WhatsApp Icon
Sinergi ZISWAF, BAZNAS Ciamis Kukuhkan 80 Duta Zakat & Wakaf

BAZNAS CIAMIS,- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis kembali menorehkan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) di Tatar Galuh. Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis, BAZNAS Ciamis menginisiasi kegiatan Pengukuhan dan Pembinaan Duta Zakat, Duta Wakaf, serta Nadzir, Rabu (30/09/2026).

Acara penting ini mendapat sambutan yang sangat baik serta dukungan penuh dari Kemenag dan Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis, yang menandai kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam memajukan kesejahteraan umat di Kabupaten Ciamis.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran tamu kehormatan, di antaranya Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Ciamis yang hadir mewakili Bupati Ciamis, Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Ciamis, serta perwakilan dari sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ) mitra, yaitu LAZ Nusa Charity, LAZ Hidayah Berbagi Indonesia, dan LAZ Rumah Zakat.

Pengukuhan 80 Duta Zakat dan Wakaf Lintas Kecamatan

Prosesi pengukuhan 80 orang Duta Zakat dan Duta Wakaf dilakukan secara langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Ciamis. Ada hal istimewa dalam komposisi para duta yang dikukuhkan; seluruh Duta Zakat tersebut merupakan para Penyuluh Agama Islam pilihan yang tersebar secara merata di 27 kecamatan se-Kabupaten Ciamis.

Kehadiran para Penyuluh Agama Islam sebagai garda terdepan ini diharapkan mampu mempercepat arus edukasi dan literasi keagamaan, khususnya terkait kesadaran berzakat langsung hingga ke tingkat akar rumput di setiap kecamatan.

Penguatan 4 Pilar Tugas dan Fungsi Duta Zakat

Dalam sesi pembinaan, Ketua dan Sekretaris BAZNAS Kabupaten Ciamis memberikan penguatan materi yang komprehensif kepada seluruh peserta yang hadir. Materi utama berfokus pada 4 Pilar Tugas dan Fungsi Duta Zakat yang menjadi landasan operasional gerakan zakat di lapangan:

  1. Sosialisasi: Meningkatkan literasi zakat di tengah masyarakat serta memperluas kesadaran para muzakki untuk menunaikan kewajiban zakatnya melalui lembaga resmi.

  2. Penggalangan: Mengoptimalkan pengumpulan dana ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah) serta mendorong penyaluran yang tepat sasaran melalui jalur resmi.

  3. Inovasi: Membawa kreativitas dan pembaruan dalam program-program pemberdayaan, sekaligus bertindak sebagai brand ambassador ZISWAF yang aktif dan inspiratif.

  4. Aksi Sosial: Terjun langsung mendampingi para mustahik serta menyebarkan nilai-nilai kepedulian umat di wilayah kerja masing-masing.

Kolaborasi untuk Kesejahteraan Umat

Melalui inisiatif ini, BAZNAS Kabupaten Ciamis menegaskan komitmennya untuk terus merangkul berbagai pihak—mulai dari Pemda, Kemenag, BPN, hingga sesama lembaga pengelola zakat (LAZ). Kolaborasi pentahelix ini diyakini mampu menciptakan tata kelola zakat dan wakaf yang lebih transparan, akuntabel, modern, dan berdampak luas bagi pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Ciamis.

Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif, penyerahan Surat Keputusan (SK) secara simbolis, serta komitmen bersama untuk menyukseskan program-program keumatan di Tatar Galuh Ciamis ke depannya.

30/09/2026 | Kontributor: Humas Baznas
BAZNAS dan IPARI Kabupaten Ciamis Sinergi Optimalkan Kesadaran Berzakat

BAZNAS CIAMIS,- Ketua dan Wakil Ketua 1 BAZNAS Kabupaten Ciamis menghadiri undangan sekaligus bertindak sebagai narasumber dalam Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) III Ikatan Penyuluh Agama Islam Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Ciamis. Kegiatan yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Peran Duta Zakat dalam Optimalisasi Kesadaran Berzakat Tahun 2026 ini diselenggarakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis pada Senin, 14 September 2026.

Selain agenda internal organisasi, Rakerda ini juga dirangkaikan secara khusus dengan agenda Sosialisasi Peran Duta Zakat dalam Optimalisasi Kesadaran Berzakat Tahun 2026, yang dihadiri oleh puluhan penyuluh agama Islam dari berbagai wilayah di Kabupaten Ciamis.

