lebih optimal dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan rakyat.
"Insya Allah mudah-mudahan ini menjadi bagian yang tak terpisahkan bagaimana kita semuanya berperan aktif dalam rangka untuk mendukung Asta Cita," ucap Kiai Noor.
Sementara, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, yang hadir dalam acara tersebut, turut menyambut baik peluncuran AAZRI. Menurutnya, langkah BAZNAS membentuk asosiasi amil zakat akan memberikan dampak besar bagi kemajuan bangsa.
"AAZRI ini diperkirakan jumlahnya mencapai 1 juta orang. Jika hal itu tercapai, dan masing-masing amil mampu mengumpulkan dana Rp10 juta, berarti akan terkumpul Rp10 triliun. Dana tersebut akan langsung digunakan untuk kepentingan masyarakat di daerah-daerah," kata Muzani.
Ia menilai kerja para amil zakat merupakan pekerjaan yang sangat mulia dan memiliki nilai strategis dalam membangun bangsa. "Oleh karena itu, pekerjaan ini adalah pekerjaan yang mulia, luhur, dan luar biasa. Inilah pahlawan-pahlawan Indonesia menjelang 100 tahun Republik Indonesia," tegasnya.
Muzani juga menambahkan, apa yang dilakukan BAZNAS merupakan bentuk nyata pemanfaatan otoritas negara untuk membantu rakyat dan mempercepat pencapaian tujuan negara dalam menyejahterakan rakyat.
“Apa pencapaian tujuan bernegara itu? negara yang kuat, bukan hanya karena tentaranya atau polisinya yang kuat, melainkan juga karena rakyatnya kuat: rakyat tanpa utang, rakyat yang sehat, rakyat yang kenyang, dan rakyat yang memiliki pekerjaan,” ucap Muzani.
BERITA27/08/2025 | Humas Baznas
Optimalkan Dana ZIS, BAZNAS RI Luncurkan UPZ Desa Seluruh Indonesia
JAKARTA,- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa seluruh Indonesia mengoptimalkan pengelolaan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS).
UPZ Desa merupakan satuan organisasi yang dibentuk oleh BAZNAS untuk membantu pengumpulan zakat baik di lingkungan desa maupun kelurahan.
Peluncuran UPZ Desa dilaksanakan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan BAZNAS Award 2025 dengan tema “Menguatkan BAZNAS, Mendukung ASTACITA”, di Jakarta, Selasa (26/08/2025).
"Pada hari ini kita luncurkan UPZ Desa seluruh Indonesia dalam rangka untuk mengoptimalkan dana zakat, infak dan sedekah agar betul-betul sesuai dengan tiga prinsip Aman BAZNAS, yakni Aman Syar'i, Aman Regulasi dan Aman NKRI," kata Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH Noor. Achmad MA.
Kiai Noor menambahkan, kehadiran UPZ Desa seluruh Indonesia memiliki dampak yang sangat besar bagi pengelolaan zakat di Indonesia.
Hingga saat ini, kata Kiai Noor, telah terdaftar sebanyak 2.536 UPZ kecamatan, 12.728 UPZ desa/kelurahan, dan 41.504 UPZ masjid
“Semua UPZ tersebut mempunyai tugas untuk menghimpun dan mengelola dana ZIS,” kata Kiai Noor.
Menurut Kiai Noor, potensi penghimpunan UPZ Desa juga sangat besar karena masih banyak desa atau kelurahan di seluruh Indonesia, yang akan dibentuk UPZ. Sehingga diharapkan dapat terus mengoptimalkan perannya agar semakin banyak umat terlayani dalam melaksanakan zakat dan semakin banyak mustahik yang menerima manfaat.
"Dengan adanya Rakornas dan BAZNAS Award 2025, kami berharap seluruh UPZ dapat meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam pengelolaan zakat, sehingga dapat memberikan kebermanfaatan nyata bagi umat," pungkasnya.
BERITA26/08/2025 | Humas Baznas
Bangun Kemandirian Umat, BAZNAS Kabupaten Ciamis Resmikan Kampung Zakat ke-7 di Desa Pusakasari
Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis meresmikan Kampung Zakat ke-7 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Pusakasari, Kecamatan Cipaku, pada Selasa (19/8/2025).
Peresmian ini merupakan bagian dari upaya sinergis antara Kemenag dan BAZNAS Kabupaten Ciamis dalam mengoptimalkan potensi zakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, H. Lili Miftah, menekankan pentingnya peran zakat, infak dan sedekah sebagai instrumen pengentasan kemiskinan.
“Zakat, Infak dan sedekah bukan hanya kewajiban, tetapi juga sebagai patuhnya seorang hamba kepada tuhan dan mengantarkan yang fakir 8 asnaf hidupnya menjadi cukup dan yang cukup di dorong supaya menjadi aghni,” ungkapnya
“Adanya Kampung Zakat ini, kita bisa memastikan yang pertama di prioritaskan itu untuk mengentaskan kemiskinan ekstrim dan stunting" tambah H. Lili.
Diluncurkannya Desa Pusakasari sebagai Kampung Zakat ke-7, diharapkan kesadaran masyarakat dalam berzakat, infak dan sedekah semakin meningkat.
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, perangkat desa, serta perwakilan dari Kemenag.
Launching Kampung Zakat ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Bupati Ciamis dan diresmikan langsung dengan penggunting pita di kantor UPZ Desa Pusakasari.