 

TUNAIKAN ZIS DISINI

 

Strategi Kolaboratif Mengangkat Kesadaran Zakat

Dalam sambutannya di hadapan para peserta Rakerda, Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Drs. H. Lili Miftah, M.BA menekankan bahwa penyuluh agama Islam memiliki posisi yang sangat strategis dan bersentuhan langsung dengan masyarakat grassroot (akar rumput). Oleh karena itu, para penyuluh tidak hanya berfungsi sebagai pembimbing ibadah ritual, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai agen perubahan dalam membangun literasi zakat umat.

"Penyuluh agama Islam adalah corong kebaikan di tengah masyarakat. Melalui sinergi yang kuat antara BAZNAS dan IPARI, kita optimis pesan-pesan zakat, infak, dan sedekah dapat tersampaikan secara masif dan menyentuh kesadaran kolektif masyarakat Ciamis," ujarnya.

Lebih lanjut, ditekankan pula bahwa tantangan pengelolaan zakat ke depan membutuhkan pendekatan yang adaptif dan kolaboratif. Dengan adanya program Sosialisasi Peran Duta Zakat 2026, diharapkan lahir kader-kader penggerak zakat dari kalangan penyuluh yang mampu mengedukasi masyarakat secara Aman Syari, Aman Regulasi dan Aman NKRI.

 

Mengusung Harokah Da’wah untuk Menumbuhkan Gairah ZIS

Dalam sesi pemaparan materinya, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Ciamis, Dr. Wasdi M,Si membawakan topik khusus yang mendalam dan inspiratif, yakni "Sinergi Penyuluh Agama yang Berdampak melalui Harokah Da’wah dalam Menumbuhkan Gairah Zakat, Infaq dan Shadaqah".

Wakil Ketua I BAZNAS Ciamis menekankan bahwa penyuluh agama Islam memegang peranan sentral sebagai motor penggerak moral dan spiritual masyarakat. Melalui harokah da’wah (gerakan dakwah) yang terstruktur dan masif, para penyuluh diharapkan mampu menumbuhkan kembali gairah serta kesadaran kolektif umat Islam untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui lembaga resmi.

"Penyuluh agama tidak hanya menyampaikan risalah ibadah mahdlah semata, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial ekonomi umat. Melalui harokah da’wah yang berdampak, gairah berzakat di masyarakat dapat ditumbuhkan secara organik, sehingga zakat benar-benar menjadi instrumen penyeimbang ekonomi dan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Ciamis," ujar Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Ciamis dalam pemaparannya.

 

TUNAIKAN ZIS DISINI

 

Peran Duta Zakat Menuju 2026 yang Lebih Inklusif

Program Sosialisasi Peran Duta Zakat yang digaungkan dalam acara ini merupakan salah satu instrumen penting BAZNAS Kabupaten Ciamis guna menghadapi proyeksi peningkatan kesejahteraan umat di tahun 2026. Duta zakat diproyeksikan tidak hanya sekadar mengumpulkan dana, melainkan turut mengawal tata kelola zakat agar tepat sasaran, baik untuk program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Ciamis.

Para peserta Rakerda III IPARI Kabupaten Ciamis menyambut antusias materi yang disampaikan. Sesi pemaparan kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif serta tanya jawab seputar problematika penghimpunan zakat di lapangan, regulasi pengelolaan, serta kiat-kiat praktis dalam mengedukasi wajib zakat (muzaki) agar menunaikan kewajibannya melalui lembaga resmi negara.

Meneguhkan Sinergitas Kelembagaan

Acara yang berlangsung secara khidmat, tertib, dan penuh kekeluargaan ini ditutup dengan komitmen bersama antara BAZNAS Kabupaten Ciamis dan IPARI Kabupaten Ciamis untuk terus merajut kerja sama yang berkelanjutan. Diharapkan, hasil dari Rapat Kerja Daerah III ini dapat menghasilkan rumusan program kerja nyata yang bermuara pada peningkatan kesadaran berzakat masyarakat, serta memperkokoh peran lembaga keagamaan dalam mewujudkan kemaslahatan umat di Kabupaten Ciamis.

 

Tunaikan Zakat, Infak dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Ciamis:

BSI  7119191011 (Rek. Sedekah/Infak)

BSI  1515111449 (Rek. Zakat)

a.n. BAZNAS Kabupaten Ciamis

 

Atau melalui link:

https://kabciamis.baznas.go.id/bayarzakat 

Konfirmasi: 0823-1764-7075

14/09/2026 | Kontributor: Humas Baznas
Perkuat Tata Kelola, BAZNAS Kota Bogor Kunjungi BAZNAS Ciamis

BAZNAS CIAMIS,- Dalam rangka memperkuat tata kelola kelembagaan dan meningkatkan kualitas pelayanan umat, BAZNAS Kabupaten Ciamis dengan hangat menyambut kunjungan kerja dan studi tiru dari BAZNAS Kota Bogor. Pertemuan strategis ini berlangsung di Kantor BAZNAS Kabupaten Ciamis pada Rabu, 10 September 2026.