BERITA19/08/2025 | Humas Baznas
Setiap Rumah di Ciamis Punya Dua Celengan, Infaq Terkumpul Capai Rp 22 Miliar
BAZNAS CIAMIS,-Inovasi pengumpulan dana infak melalui program Kenclengisasi yang dijalankan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis membuahkan hasil signifikan.Dalam waktu satu tahun sejak diluncurkan pada 2023, program ini berhasil menghimpun dana infak hingga Rp 22 miliar dari masyarakat desa.Program Kenclengisasi dirancang untuk memudahkan warga dalam berdonasi tanpa harus datang langsung ke konter.Setiap rumah diberikan dua celengan yang kemudian dikelola oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) desa.Celengan tersebut dikumpulkan secara rutin setiap bulan dalam kondisi tersegel, lalu diganti dengan celengan kosong yang baru.Sebanyak 258 desa di Ciamis telah memiliki UPZ yang bekerja sama dengan ketua RT dalam menunjuk kolektor celengan.Proses pengumpulan dilakukan mulai dari tingkat RT, lalu dihitung kembali di tingkat desa, sebelum akhirnya diserahkan ke Baznas Kabupaten untuk dilakukan perhitungan ulang menggunakan mesin.Seluruh proses ini biasanya berlangsung selama tiga hari hingga dana bisa dicairkan.Keunikan dari sistem ini adalah seluruh hasil infak yang terkumpul dikembalikan ke desa masing-masing.Dana tersebut kemudian disalurkan kepada warga yang membutuhkan sesuai rekomendasi RT setempat.Dengan mekanisme ini, desa tidak hanya berfungsi sebagai pengumpul dana, tetapi juga sebagai pengelola dan penyalur infak secara langsung.Baznas Ciamis mencatat bahwa rata-rata pengumpulan infak dari seluruh desa mencapai Rp 2 miliar per bulan.Dalam beberapa kasus, desa yang tergolong sejahtera dan memiliki sisa dana tidak terpakai selama tiga bulan dapat mengalihkan dananya ke desa lain yang lebih membutuhkan. Untuk pendayagunaan seperti permodalan usaha, proses pencairan memerlukan waktu tunggu selama enam bulan. Seluruh pengelolaan program ini berjalan sesuai dengan ketentuan hukum, yakni Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 dan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Zakat.Dengan penguatan peran UPZ di tingkat desa, pengelolaan zakat dan infak dapat dilakukan secara terstruktur, transparan, dan dekat dengan masyarakat.Keberhasilan program Kenclengisasi di Ciamis menjadi contoh nyata bahwa inovasi lokal berbasis komunitas mampu menciptakan dampak besar dalam pengelolaan dana umat.Konsep sederhana namun sistematis ini menunjukkan bahwa peran aktif warga dan struktur RT-RW masih sangat relevan dalam pembangunan sosial berbasis zakat dan infak di tingkat akar rumput.Ciamis kini menjadi rujukan nasional dalam pengelolaan zakat berbasis desa, dengan pendekatan yang partisipatif, efisien, dan memberdayakan.Model ini dinilai dapat direplikasi di daerah lain untuk memperkuat tata kelola zakat yang lebih dekat dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
BERITA22/07/2025 | www.idncitizen.com
Baznas Ciamis BUka Donasi Untuk Bayi Felisha,Drita Pusar Membesar Butuh Biaya Operasi 40 Juta
BAZNAS CIAMIS,- BAZNAS Kabupaten Ciamis Kepedulian terhadap sesama tak selalu harus diwujudkan dalam bentuk besar, tindakan kecil yang konsisten dan ikhlas justru bisa memberikan dampak luar baisa. seperti yang kini dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis melalui gerakan donasi terbuka untuk membantu bayi felisha, balita dari keluarga prasejahtera yang menderita pembesaran pada pusarnya (hernia umbulikalis) dan memerlukan operasi segera."Felisha merupakan anak dari warga kurang mampu.ayahnya hanya seorang penjaga toko kelontong milik oranglain, Sementara ibunya ibu rumah tangga biasa, mereka tidak memiliki cukup penghasilan untuk membiayai tindakan medis ini,"ungkap amas saat dihubungi via pesan singkat selasa,(24/06/2025) dijelaskan amas setiap hari,orangtua felisha menyaksikan pusar putri kecil mereka semakin membesar. Kondisi tersebut disertai rasa khawatir yang terus menghantui karena keterbatasan ekonomi membuat mereka tak kunjung membawa felisha ke meja operasi, padahal, tindakan medis segera sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. melalui penggalangan dana ini, kami ingin mengetuk hati masyarakat ciamis dan sekitarnya untuk bersama-sama membantu meringankan beban keluarga felisha. Selama ini juga Baznas ciamis telah memfalisitasi bayi felisha untuk kebutuhan kontrol, dan kebutuhan susu formula, sebab malangnya asi ibunya tidak keluar. "Dana zakat yang kami kelola terbatas, sementara permintaan bantuan semakin banyak. karena itu, kami mengajak publik untuk ikut berpartisipasi dalam aksi kebaikan ini. Setiap rupiah yang disumbangkan sangat berarti" Tambah amas.
BERITA22/07/2025 | www.radarkriminal.com
Baznas Kota Padang Studi Tiru ke Ciamis, Kagumi Inovasi Infak Berbasis Desa
BAZNAS CIAMIS,-Kiprah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Terbaru, Baznas Kota Padang melakukan studi tiru ke Ciamis, Rabu (16/7/2025), guna mendalami strategi infak berbasis desa yang terbukti efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat.Ketua Baznas Kota Padang Yuspardi, mengungkapkan kekagumannya terhadap pendekatan Baznas Ciamis dalam mengoptimalkan potensi infak langsung dari akar rumput.“Pengelolaan infak di Ciamis luar biasa. Manfaatnya sangat terasa, terutama untuk anak-anak dan masyarakat desa. Di Padang, infak masih didominasi dari masjid dan ASN, sekitar Rp18–19 miliar per tahun. Kami ingin mengembangkan pola baru seperti yang diterapkan Baznas Ciamis,” ujar Yuspardi.Ia menyebut strategi infak desa yang diterapkan Baznas Ciamis sangat terstruktur dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, sehingga menciptakan dampak sosial yang merata.“Kami tidak ingin kunjungan ini berhenti di sini. Kami harap ke depan bisa terjalin kolaborasi antar-Baznas untuk memperkuat tata kelola zakat di masing-masing daerah,” tambahnya.Dalam kunjungan itu, rombongan Baznas Kota Padang yang terdiri atas enam orang tiga pimpinan, satu sekretaris, dan dua staf melakukan diskusi intensif dengan jajaran Baznas Ciamis, menggali praktik terbaik dan inovasi yang telah dijalankan.Ketua Baznas Ciamis, KH. Lili Miftah, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan program infak berbasis desa di Ciamis merupakan hasil kerja kolaboratif yang sistematis dan konsisten, sehingga menjadi inspirasi nasional.“Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang efektif, desa bisa mandiri secara ekonomi. Ini bagian dari ikhtiar membangun keadilan sosial tanpa selalu bergantung pada bantuan eksternal,” jelasnya.KH. Lili menambahkan bahwa pendekatan infak desa Baznas Ciamis telah menjadi model nasional, bahkan sudah terdokumentasi dalam buku bersama Baznas Pusat dan Baznas DKI Jakarta.“Banyak daerah telah datang belajar ke sini, termasuk sebelumnya dari Provinsi Jambi. Kami membangun sistem yang benar-benar berjalam, bukan hanya konsep di atas kertas,” tegasnya.Sejak 2005, penghimpunan dana di Baznas Ciamis terus meningkat pesat. Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhannya bahkan melampaui 100 persen, membuka lebih banyak ruang untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.“Semakin besar dana yang terhimpun, semakin luas pula manfaat yang bisa kami berikan. Semangat kami adalah memaksimalkan potensi lokal demi kesejahteraan umat,” tutup KH. Lili.