Kegiatan studi tiru ini berfokus pada upaya bersama untuk mengeksplorasi dan berbagi praktik terbaik (best practices) dalam berbagai aspek pengelolaan zakat. Pertemuan strategis antartetangga wilayah Jawa Barat ini dilandasi oleh semangat bersama untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat melalui pengelolaan zakat yang modern dan adaptif. Dalam agenda studi tiru kali ini mencakup empat pilar penting: peningkatan efektivitas pengumpulan dana ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah), optimalisasi ketepatan sasaran pendistribusian, pemutakhiran sistem pengelolaan data yang terintegrasi, serta penguatan tata kelola kelembagaan secara menyeluruh.

 

TUNAIKAN ZIS DISINI

 

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Drs. Lili Miftah, MBA menyambut hangat kehadiran rombongan BAZNAS Kota Bogor. Disampaikan bahwa tantangan pengelolaan zakat di era digital menuntut setiap lembaga amil zakat untuk terus berinovasi, memperkuat kolaborasi, serta saling belajar dari praktik terbaik yang telah diterapkan di berbagai daerah.

"Kunjungan ini bukan sekadar ajang silaturahmi formal, melainkan ruang tukar gagasan yang sangat produktif. Kami percaya bahwa kemajuan lembaga zakat tidak dicapai melalui kompetisi, melainkan lewat sinergi dan kolaborasi yang kuat demi memberikan dampak luas bagi kesejahteraan masyarakat," ungkapnya dalam sesi diskusi.

 

TUNAIKAN ZIS DISINI

 

Rangkaian acara diisi dengan paparan komprehensif mengenai strategi penghimpunan dan pengelolaan ZIS Desa di Kabupaten Ciamis yang diterapkan oleh BAZNAS Kabupaten Ciamis. Diskusi interaktif berlangsung dinamis, di mana kedua belah pihak saling bertukar pandangan mengenai solusi atas tantangan riil di lapangan, mulai dari pendekatan kepada muzaki milenial hingga digitalisasi pelaporan keuangan.

Sementara itu, pihak BAZNAS Kota Bogor mengapresiasi keterbukaan dan sambutan hangat yang diberikan oleh BAZNAS Kabupaten Ciamis. Pengalaman dan strategi yang dibagikan selama sesi studi tiru dinilai sangat inspiratif dan akan menjadi referensi berharga dalam merumuskan kebijakan serta program kerja strategis di Kota Bogor ke depannya.

Menjelang akhir acara, kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata khas daerah serta sesi foto bersama sebagai simbol kehangatan silaturahmi dan kokohnya jejaring kemitraan antarlembaga amil zakat. Melalui momentum ini, BAZNAS Kabupaten Ciamis dan BAZNAS Kota Bogor berharap dapat terus melangkah bersama, menghadirkan kemaslahatan yang lebih besar, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi pengelola zakat di Indonesia.

 

Tunaikan Zakat, Infak dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Ciamis:

BSI  7119191011 (Rek. Sedekah/Infak)

BSI  1515111449 (Rek. Zakat)

a.n. BAZNAS Kabupaten Ciamis

 

Atau melalui link:

https://kabciamis.baznas.go.id/bayarzakat 

Konfirmasi: 0823-1764-7075

11/09/2026 | Kontributor: Humas Baznas
Kampung Zakat ke-15 Hadir di Pawindan, Bupati Ciamis Ingatkan Pentingnya Gotong Royong Umat

BAZNAS CIAMIS,- Upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat di Kabupaten Ciamis kembali mencatatkan langkah progresif. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis berkolaborasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis secara resmi meluncurkan Kampung Zakat ke-15 yang dipusatkan di Desa Pawindan, Kecamatan Ciamis, pada Senin, 31 Agustus 2026.

Peresmian ini dihadiri dan diresmikan secara langsung oleh Bupati Ciamis, H. Herdiat Sunarya. Kehadiran program Kampung Zakat di Desa Pawindan disambut dengan antusiasme tinggi oleh berbagai elemen masyarakat yang hadir di lokasi acara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Ciamis, pejabat struktural beserta jajaran Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, aparat pemerintah desa setempat, para pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ), tokoh masyarakat, serta unsur terkait lainnya yang berkomitmen mendukung peningkatan kesejahteraan umat.