BERITA21/07/2025 | fokusjabar.id
Baznas Ciamis Jadi Panutan Nasional, Inspirasi Inovasi Infak Desa
BAZNAS CIAMIS,-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis terus menorehkan prestasi sebagai pelopor inspirasi inovasi infak desa.Pada Rabu (16/7/2025), Baznas Kota Padang melakukan kunjungan studi banding untuk mempelajari model pengelolaan zakat dan infak berbasis desa yang telah membawa Ciamis menjadi rujukan nasional.Program inspirasi inovasi infak desa yang dikembangkan Baznas Ciamis bukan sekadar pengumpulan dana, melainkan strategi pemberdayaan yang mendorong kemandirian desa.program ini bertujuan menciptakan keadilan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.inovasi infak desa ini adalah gotong royong yang transparan dan akuntabel.Pendekatan ini telah terbukti menciptakan dampak nyata, baik secara sosial maupun ekonomi, di kalangan masyarakat desa.Bahkan, model ini diakui dalam buku panduan zakat nasional terbitan Baznas RI, menjadikan Ciamis sebagai panutan dalam pengelolaan zakat berbasis desa.Sejak 2005, Baznas Ciamis konsisten mencatatkan pertumbuhan penghimpunan zakat dan infak yang signifikan, dengan tren kenaikan lebih dari 100% dalam beberapa tahun terakhir.Keberhasilan ini tidak lepas dari pendekatan inspirasi inovasi infak desa, yang mengedepankan jejaring kuat hingga tingkat desa.Struktur pengelolaan yang rapi dan dukungan masyarakat menjadi kunci keberhasilan yang kini menginspirasi daerah lain.Rombongan Baznas Kota Padang, yang dipimpin Ketua Yuspardi, mengaku kagum dengan pendekatan Ciamis.Meskipun Baznas Padang telah menghimpun zakat Rp18–19 miliar per tahun dari ASN dan masjid, mereka menilai potensi desa sebagai sumber pengelolaan zakat belum tergarap maksimal.Yuspardi menilai, inspirasi inovasi infak desa dari Ciamis luar biasa. Pengelolaannya rapi dan mendapat dukungan penuh masyarakat.Diskusi selama kunjungan mencakup strategi pelaporan keuangan, kolaborasi dengan pemerintah desa, dan edukasi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran berinfak.Baznas Padang berencana mengadopsi pendekatan penggalangan dana non-ASN dan memperluas jaringan zakat hingga ke tingkat kelurahan.Sebagai simbol kolaborasi, Baznas Ciamis menyerahkan buku panduan inspirasi inovasi infak desa kepada rombongan Padang.Dokumen ini diharapkan menjadi acuan bagi daerah lain untuk mengembangkan program serupa.Keberhasilan Baznas Ciamis menunjukkan bahwa inovasi infak desa mampu menjadi kekuatan baru dalam pembangunan daerah.Dengan pengelolaan yang transparan dan berbasis kemandirian lokal, program ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial.Kiprah Baznas Ciamis kini menjadi role model nasional, menginspirasi daerah lain untuk mengadopsi pendekatan serupa.Dengan semakin banyak yang mencontoh, inovasi infak desa berpotensi mengubah wajah pengelolaan zakat di Indonesia.
BERITA21/07/2025 | jabarupdate.id
Inovasi Zakat Baznas Ciamis Jadi Magnet Studi Banding, Bangun Diplomasi Antardaerah dalam Pemberdayaan Umat
BAZNAS CIAMIS,- Inovasi pengelolaan zakat dan infak yang digagas Baznas Kabupaten Ciamis tidak hanya berdampak di tingkat lokal, tetapi kini menjadi magnet baru bagi daerah lain yang ingin memperkuat sistem tata kelola zakat mereka.Terbaru, Baznas Kota Padang melakukan kunjungan studi banding ke Baznas Ciamis untuk belajar langsung praktik baik dalam pengembangan program infak berbasis desa, Rabu (16/07/2025).Kunjungan tersebut menegaskan posisi Baznas Ciamis sebagai pusat pembelajaran nasional dalam hal pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang inovatif dan berdampak. Dipimpin Ketua Baznas Kota Padang, Yuspardi, rombongan diterima langsung oleh Ketua Baznas Ciamis, H. Lili Miftah, beserta jajarannya.Menurut H. Lili Miftah, program Infak Desa yang dikembangkan Baznas Ciamis bukan sekadar inovasi teknis penghimpunan dana, tetapi juga sebuah pendekatan strategis untuk membangun kemandirian desa secara sosial dan ekonomi. Program tersebut bahkan telah tercatat dalam buku panduan zakat nasional yang disusun Baznas RI dan dibagikan ke berbagai daerah di Indonesia sebagai contoh praktik unggulan. Kunjungan Baznas Padang mempertegas pentingnya diplomasi zakat antardaerah. Bagi Baznas Ciamis, kunjungan seperti ini adalah momentum untuk membangun sinergi, berbagi praktik baik, dan memperkuat jaringan kelembagaan zakat di tingkat nasional. Diskusi yang berlangsung produktif ini mencakup berbagai aspek, mulai dari mekanisme pelaporan, strategi edukasi masyarakat, hingga kolaborasi dengan pemerintahan desa dalam mengelola dan menyalurkan dana umat. Sejak 2005, Baznas Ciamis menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam penghimpunan zakat dan infak. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan mencapai lebih dari 100 persen. Capaian ini menjadi fondasi kuat dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan secara lebih luas dan tepat sasaran. Dengan inovasi yang konsisten dan semangat berbagi praktik baik, Baznas Ciamis membuktikan bahwa pengelolaan dana zakat yang profesional dan berorientasi pemberdayaan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah. Ketua Baznas Padang, Yuspardi, mengaku kagum terhadap sistem yang diterapkan Baznas Ciamis, terutama dalam hal membangun struktur penghimpunan infak hingga ke tingkat desa. Ia juga menekankan pentingnya memperluas basis donatur dari masyarakat umum dan mendorong pelibatan aktif tokoh-tokoh lokal hingga tingkat kelurahan. Kunjungan tersebut ditutup dengan penyerahan buku panduan Infak Desa dari Baznas Ciamis kepada Baznas Padang. Dokumen ini diharapkan menjadi pedoman awal dalam membangun skema penghimpunan infak yang lebih masif dan terstruktur di daerah asal. Yuspardi menyatakan, kunjungan yang dilakukan bukan akhir, tetapi awal dari kolaborasi jangka panjang antara dua Baznas daerah untuk memperkuat pemberdayaan umat di wilayah masing-masing. Baznas Ciamis kini bukan sekadar lembaga amil zakat di tingkat kabupaten, tetapi telah tumbuh sebagai pusat inspirasi nasional dalam diplomasi zakat dan penguatan ekonomi umat berbasis desa.