Sebagai bagian dari rangkaian peresmian, BAZNAS Kabupaten Ciamis bersama UPZ Desa Pawindan turut menyalurkan bantuan kepada lima orang penerima manfaat. Bantuan ini disalurkan melalui berbagai pilar program strategis, yakni Pawindan Sehat, Pawindan Cerdas, Pawindan Agamis, Pawindan Sejahtera, dan Pawindan Peduli.

 

TUNAIKAN ZIS DISINI

 

Apresiasi Bupati: Zakat, Infak dan Sedekah sebagai Kekuatan Alternatif di Tengah Efisiensi Anggaran

Dalam sambutannya, Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya menyampaikan apresiasi tinggi atas sinergi yang terjalin antara BAZNAS dan Kemenag Ciamis. Menurutnya, kehadiran BAZNAS sangat membantu Pemerintah Daerah di tengah keterbatasan dan efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Bupati menegaskan bahwa pemerintah tidak mungkin mampu menyelesaikan seluruh persoalan sosial di tengah masyarakat hanya dengan mengandalkan anggaran daerah semata. Terlebih, Kabupaten Ciamis memiliki kekuatan kultural yang luar biasa, yaitu budaya gotong royong dan partisipasi aktif masyarakat.

"Partisipasi masyarakat melalui zakat, infak dan sedekah (ZIS) menjadi salah satu kekuatan terbesar yang harus terus dikembangkan," ujar Bupati Herdiat.

Selain itu, Bupati menitipkan pesan khusus agar perhatian serius diberikan kepada anak-anak yatim piatu serta percepatan penanganan stunting di wilayah setempat. Beliau berpesan agar keberadaan Kampung Zakat ini tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial, melainkan memastikan dana yang dihimpun benar-benar dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk program nyata yang berkelanjutan.

 

TUNAIKAN ZIS DISINI

 

Pengelolaan Berbasis Prinsip Aman Syari dan Aman Regulasi

Sementara itu, pimpinan BAZNAS Kabupaten Ciamis, Drs. Lili Miftah, MBA, menegaskan bahwa pihaknya selalu memastikan tata kelola zakat berjalan sesuai aturan. Sebagai lembaga nonstruktural yang beroperasi berdasarkan ketentuan perundang-undangan, penghimpunan dan pendayagunaan dana umat di BAZNAS tidak dilakukan secara sembarangan.

BAZNAS Ciamis berkomitmen mengelola dana umat dengan prinsip aman syari dan aman regulasi, yang senantiasa berpijak pada ketentuan syariat Islam serta regulasi pemerintah yang berlaku.

"Dukungan penuh dari pemerintah merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem zakat yang kuat di Kabupaten Ciamis. Dengan adanya Kampung Zakat di tingkat desa, pengelolaan zakat dapat semakin mendekat dengan masyarakat guna memastikan manfaatnya dirasakan secara langsung oleh warga di lingkungan sekitar," pungkasnya.

Melalui peresmian Kampung Zakat ke-15 ini, kolaborasi lintas sektoral antara BAZNAS, Kemenag, dan Pemerintah Kabupaten Ciamis diharapkan mampu menjadi role model berkelanjutan dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan serta mengentaskan kemiskinan secara tepat sasaran hingga ke pelosok desa.

 

Tunaikan Zakat, Infak dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Ciamis:

BSI  7119191011 (Rek. Sedekah/Infak)

BSI  1515111449 (Rek. Zakat)

a.n. BAZNAS Kabupaten Ciamis

 

Atau melalui link:

https://kabciamis.baznas.go.id/bayarzakat 

Konfirmasi: 0823-1764-7075

31/08/2026 | Kontributor: Humas Baznas
Kampung Zakat ke-14 Hadir di Bangunharja, Dorong Penguatan Ekonomi dan Pendidikan

BAZNAS CIAMIS,- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis secara resmi meluncurkan Kampung Zakat ke-14 yang bertempat di Desa Bangunharja, Kecamatan Cisaga. Peluncuran ini menjadi langkah nyata dalam mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) guna meretas kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis perdesaan.

Acara peresmian tersebut dihadiri oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis, Perwakilan Kantor Kemenag Ciamis, Forkopimcam Kecamatan Cisaga, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Peresmian program strategis ini dilakukan secara resmi oleh Bupati Ciamis yang diwakili oleh Asisten Daerah III Bidang Administrasi Umum Setda Ciamis, Wawan Ruhyat.

Dalam sambutan Bupati Ciamis yang dibacakan oleh Asda III, Pemerintah Kabupaten Ciamis menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kolaborasi berkelanjutan antara BAZNAS, Kemenag, dan pemerintah daerah. Kehadiran Kampung Zakat di Desa Bangunharja dinilai sebagai langkah inklusif untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan kemandirian masyarakat.