BERITA21/07/2025 | lokacita.com
'Kuli-Kuli Allah' Kumpulkan Kencleng Rp 22 Miliar di Ratusan Desa Ciamis, Ini Manfaatnya untuk Desa
BAZNAS CIAMIS,- Uang recehan kencleng penduduk desa di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mencapai miliaran rupiah. Infak dari program Kenclengisasi Unit Pengumpul Zakat Desa Ciamis Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) tersebut bahkan berhasil mengumpulkan dana dari Rp 22 miliar dalam jangka waktu satu tahun. Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS-DSKL Baznas RI, Muhammad Hasbi Zaenal menjelaskan, Kenclengisasi merupakan program Baznas Ciamis yang baru dimulai pada 2023. Program ini timbul dari adanya inisiatif Baznas Ciamis untuk melayani masyarakat Ciamis dengan mengganti sistem konter menjadi sistem celengan di setiap rumah. Hasbi mengatakan, UPZ di Ciamis sendiri telah dibentuk secara serentak di seluruh desa Ciamis yakni sebanyak 258 desa. Setelah menghadirkan UPZ di setiap desa, Baznas kemudian membuat prosedur dan tata cara pengelolaannya. UPZ desa sebenarnya mengawali program ini dengan cara pulling di mana masyarakat diminta datang ke konter kemudian memberi donasi kepada petugas UPZ desa. Pada 2023, sistem tersebut berubah menjadi Kenclengisasi. Hasbi menyebutkan bahwa perubahan sistem tersebut didasari karena masyarakat merasa belum mendapatkan pelayanan yang mudah. asbi menjelaskan dalam menunjang kenclengisasi ini, UPZ Desa berkoordinasi dengan tiap RT untuk menunjuk kolektor yang bertugas meletakkan dan menghimpun celengan. Setiap rumah diberikan dua celengan oleh para kolektor. Hasbi menjelaskan, dua celengan tersebut akan diambil dan diletakkan secara bergantian dalam keadaan tersegel. Hasbi menambahkan pengumpulan celengan ini dilakukan sebulan sekali pada awal atau akhir bulan, tergantung dari masing-masing UPZ desa. Setelah kolektor mengumpulkan celengan, dana yang dihimpun akan dihitung pada tingkat RT di RW setempat. Selanjutnya, dana tersebut kembali dihimpun dan dihitung di UPZ desa untuk tingkat desa. Setelah dihitung di tiap desa, UPZ Desa kemudian menyerahkan hasil infaq ke Baznas Ciamis. Di Baznas Kabupaten Ciamis, infaq yang terhimpun akan dicatat dan dihitung kembali menggunakan mesin hitung dengan memakan waktu tiga hari termasuk proses pencairan. Hasil dari pencairan oleh Baznas Ciamis akan diberikan secara utuh kepada tiap desa yang akan memberikan hasil kencleng ke setiap RT. Dana tersebut dapat didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Hasbi menjelaskan bahwa Ciamis sendiri melalui program Kenclengisasi berhasil mendapatkan Rp 2 miliar dari seluruh desa tiap bulan yang kemudian dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan di setiap desa. Tak hanya menyelesaikan permasalahan di desa sendiri, Hasbi menjelaskan bahwa jika suatu desa tergolong sejahtera dan memiliki sisa dana lebih maka dapat didistribusikan atau dialihkan ke desa lain yang membutuhkan. Dengan syarat, dana tersebut telah mengendap atau tidak digunakan selama tiga bulan. Lain halnya dengan kebutuhan pendayagunaan seperti kebutuhan modal usaha. Waktu yang dibutuhkan untuk pengendapan dana zakat selama enam bulan. Setelah itu, dana tersebut baru dapat dicairkan. Untuk pemberian infaq kepada yang membutuhkan, Hasbi menyebutkan bahwa UPZ desa merujuk pada rekomendasi tiap RT. Sesuai dengan data yang ada, bantuan akan diberikan atau direkomendasikan kepada Baznas Ciamis jika dana sedang tidak tersedia. Hasbi menerangkan bahwa cara ini dilakukan guna menguatkan posisi desa yang tidak sekedar sebagai pengumpul celengan tetapi juga memiliki kelembagaan. Hasbi menjelaskan bahwa BAZNAS Ciamis sendiri merupakan sistem yang tersentralisasi, sehingga tersentral di satu UPZ desa di tiap desanya. Disampaikan oleh Hasbi, sistem pengelolaan tersebut juga bagian dari hak BAZNAS Kabupaten sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 2014 dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat yang mengatur pelaksanaan zakat. UPZ desa juga berperan sebagai pendistributor dana zakat. Hasbi menyebutkan bahwa setelah penyaluran, masyarakat yang mendapatkan zakat akan dicatat oleh Baznas Kabupaten Ciamis. Hasbi menyebutkan bahwa ini merupakan teknik satu pintu. Hasbi juga menghimbau bahwa dengan pelayanan satu pintu ini diupayakan agar masyarakat dari RT dan RW tidak perlu mendatangi Baznas, karena ujung tombak mereka adalah UPZ Desa. Ia juga menjelaskan bahwa hanya UPZ Desa yang memiliki hak untuk berhubungan dengan Baznas Ciamis. Hasbi menyebutkan, tiap UPZ Desa memiliki empat hingga lima petugas amil. Ia merasa kagum dengan yang dilakukan oleh Baznas dan UPZ Desa Ciamis. Sebelum menjadi anggota UPZ Desa, Baznas Ciamis melakukan pembinaan mental amil UPZ Desa yang menekankan bahwa ini adalah gerakan dakwah. Hasbi menyebutkan bahwa mereka melihat ini sebagai bagian dari profesi kuli-kuli Allah SWT yang bekerja karena Allah SWT. Hasbi mengungkapkan, yang memantik semangat para petugas amil tersebut bukanlah nominal. Mereka sadar hasil dari yang mereka lakukan memiliki dampak untuk menyelesaikan permasalahan di desa mereka sendiri. Bagi Hasbi, ini juga akan menjadi amal jariah. Hasbi menegaskan, program Kenclengisasi ini melayani semua umat Islam, baik itu muzakki (orang yang wajib membayar infaq), munfiq (orang yang berinfaq) termasuk fakir miskin juga dapat berinfaq, dan mushaddiq (orang yang bersedekah). Saat ini, Hasbi memperinci sudah ada sebanyak 17 ribu dari 80 ribu desa seluruh Indonesia yang sudah memulai program yang sama. Hanya saja, program tersebut baru sebatas pembentukan UPZ desa, belum terkoordinir secara masif dan tersistem seperti Ciamis. Ketua Baznas Kabupaten Ciamis Lili Miftah mengatakan, program kenclengisasi bermula dari gagasan untuk membangun sistem pengumpulan infak yang ringan, tidak membebani masyarakat, namun berkelanjutan, ujar dia seperti dilansir dari laman kabciamis.baznas.go.id. Program ini mendorong warga menyisihkan uang receh hasil kembalian belanja seperti Rp 500 atau Rp1.000 ke dalam celengan rumah tangga. Jika dijalankan secara masif, potensi dananya luar biasa. Bahkan, desa yang sebelumnya hanya mengumpulkan Rp1,5 juta per bulan kini mampu meraih hingga Rp10 juta. Meski menghadapi tantangan teknis seperti menghitung banyaknya koin, Baznas Ciamis telah mengantisipasinya dengan mesin penghitung uang logam. Hingga kini, program ini telah menyentuh angka Rp 11 miliar, dengan Rp7 miliar di antaranya berasal dari infaq desa hanya dalam waktu empat bulan. BAZNAS Ciamis sendiri, kata dia, menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp 25 miliar pada tahun 2025, meningkat dari pencapaian Rp22 miliar lebih di tahun sebelumnya.