"Kampung Zakat bukan sekadar program pendistribusian bantuan yang bersifat karitatif, melainkan sebuah gerakan terpadu dan berkelanjutan. Tujuan utamanya adalah mentransformasi mustahik menjadi muzakki melalui pendekatan komprehensif, mulai dari pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, perlindungan sosial, hingga pembinaan keagamaan," ujar Wawan Ruhyat saat membacakan amanat Bupati.

Sebagai bagian dari komitmen pemberdayaan tersebut, BAZNAS Kabupaten Ciamis melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Bangunharja menyalurkan berbagai program bantuan secara simbolis dalam rangkaian acara launching. Bantuan yang diserahkan mencakup tiga sektor utama, yaitu modal usaha untuk pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), bantuan bencana, serta bantuan dana pendidikan bagi warga yang membutuhkan.

Tak hanya penyerahan bantuan secara berkalanjutan, peluncuran Kampung Zakat ini juga menandai dimulainya program unggulan jangka panjang dari UPZ Desa Bangunharja. Mengingat pentingnya kualitas sumber daya manusia (SDM) bagi masa depan desa, UPZ Desa Bangunharja secara khusus menyiapkan program beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu namun berprestasi yang berasal dari Desa Bangunharja.

Program beasiswa perguruan tinggi ini dirancang untuk memastikan anak-anak muda lokal yang memiliki potensi akademik tinggi tidak terputus sekolah karena keterbatasan ekonomi. Dengan begitu, para penerima manfaat diharapkan dapat menyelesaikan studinya dan kembali ke desa untuk menjadi agen perubahan serta penggerak pembangunan daerah.

Melalui integrasi program zakat di bidang ekonomi, sosial, bencana, dan pendidikan ini, BAZNAS Ciamis dan Kemenag Ciamis berharap Desa Bangunharja dapat menjadi percontohan desa mandiri. Tata kelola zakat yang transparan dan akuntabel di tingkat desa diyakini akan menumbuhkan kepercayaan publik, sehingga kesadaran berzakat masyarakat semakin meningkat demi terwujudnya kemaslahatan umat secara luas.

13/08/2026 | Kontributor: Humas Baznas

Berita Terbaru

BAZNAS Ciamis Jadi Rujukan Nasional, Realisasi Zakat 2025 Lampaui target hingga Rp26 Miliar
BAZNAS Ciamis Jadi Rujukan Nasional, Realisasi Zakat 2025 Lampaui target hingga Rp26 Miliar
BAZNAS CIAMIS,- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis telah menjadi rujukan nasional berkat pencapaian dan sistem pengelolaan zakatnya. Sepanjang tahun 2025, lembaga ini dikunjungi oleh puluhan BAZNAS dari berbagai daerah di Indonesia untuk studi tiru, termasuk kunjungan terbaru dari BAZNAS Kabupaten Subang. Keberhasilan utama mereka tercermin dari realisasi penghimpunan zakat yang mencapai Rp26 miliar, melampaui target awal sebesar Rp24,2 miliar. Menurut Ketua BAZNAS Ciamis, Drs. H. Lili Miftah, hal ini merupakan hasil dari kerja kolektif, dukungan pemerintah daerah, dan kepercayaan masyarakat. Kunci kesuksesan yang banyak dipelajari oleh lembaga lain adalah sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah serta penguatan sistem Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga ke tingkat desa. Pencapaian ini juga mendapatkan perhatian dari Bappenas yang melakukan kunjungan dan evaluasi langsung. Dalam kunjungannya, Ketua BAZNAS Subang, Dr. H. A. Sukandar, M.Ag., menyatakan apresiasi yang tinggi dan menyebut BAZNAS Ciamis sebagai "maha guru" dalam pengelolaan zakat daerah, berharap praktik baik tersebut dapat diadaptasi dan dikembangkan di daerahnya.
BERITA19/12/2025 | dejurnalcom
Terbaik Nasional, BAPPENAS Sambangi Baznas Ciamis
Terbaik Nasional, BAPPENAS Sambangi Baznas Ciamis
BAZNAS CIAMIS,- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis kembali kedatangan tamu, kali ini dari Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional atau Bappenas, di Aula Baznas Ciamis, Jumat (19/12/2025). Direktur Ekonomi Syariah dan BUMN Bappenas Pusat, Rosyi Wediawaty mengatakan, kedatangannya ke Baznas karena Baznas Ciamis ini adalah yang terbaik di Nusantara terkait pengelolaan Zakat. Menurut Rosyi, kedatangannya ini menindaklanjuti dengan masuknya Indeks Zakat Nasional kedalam perencanaan pembangunan daerah, termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kabupaten atau kota. "Kita ingin mengetahui praktek baik yang dilakukan oleh Baznas Ciamis, terus terang IZN ini menjadi salahsatu indikator untuk RPJMD dan ekonomi syariah, di level kabupaten itu kami menggunakan Indeks Zakat Nasional," katanya. Diakuinya, Baznas Ciamis ini sangat luar biasa bahkan disetiap sosialisasi, dirinya selalu mengatakan contohlah Ciamis. "Ciamis ini pengelolaannya paling bagus, ada Perdanya ada Perbupnya, bahkan setiap desa setiap KK itu ada UPZ nya, dan disetiap sosialisasi kita selalu bilang contohlah Ciamis," katanya. "Ini bukan hanya bermanfaat bagi kemiskinan tetapi juga kesehatan, cerdas dan yang lainnya. Ciamis juga memiliki kampung zakat terbanyak dan sisi penggunaan serta pemberdayaan itu sangat efektif berjalan dengan baik," tegasnya. Ketua Baznas Ciamis, Drs H Lili Miftah mengapresiasi kedatangan Bappenas ke Baznas Ciamis. "Pertama apresiasi jauh-jauh dari Jakarta ke Ciamis, demi sebuah tekad untuk mensejahterakan masyarakat, meningkatkan kepercayaan kita dan kedamaian hati," katanya. Menurutnya, Baznas Kabupaten Ciamis tidak merasa menjadi contoh bagi Baznas lainnya. "Saya tidak merasa menjadi percontohan, tapi kami memberikan yang terbaik, apa yang kita lakukan harus bermanfaat. Urusan menjadi contoh biar orang lain yang menilai," jelasnya seraya menambahkan, target Baznas Ciamis yang diberikan oleh Baznas pusat sudah terlampaui.
BERITA19/12/2025 | ciamiszone.id
Ciamis Jadi Model Pengelolaan Zakat Terbaik
Ciamis Jadi Model Pengelolaan Zakat Terbaik
BAZNAS CIAMIS,- Kabupaten Ciamis di Jawa Barat ditetapkan sebagai model pengelolaan zakat terbaik nasional, sehingga menarik kunjungan kerja Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari langsung praktik baik yang telah diterapkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNas) setempat dan dampak nyatanya bagi masyarakat. Direktur Ekonomi Syariah dan BUMN Bappenas, Rosyi Wediawaty, menyebut bahwa keberhasilan Ciamis didukung oleh regulasi yang kuat, sistem pengelolaan yang tertata, serta inovasi seperti Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga desa dan gerakan infak receh ("kencleng") di tingkat keluarga. Model ini menjadi rujukan bagi 172 kabupaten/kota lain yang telah memasukkan Indeks Zakat Nasional (IZN) ke dalam perencanaan pembangunan daerahnya. Ketua BAZNas Ciamis, KH. Lili Miftah, menyambut baik kunjungan tersebut sebagai motivasi untuk terus meningkatkan pengelolaan zakat demi kesejahteraan dan ketenteraman masyarakat.
BERITA19/12/2025 | fokusjabar.id