BERITA21/07/2025 | khazanah.republika.co.id
BAZNAS Ciamis, Terima Kunjungan Study Tiru BAZNAS Padang, Paparkan Inovasi Zakat Berbasis Desa
BAZNAS CIAMIS,- Kiprah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Hal ini memicu BAZNAS daerah lain untuk meniru inovasi dan strategi apa yang di jalankan BAZNAS Ciamis dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah. Baru - baru ini, Baznas Ciamis menerima kunjungan Studi Tiru dari BAZNAS Kota Padang dalam upaya mendalami strategi infak berbasis desa yang terbukti efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat, Rabu, 16/07/2025. Yuspardi juga mengatakan bahwa strategi infak desa yang diterapkan Baznas Ciamis sangat terstruktur dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, sehingga menciptakan dampak sosial yang merata. Dalam kunjungan itu, rombongan Baznas Kota Padang yang terdiri atas enam orang tiga pimpinan, satu sekretaris, dan dua staf melakukan diskusi intensif dengan jajaran Baznas Ciamis, menggali praktik terbaik dan inovasi yang telah di jalankan. Ketua Baznas Ciamis, H. Lili Miftah, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan program infak berbasis desa di Ciamis merupakan hasil kerja kolaboratif yang sistematis dan konsisten, sehingga menjadi inspirasi nasional. H. Lili menambahkan bahwa pendekatan infak desa Baznas Ciamis telah menjadi model nasional, bahkan sudah terdokumentasi dalam buku bersama Baznas Pusat dan Baznas DKI Jakarta. Sejak 2005, penghimpunan dana di Baznas Ciamis terus meningkat pesat. Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhannya bahkan melampaui 100 persen, membuka lebih banyak ruang untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
BERITA21/07/2025 | patroli88investigasi.com
H Lili Miftah Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis Menyambut Baik Kedatangan BAZNAS Kota Padang
BAZNAS CIAMIS,- BAZNAS Kabupaten Ciamis telah mendapatkan penghargaan sebagai penggerak zakat terbaik nasional dari BAZNAS RI. Penghargaan ini diberikan karena BAZNAS Kabupaten Ciamis dianggap berhasil dalam mengelola zakat dan menjadi contoh bagi daerah lain. Pada hari Rabu (16/7/2025) BAZNAS Kabupaten Ciamis menerima kunjungan dari BAZNAS Kota Padang dengan misi melakukan study tiru guna mendalami strategi infak berbasis desa yang terbukti efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat. Kh Lili Miftah saat di wawancarai di kantor BAZNAS Ciamis (16/7/2025) Lili menyampaikan " bahwa keberhasilan program infak berbasis desa di Ciamis merupakan hasil kerja kolaboratif yang sistematis dan konsisten, sehingga menjadi inspirasi nasional.", “Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang efektif, desa bisa mandiri secara ekonomi. Ini bagian dari ikhtiar membangun keadilan sosial tanpa selalu bergantung pada bantuan eksternal,” jelasnya. KH. Lili menambahkan bahwa pendekatan infak desa Baznas Ciamis telah menjadi model nasional, bahkan sudah terdokumentasi dalam buku bersama Baznas Pusat dan Baznas DKI Jakarta. “Banyak daerah telah datang belajar ke sini, termasuk sebelumnya dari Provinsi Jambi. Kami membangun sistem yang benar-benar berjalam, bukan hanya konsep di atas kertas,” tegasnya. Testimoni Untuk BAZNAS Kabupaten Ciamis dari BAZNAS kota Padang H. Yuspardi, S.Si. ,Ketua Baznas Kota Padang , mengungkapkan kekagumannya terhadap pendekatan Baznas Ciamis dalam mengoptimalkan potensi infak langsung dari akar rumput.“Pengelolaan infak di Ciamis luar biasa. Manfaatnya sangat terasa, terutama untuk anak-anak dan masyarakat desa. Di Padang, infak masih didominasi dari masjid dan ASN, sekitar Rp18–19 miliar per tahun. Kami ingin mengembangkan pola baru seperti yang diterapkan Baznas Ciamis,” ujar Yuspardi. Ia menyebut strategi infak desa yang diterapkan Baznas Ciamis sangat terstruktur dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, sehingga menciptakan dampak sosial yang merata. “Kami tidak ingin kunjungan ini berhenti di sini. Kami harap ke depan bisa terjalin kolaborasi antar-Baznas untuk memperkuat tata kelola zakat di masing-masing daerah,” tambahnya.
BERITA21/07/2025 | asaginewsbee.blogspot.com
BAZNAS Ciamis, Terima Kunjungan Study Tiru BAZNAS Padang, Paparkan Inovasi Zakat Berbasis Desa.
BAZNAS CIAMIS,- Kiprah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Hal ini memicu BAZNAS daerah lain untuk meniru inovasi dan strategi apa yang di jalankan BAZNAS Ciamis dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah. Baru – baru ini, Baznas Ciamis menerima kunjungan Studi Tiru dari BAZNAS Kota Padang dalam upaya mendalami strategi infak berbasis desa yang terbukti efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat, Rabu, 16/07/2025. Dalam kunjungan Study Tiru ini, Ketua Baznas Kota Padang, Yuspardi, mengungkapkan kekagumannya terhadap pendekatan Baznas Ciamis dalam mengoptimalkan potensi infak langsung dari akar rumput. “Pengelolaan infak di Ciamis luar biasa. Manfaatnya sangat terasa, terutama untuk anak-anak dan masyarakat desa. Di Padang, infak masih didominasi dari masjid dan ASN, sekitar Rp18–19 miliar per tahun, dan kami ingin mengembangkan pola baru seperti yang diterapkan Baznas Ciamis” ujar Yuspardi. Yuspardi juga mengatakan bahwa strategi infak desa yang diterapkan Baznas Ciamis sangat terstruktur dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, sehingga menciptakan dampak sosial yang merata. “Kami tidak ingin kunjungan ini berhenti di sini, dan kami harap ke depan bisa terjalin kolaborasi antar – Baznas untuk memperkuat tata kelola zakat di masing-masing daerah” tambahnya Dalam kunjungan itu, rombongan Baznas Kota Padang yang terdiri atas enam orang tiga pimpinan, satu sekretaris, dan dua staf melakukan diskusi intensif dengan jajaran Baznas Ciamis, menggali praktik terbaik dan inovasi yang telah di jalankan. Ketua Baznas Ciamis, H. Lili Miftah, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan program infak berbasis desa di Ciamis merupakan hasil kerja kolaboratif yang sistematis dan konsisten, sehingga menjadi inspirasi nasional. “Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang efektif, desa bisa mandiri secara ekonomi. Ini bagian dari ikhtiar membangun keadilan sosial tanpa selalu bergantung pada bantuan eksternal” jelasnya. H. Lili menambahkan bahwa pendekatan infak desa Baznas Ciamis telah menjadi model nasional, bahkan sudah terdokumentasi dalam buku bersama Baznas Pusat dan Baznas DKI Jakarta. “Banyak daerah telah datang belajar ke sini, termasuk sebelumnya dari Provinsi Jambi. Kami membangun sistem yang benar-benar berjalan, bukan hanya konsep di atas kertas” ucapnya. MSejak 2005, penghimpunan dana di Baznas Ciamis terus meningkat pesat. Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhannya bahkan melampaui 100 persen, membuka lebih banyak ruang untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. “Semakin besar dana yang terhimpun, semakin luas pula manfaat yang bisa kami berikan. Semangat kami adalah memaksimalkan potensi lokal demi kesejahteraan umat” tutup H. Lili.
BERITA21/07/2025 | brigadenews.co.id
Baznas Kota Padang Studi Tiru Ke Baznas Ciamis, Pelajari Strategi Penglolaan Zakat hingga Inovasi Infak Desa
BAZNAS CIAMIS,- Reputasi Badan Zakat Amil Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis dalam pengelolaan zakat dan pengembangan program infak berbasis desa kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. kali ini, Baznas Kota Padang melakukan kunjungan studi banding ke Baznas Ciamis untuk menggali praktik baik dalam tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya terkait inovasi pengumpulan infak di desa-desa. kunjungan yang dilaksanakan pada Rabu (16/07/2025) ini dipimpin langsung oleh Ketua Baznas Kota Padang, Yuspardi, bersama jajaran pimpinan dan sekertariat Baznas Padang. Rombongan disambut pleh Ketua Baznas Ciamis, H. Lili, beserta jajaran di Kantor Baznas Kabupaten Ciamis. Ketua Baznas Ciamis, H. Lili Miftah, menyambut baik kunjungan Baznas Padang dan menjelaskan bahwa pendekatan infak desa yang diterapkan ciamis bertujuan memberdayakan desa menjadi mandiri secara sosial dan ekonomi. H. Lili menambahkan, program infak desa di ciamis telah diakui secara nasional sebagai praktif inovatif, bahkan dijadikan contoh dalam buku panduan zakat nasional yang disusun oleh baznas pusat dan didistribusikan secara nasional.
BERITA21/07/2025 | dejurnal.com
Baznas Ciamis Menerima Kunjungan Studi Banding Baznas Padang, Sebuah Progres Menjadi Barometer
BAZNAS CIAMIS,-Inovasi pengelolaan zakat dan infak gagasan Baznas Kabupaten Ciamis tidak hanya berdampak di tingkat lokal. Tetapi kini menjadi magnet baru bagi daerah lain yang ingin memperkuat sistem tata kelola zakat mereka.Terbaru, Baznas Kota Padang melakukan kunjungan studi banding ke Baznas Ciamis untuk belajar langsung pengembangan program infak berbasis desa, Rabu (16/07/2025).Kunjungan tersebut menegaskan posisi Baznas Ciamis sebagai pusat pembelajaran nasional dalam hal pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang inovatif dan berdampak.Dengan pimpinan Ketua Baznas Kota Padang, Yuspardi, rombongan diterima langsung oleh Ketua Baznas Ciamis, H.Lili Miftah beserta jajarannya.program Infak Desa yang Baznas Ciamis kembangkan bukan sekadar inovasi teknis penghimpunan dana. Tetapi juga sebuah pendekatan strategis untuk membangun kemandirian desa secara sosial dan ekonomi.“Infak desa ini lahir dari kesadaran bahwa kekuatan umat harus dibangun dari akar rumput. Desa jangan terus bergantung pada bantuan dari luar. Melalui pengelolaan dana umat yang transparan dan akuntabel, masyarakat bisa berdaya dari dalam,Program tersebut bahkan telah tercatat dalam buku panduan zakat nasional yang disusun Baznas RI dan dibagikan ke berbagai daerah di Indonesia sebagai contoh praktik unggulan. Kunjungan Baznas Padang mempertegas pentingnya diplomasi zakat antar daerah. Bagi Baznas Ciamis, kunjungan seperti ini adalah momentum untuk membangun sinergi, berbagi praktik baik. Selain itu memperkuat jaringan kelembagaan zakat di tingkat nasional. Diskusi yang berlangsung produktif ini mencakup berbagai aspek, mulai dari mekanisme pelaporan, strategi edukasi masyarakat. Hingga kolaborasi dengan pemerintahan desa dalam mengelola dan menyalurkan dana umat.Sejak 2005, Baznas Ciamis menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam penghimpunan zakat dan infak. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan mencapai lebih dari 100 persen.Capaian ini menjadi pondasi kuat dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan secara lebih luas dan tepat sasaran.Dengan inovasi yang konsisten dan semangat berbagi praktik baik, Baznas Ciamis membuktikan bahwa pengelolaan dana zakat yang profesional dan berorientasi pemberdayaan, mampu menjawab tantangan pembangunan daerah.Ketua Baznas Padang, Yuspardi, mengaku kagum terhadap sistem yang Baznas Ciamis terapkan. Terutama dalam hal membangun struktur penghimpunan infak hingga ke tingkat desa.“Model Baznas Ciamis sangat aplikatif dan jelas dampaknya. Di Padang, kami sudah cukup kuat dalam penghimpunan zakat dari ASN dan masjid dengan nilai hingga Rp18–19 miliar per tahun,” ucapnya.“Tapi kami belum optimal menjangkau potensi infak desa. Inilah yang ingin kami pelajari lebih dalam,” sambung YuspardIa juga menekankan pentingnya memperluas basis donatur dari masyarakat umum dan mendorong pelibatan aktif tokoh-tokoh lokal hingga tingkat kelurahan. Kunjungan tersebut berakhir dengan penyerahan buku panduan Infak Desa dari Baznas Ciamis kepada Baznas Padang.Yuspardi menyatakan, kunjungan yang pihaknya lakukan bukan akhir. Tetapi awal dari kolaborasi jangka panjang antara dua Baznas daerah untuk memperkuat pemberdayaan umat di wilayah masing-masing.Baznas Ciamis kini bukan sekadar lembaga amil zakat di tingkat kabupaten. Melainkan telah tumbuh sebagai pusat inspirasi nasional dalam diplomasi zakat dan penguatan ekonomi umat berbasis desa.
BERITA20/07/2025 | www.radar24jam.com
Baznas Padang Gali Potensi ke Ciamis, Membangun Inovasi Berbasis Desa
BAZNAS CIAMIS,-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang melakukan kunjungan studi tiru ke Baznas Kabupaten Ciamis pada Rabu, 16 Juli 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk menggali wawasan dan strategi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya terkait keberhasilan inovasi infak desa yang telah menjadi unggulan Baznas Ciamis secara nasional.Baznas Ciamis selama ini dikenal sebagai pionir dalam penerapan program infak berbasis desa yang bukan hanya menekankan pada aspek penghimpunan dana, tetapi juga pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat desa. Rombongan Baznas Padang dipimpin langsung oleh Ketua Baznas Kota Padang, Yuspardi, dan diterima secara resmi oleh Ketua Baznas Ciamis, H. Lili Miftah, bersama jajaran.Infak Desa Ciamis: Menumbuhkan Keadilan Sosial Melalui Akar RumputDalam forum dialog yang hangat dan konstruktif, H. Lili Miftah memaparkan filosofi dasar dan praktik teknis dari program infak desa yang selama ini dijalankan Baznas Ciamis. Menurutnya, program ini dirancang untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat desa dalam membangun lingkungan yang berdaya, dengan semangat gotong royong dan pemerataan kesejahteraan.Keberhasilan program ini tidak hanya diakui secara lokal, tetapi telah tercantum dalam buku pedoman nasional zakat sebagai praktik terbaik yang direkomendasikan oleh Baznas pusat. Sejak diluncurkan pada 2005, kinerja penghimpunan ZIS Baznas Ciamis terus menunjukkan tren peningkatan signifikan, bahkan dalam beberapa tahun terakhir melampaui 100 persen pertumbuhan.Yuspardi, Ketua Baznas Kota Padang, mengungkapkan kekagumannya terhadap pola kerja yang terstruktur dan berdampak nyata di Ciamis. Ia menekankan bahwa pendekatan berbasis desa seperti yang diterapkan Baznas Ciamis sangat relevan untuk menjangkau potensi ZIS yang selama ini belum tergarap optimal di wilayah Kota Padang.Meski Baznas Padang telah berhasil menghimpun dana ZIS antara Rp18–19 miliar per tahun, sebagian besar berasal dari ASN dan masjid. Potensi ZIS dari masyarakat pedesaan dinilai masih belum sepenuhnya dimanfaatkan. Yuspardi pun menyoroti pentingnya kolaborasi erat dengan pemerintah daerah guna memperkuat sistem pengelolaan zakat yang terintegrasi.Pertemuan dua institusi zakat daerah ini berlangsung produktif. Beragam aspek penting dikaji bersama, mulai dari sistem akuntabilitas dan pelaporan, pola kolaborasi dengan aparatur desa, hingga pendekatan edukatif dalam menumbuhkan kesadaran berzakat di tengah masyarakat
Sinergi Lintas Daerah: Menuju Tata Kelola ZIS yang Berkelanjuta
.