Kunjungi Baznas Ciamis, Bappenas Soroti Keberhasilan Indeks Zakat Nasional
Kunjungi Baznas Ciamis, Bappenas Soroti Keberhasilan Indeks Zakat Nasional
BAZNAS CIAMIS,- Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melakukan kunjungan kerja ke Baznas Ciamis dalam rangka menggali praktik-praktik terbaik (Best Practice) pengelolaan zakat yang dinilai berhasil dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, pada Jum'at (19/12/2025). Direktur Ekonomi Syariah dan BUMN Bappenas, Rosyi Wediawaty, menyoroti keberhasilan Indeks Zakat Nasional (IZN) yang telah diadopsi oleh 172 kabupaten/kota. Namun, ia menegaskan bahwa Ciamis adalah model utama yang dijadikan rujukan karena keunggulan regulasi, sistemnya yang terstruktur, dan fleksibilitas pendistribusian dana yang cepat untuk kebutuhan mendesak. Inovasi seperti Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga desa serta gerakan kencleng keluarga juga disebut sebagai kunci keberhasilan. Sementara itu, Ketua baznas Ciamis, Drs H. Lili Miftah, mengapresiasi kunjungan ini dan mengungkap bahwa lembaganya telah melampaui target pengumpulan zakat tahun ini, dengan fokus pada program penanganan stunting, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Ia juga mendorong daerah lain untuk meniru praktik baik ini guna menciptakan desa mandiri melaluui pengelolaan zakat yang produktif.
BERITA19/12/2025 | newstasikmalaya.com
Baznas Ciamis Jadi Rujukan Nasional, Puluhan Daerah Lakukan Studi Tiru
Baznas Ciamis Jadi Rujukan Nasional, Puluhan Daerah Lakukan Studi Tiru
BAZNAS CIAMIS,- Predikat Kabupaten Zakat yang disematkan oleh BAZNAS RI menjadikan Ciamis sebagai rujukan nasional dan pusat perhatian BAZNAS kabupaten/kota dari berbagai daerah. Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Drs. H. Lili Miftah, menyampaikan bahwa tingginya minat daerah lain untuk belajar ke Ciamis merupakan buah dari kerja kolektif dan sinergi yang terbangun selama ini. “Alhamdulillah, dengan kemampuan dan kebersamaan yang ada, BAZNAS Ciamis telah menerima puluhan kunjungan studi tiru dari berbagai daerah. Hari ini kami menerima kunjungan dari BAZNAS Kabupaten Subang,” ujarnya, Kamis (18/12/2025). “Selain sebagai tempat belajar, kunjungan ini juga menjadi ajang silaturahmi. Kuncinya adalah soliditas dan sinergi dengan pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat agar pengelolaan UPZ berjalan maksimal,” tambahnya. Ketua BAZNAS Kabupaten Subang mengungkapkan bahwa pihaknya sengaja memilih Ciamis sebagai tujuan studi tiru setelah mendapatkan rekomendasi langsung dari BAZNAS Pusat. Ia mengaku terkesan dengan tata kelola dan capaian yang telah diraih BAZNAS Ciamis. “Kami merasa datang ke tempat yang sangat tepat. Sistem di sini tertata dengan baik dan berjalan optimal. Tidak salah jika kami berguru ke BAZNAS Ciamis,” tuturnya. Ia pun berharap, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kunjungan dapat menjadi bekal bagi BAZNAS Kabupaten Subang untuk meningkatkan kinerja ke depan. “Kami mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman berharga. Semoga ke depan kami bisa menyamai, bahkan melampaui prestasi yang telah dicapai Kabupaten Ciamis,” tandasnya.
BERITA18/12/2025 | PasundanNews.com
Baznas Ciamis Jadi Maha Guru Baznas se-Indonesia
Baznas Ciamis Jadi Maha Guru Baznas se-Indonesia
BAZNAS CIAMIS,- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis menjadi panutan, bahkan jadi pusat perhatian bagi Baznas kabupaten atau kota lain di Indonesia. Tak heran jika penobatan Kabupaten Ciamis sebagai Kabupaten Zakat oleh Baznas Pusat membuat Ciamis dilirik oleh kabupaten/kota lain untuk mengikuti prestasi yang diraih ataupun hanya untuk studi tiru, sudah sepantasnya Baznas Ciamis Jadi Maha Guru. Ketua Baznas Ciamis, Drs H Lili Miftah mengatakan, selama tahun 2025 ini Baznas Ciamis menerima studi tiru dari puluhan Baznas kabupaten/kota yang ada di Indonesia. "Alhamdulillah Baznas Ciamis dengan seluruh kemampuan dan kebersamaan, sudah menerima studi tiru dari Baznas kabupaten lain jumlahnya puluhan, kebetulan hari ini kedatangan dari Subang," katanya, Kamis (18/12/2025). Diakuinya, Baznas menjadi tempat studi tiru bagi kabupaten/kota lain ini tidak terlepas dari kesadaran masyarakat kabupaten Ciamis dan juga program Baznas yang berjalan dengan efektif dan dengan kuatnya kerjasama antara Baznas Ciamis dengan Pemerintah Daerah. "Selain menjadi bahan untuk ditiru, ini juga menjadi ajang silaturrahmi. Intinya kita harus solid dan kuat membangun sinergitas dengan pemerintah. Tidak lupa juga dengan kesadaran masyarakat agar UPZ-nya berjalan," katanya. Ketua Baznas Kabupaten Subang, Dr. H. A. Sukandar mengatakan, pihaknya baru saja dilantik 3 Desember lalu dan mendapatkan rekomendasi dari pusat untuk berguru kepada Baznas Kabupaten Ciamis. "Kami datang kepada tempat yang sangat tepat sekali, disini semuanya terstruktur dengan baik, semuanya berjalan begitu sempurna, tidak salah kami mendatangi Baznas Ciamis," katanya.