BERITA20/07/2025 | tentarapolisi.id
Baznas Ciamis Bikin Kagum! Strategi Zakat Ala Kampung Ini Bikin Baznas Padang Datang Belajar
BAZNAS CIAMIS,- Bukan cuma terkenal dengan pesona alamnya, Ciamis ternyata juga punya jurus jitu dalam urusan zakat! Terbukti, Baznas Kota Padang sampai bela-belain datang jauh-jauh buat belajar langsung dari Baznas Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Bukan tanpa alasan, soalnya Baznas Ciamis udah jadi panutan nasional berkat ide cemerlangnya: program infak desa.Kunjungan ini terjadi pada Rabu, 16 Juli 2025. Rombongan dari Padang dipimpin langsung oleh Ketua Baznas-nya, Pak Yuspardi, dan mereka disambut hangat sama Ketua Baznas Ciamis, H. Lili Miftah beserta timnya.Dalam obrolan hangat itu, Pak Lili cerita soal program infak desa yang jadi andalan mereka. Gagasan utamanya simpel tapi dalam: desa harus bisa mandiri, jangan cuma bergantung dari bantuan luar. “Kita dorong masyarakat desa buat gotong royong lewat zakat dan infak. Dari situ, lahir kekuatan ekonomi lokal yang nyata,” kata beliau.Gak main-main, program ini sampai dimasukin ke buku panduan nasional zakat oleh Baznas pusat, dan disebar ke seluruh Indonesia! Sejak 2005, tren pengumpulan zakat dan infak di Ciamis terus naik, dan itu langsung berbanding lurus dengan makin banyaknya warga yang terbantu. Win-win banget,Pak Yuspardi sendiri ngaku kagum berat. Katanya, cara Baznas Ciamis menghimpun infak dari tingkat desa tuh keren banget. Rapi, terstruktur, dan yang paling penting: hasilnya kelihatan. “Ini yang belum optimal kami lakukan di Padang. Jadi kami ke sini buat banyak belajar,” ujarnya.Dia juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menguatkan pengelolaan zakat. Di Padang sendiri, per tahun mereka bisa kumpulin sekitar Rp18-19 miliar, kebanyakan dari ASN dan masjid. Tapi potensi luar biasa dari desa-desa masih belum tergarap maksimal, dan itu jadi PR ke depan.Selama kunjungan, mereka ngobrol panjang lebar. Bahas sistem pelaporan, kerja sama sama aparat desa, sampai cara edukasi ke masyarakat. Diskusinya santai tapi berbobot. Pak Yuspardi bilang mereka gak cuma pengen belajar, tapi juga pengen buka jalan kolaborasi antara Padang dan Ciamis. Biar sama-sama makin mantap dalam ngelola zakat dan infak.Sebagai penutup kunjungan, Baznas Ciamis ngasih kenang-kenangan berupa buku panduan infak desa ke tim Padang. Harapannya, buku itu bisa jadi panduan awal buat mereka ngejalanin program serupa di Sumatera Barat nanti.
BERITA19/07/2025 | suarasalira.com
Baznas Padang Gali Ilmu ke Ciamis: Membangun Inovasi ZIS Berbasis Desa
BAZNAS CIAMIS,-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang melakukan kunjungan studi tiru ke Baznas Kabupaten Ciamis pada Rabu, 16 Juli 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk menggali wawasan dan strategi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya terkait keberhasilan inovasi infak desa yang telah menjadi unggulan Baznas Ciamis secara nasional.Baznas Ciamis selama ini dikenal sebagai pionir dalam penerapan program infak berbasis desa yang bukan hanya menekankan pada aspek penghimpunan dana, tetapi juga pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat desa. Rombongan Baznas Padang dipimpin langsung oleh Ketua Baznas Kota Padang, Yuspardi, dan diterima secara resmi oleh Ketua Baznas Ciamis, H. Lili Miftah, bersama jajaran.Dalam forum dialog yang hangat dan konstruktif, H. Lili Miftah memaparkan filosofi dasar dan praktik teknis dari program infak desa yang selama ini dijalankan Baznas Ciamis. Menurutnya, program ini dirancang untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat desa dalam membangun lingkungan yang berdaya, dengan semangat gotong royong dan pemerataan kesejahteraan.Keberhasilan program ini tidak hanya diakui secara lokal, tetapi telah tercantum dalam buku pedoman nasional zakat sebagai praktik terbaik yang direkomendasikan oleh Baznas pusat. Sejak diluncurkan pada 2005, kinerja penghimpunan ZIS Baznas Ciamis terus menunjukkan tren peningkatan signifikan, bahkan dalam beberapa tahun terakhir melampaui 100 persen pertumbuhan.Yuspardi, Ketua Baznas Kota Padang, mengungkapkan kekagumannya terhadap pola kerja yang terstruktur dan berdampak nyata di Ciamis. Ia menekankan bahwa pendekatan berbasis desa seperti yang diterapkan Baznas Ciamis sangat relevan untuk menjangkau potensi ZIS yang selama ini belum tergarap optimal di wilayah Kota Padang.Meski Baznas Padang telah berhasil menghimpun dana ZIS antara Rp18–19 miliar per tahun, sebagian besar berasal dari ASN dan masjid. Potensi ZIS dari masyarakat pedesaan dinilai masih belum sepenuhnya dimanfaatkan. Yuspardi pun menyoroti pentingnya kolaborasi erat dengan pemerintah daerah guna memperkuat sistem pengelolaan zakat yang terintegrasi.Pertemuan dua institusi zakat daerah ini berlangsung produktif. Beragam aspek penting dikaji bersama, mulai dari sistem akuntabilitas dan pelaporan, pola kolaborasi dengan aparatur desa, hingga pendekatan edukatif dalam menumbuhkan kesadaran berzakat di tengah masyarakat.Baznas Padang menyatakan kesiapannya untuk menerapkan sejumlah strategi yang terbukti sukses di Ciamis, khususnya dalam membangun jaringan donatur non-ASN dan memperluas jangkauan program hingga ke tingkat kelurahan.Sebagai simbol komitmen bersama, Baznas Ciamis menyerahkan buku panduan sistem infak desa kepada Baznas Kota Padang. Dokumen ini diharapkan menjadi referensi penting dalam upaya transformasi pengelolaan ZIS yang lebih partisipatif dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat di berbagai daerah.
BERITA19/07/2025 | salira.id
Inovasi Zakat Baznas Ciamis Jadi Magnet Studi Banding, Bangun Diplomasi Antar Daerah
BAZNAS CIAMIS,-Inovasi pengelolaan zakat dan infak gagasan Baznas Kabupaten Ciamis tidak hanya berdampak di tingkat lokal. Tetapi kini menjadi magnet baru bagi daerah lain yang ingin memperkuat sistem tata kelola zakat mereka.Terbaru, Baznas Kota Padang melakukan kunjungan studi banding ke Baznas Ciamis untuk belajar langsung pengembangan program infak berbasis desa, Rabu (16/07/2025).Kunjungan tersebut menegaskan posisi Baznas Ciamis sebagai pusat pembelajaran nasional dalam hal pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang inovatif dan berdampak.Program tersebut bahkan telah tercatat dalam buku panduan zakat nasional yang disusun Baznas RI dan dibagikan ke berbagai daerah di Indonesia sebagai contoh praktik unggulan.Kunjungan Baznas Padang mempertegas pentingnya diplomasi zakat antar daerah. Bagi Baznas Ciamis, kunjungan seperti ini adalah momentum untuk membangun sinergi, berbagi praktik baik. Selain itu memperkuat jaringan kelembagaan zakat di tingkat nasional.Diskusi yang berlangsung produktif ini mencakup berbagai aspek, mulai dari mekanisme pelaporan, strategi edukasi masyarakat. Hingga kolaborasi dengan pemerintahan desa dalam mengelola dan menyalurkan dana umat.Sejak 2005, Baznas Ciamis menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam penghimpunan zakat dan infak. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan mencapai lebih dari 100 persen.Capaian ini menjadi pondasi kuat dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan secara lebih luas dan tepat sasaran.Dengan inovasi yang konsisten dan semangat berbagi praktik baik, Baznas Ciamis membuktikan bahwa pengelolaan dana zakat yang profesional dan berorientasi pemberdayaan, mampu menjawab tantangan pembangunan daerah.Ketua Baznas Padang, Yuspardi, mengaku kagum terhadap sistem yang Baznas Ciamis terapkan. Terutama dalam hal membangun struktur penghimpunan infak hingga ke tingkat desa.“Model Baznas Ciamis sangat aplikatif dan jelas dampaknya. Di Padang, kami sudah cukup kuat dalam penghimpunan zakat dari ASN dan masjid dengan nilai hingga Rp18–19 miliar per tahun,” ucapnya.“Tapi kami belum optimal menjangkau potensi infak desa. Inilah yang ingin kami pelajari lebih dalam,” sambung Yuspardi.Ia juga menekankan pentingnya memperluas basis donatur dari masyarakat umum dan mendorong pelibatan aktif tokoh-tokoh lokal hingga tingkat kelurahan.Kunjungan tersebut berakhir dengan penyerahan buku panduan Infak Desa dari Baznas Ciamis kepada Baznas Padang.Harapan, dokumen ini menjadi pedoman awal dalam membangun skema penghimpunan infak yang lebih masif dan terstruktur di daerah asal.Yuspardi menyatakan, kunjungan yang pihaknya lakukan bukan akhir. Tetapi awal dari kolaborasi jangka panjang antara dua Baznas daerah untuk memperkuat pemberdayaan umat di wilayah masing-masing.Baznas Ciamis kini bukan sekadar lembaga amil zakat di tingkat kabupaten. Melainkan telah tumbuh sebagai pusat inspirasi nasional dalam diplomasi zakat dan penguatan ekonomi umat berbasis desa.
BERITA18/07/2025 | galuh.id
Baznas Ciamis Jadi Motor Transformasi Zakat Nasional, Inovasi Infak Desa Jadi Contoh Nyata Pemberdayaan Umat
BAZNAS CIAMIS,-Kiprah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis dalam mengelola zakat dan infak berbasis pemberdayaan desa terus mencuri perhatian publik nasional. Terbukti, lembaga zakat daerah ini kini menjadi rujukan strategis dalam pengembangan model tata kelola zakat yang partisipatif, transparan, dan berdampak langsung ke masyarakat akar rumput.Pada Rabu (16/07/2025), Baznas Kabupaten Ciamis menerima kunjungan studi banding dari Baznas Kota Padang. Kunjungan ini menjadi momentum penting yang menegaskan posisi Baznas Ciamis sebagai motor transformasi kelembagaan zakat di Indonesia, sekaligus menguatkan diplomasi zakat antardaerah melalui praktik replikasi inovasi.Rombongan Baznas Padang yang dipimpin langsung oleh Ketua Yuspardi disambut hangat oleh Ketua Baznas Ciamis, H. Lili Miftah, beserta jajaran di kantor Baznas Ciamis.Dalam paparannya, H. Lili menjelaskan bahwa program Infak Desa lahir dari kebutuhan nyata masyarakat desa yang kerap berada di garis terluar perhatian pembangunan. Baznas Ciamis melihat peluang besar untuk membangun kemandirian desa melalui pengelolaan dana umat yang profesional dan akuntabel.“Infak Desa bukan hanya alat penghimpunan dana, tapi gerakan sosial yang memperkuat solidaritas umat dan memperluas keadilan ekonomi. Kami ingin desa-desa di Ciamis tumbuh menjadi subjek pembangunan, bukan hanya objek bantuan,” ujar H. Lili.Program ini bahkan telah diakui secara nasional dan dijadikan contoh dalam buku panduan zakat yang diterbitkan Baznas RI.Sejak 2005, Baznas Ciamis terus menunjukkan kinerja positif. Dalam beberapa tahun terakhir, penghimpunan zakat dan infak tumbuh lebih dari dua kali lipat. Kinerja ini menjadi fondasi kuat dalam perluasan program bantuan, pemberdayaan ekonomi mustahik, hingga revitalisasi kelembagaan zakat di tingkat desa.Ketua Baznas Kota Padang, Yuspardi, menyampaikan kekagumannya atas pendekatan strategis Baznas Ciamis, terutama dalam menjangkau potensi infak hingga ke tingkat desa melalui jejaring kelembagaan yang rapi dan partisipatif.“Selama ini kami sudah optimal menghimpun zakat dari ASN dan masjid dengan nilai mencapai Rp18–19 miliar per tahun. Tapi pendekatan Ciamis dalam membangun ekosistem infak desa sangat menarik, dan itu yang ingin kami adaptasi,” kata Yuspardi.Ia juga menegaskan pentingnya mendorong kontribusi masyarakat umum dan membangun kemitraan hingga ke tingkat kelurahan sebagai bagian dari reformasi zakat yang inklusif.Diskusi kedua pihak berlangsung produktif, membahas berbagai aspek strategis seperti transparansi pelaporan, literasi zakat masyarakat, hingga kolaborasi dengan pemerintah desa. Kunjungan ini diakhiri dengan penyerahan Buku Panduan Infak Desa sebagai simbol transfer pengetahuan dan komitmen bersama dalam membangun pengelolaan zakat yang unggul.Dengan keberhasilan menyebarluaskan inovasi lokal ke tingkat nasional, Baznas Ciamis telah menegaskan perannya sebagai lebih dari sekadar pengelola zakat. Lembaga ini kini menjelma sebagai episentrum gerakan zakat yang membumi, berjejaring, dan berdaya ubah tinggi.Baznas Ciamis membuktikan bahwa transformasi kelembagaan zakat tidak harus menunggu program pusat. Justru dari desa, perubahan besar bisa dimulai—dan Baznas Ciamis menjadi pelopornya.
BERITA18/07/2025 | sinarsuryanews.com

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Ciamis.
Lihat Daftar Rekening →