BERITA18/12/2025 | ciamiszone.id
BAZNAS Kabuapten Ciamis Terima Sedekah Bencana Banjir Aceh dan Sumatera dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Ciamis
BAZNAS Kabuapten Ciamis Terima Sedekah Bencana Banjir Aceh dan Sumatera dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Ciamis
BAZNAS Kabupaten Ciamis menerima Amanah sedekah kemanusiaan dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Ciamis pada Kamis, 11 Desember 2025. Bantuan ini akan disalurkan sepenuhnya kepada para korban bencana banjir. Terima kasih atas kepedulian dan solidaritasnya yang telah turut meringankan beban saudara-saudara kita di wilayah terdampak. Penyerahan sedekah bantuan dilaksanakan di Kantor BAZNAS Kabupaten Ciamis. Sedekah yang diserahkan ini merupakan wujud kepedulian dari seluruh jajaran dan karyawan Disnaker Kabupaten Ciamis. Bantuan tersebut dihimpun untuk meringankan beban saudara-saudara sebangsa yang sedang menghadapi musibah banjir besar di beberapa wilayah Aceh dan Sumatera. Disnaker Ciamis memilih BAZNAS Kabupaten Ciamis sebagai penyalur karena lembaga ini dinilai memiliki jaringan dan mekanisme yang terpercaya untuk menyalurkan bantuan kepada korban bencana di seluruh Indonesia. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis bersama perwakilan dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Ciamis. Dalam kesempatan ini, pihak BAZNAS menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pegawai DISNAKER yang telah mengamanahkan dana bantuan kepada BAZNAS untuk disalurkan. BAZNAS Kabupaten Ciamis menegaskan bahwa amanah ini akan dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran, sesuai dengan prinsip tata kelola yang berlaku. Penyerahan donasi ini menegaskan kembali semangat gotong royong dan kepedulian warga Kabupaten Ciamis terhadap sesama, terutama dalam menghadapi bencana alam yang melanda berbagai daerah di Indonesia. BAZNAS Ciamis berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan dalam mengelola dan menyalurkan sedekah dari masyarakat. Semoga kebaikan bapak dan ibu ini menjadi manfaat, keberkahan, serta menguatkan kolaborasi kebaikan antar warga Kabupaten Ciamis. Mari terus Bersama, hadir untuk mereka yang membutuhkan.
BERITA11/12/2025 | Humas Baznas
BAZNAS Ciamis Beri Uluran Tangan, Bantu Biaya Pengobatan Anak Pengidap Hidrosefalus di Desa Handapherang
BAZNAS Ciamis Beri Uluran Tangan, Bantu Biaya Pengobatan Anak Pengidap Hidrosefalus di Desa Handapherang
BAZNAS CIAMIS,- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu, khususnya di bidang kesehatan. Kali ini, BAZNAS Ciamis menyalurkan bantuan dana pengobatan untuk seorang anak yang mengidap penyakit Hidrosefalus, warga Desa Handapherang, Kecamatan Ciamis. Bantuan diserahkan langsung oleh Bidang Pendistribusian BAZNAS Ciamis kepada keluarga penerima manfaat di kediamannya di Desa Handapherang pada Selasa, 9 Desember 2025. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga dalam membiayai serangkaian proses medis. BAZNAS Ciamis mengajak seluruh masyarakat untuk terus menyalurkan ZIS-nya. Dengan semakin optimalnya penghimpunan dana, maka semakin banyak pula masyarakat Ciamis yang dapat terbantu, mewujudkan visi Kabupaten Ciamis yang sejahtera.
BERITA09/12/2025 | Humas Baznas
Pecahkan Rekor! 'Kenclengisasi' Baznas Ciamis Tembus Rp25,6 Miliar
Pecahkan Rekor! 'Kenclengisasi' Baznas Ciamis Tembus Rp25,6 Miliar
BAZNAS CIAMIS,- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis berhasil melampaui target penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang ditetapkan pusat. Angka yang terkumpul hingga pertengahan Desember 2025 telah mencapai Rp25,6 miliar, mengungguli target nasional sebesar Rp24,4 miliar. Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Lili Miftah, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa evaluasi akhir tahun menunjukkan seluruh target program telah terpenuhi dengan baik. “Alhamdulillah, di akhir tahun ini kita evaluasi bahwa target-target capaian program sudah terpenuhi. Bahkan, angka penghimpunan telah melampaui target nasional. Insya Allah sampai tutup tahun bisa tembus Rp26 miliar,” ujar Lili, Selasa (9/12/2025). Di tahun 2024, BAZNAS Ciamis berhasil menembus angka Rp23 miliar sebelum akhirnya pada 2025 ini memecahkan rekor baru di atas Rp25,6 miliar. “Ini hasil dari sistem yang kami bangun, evaluasi rutin, dan pengawasan yang tidak pernah lepas. Semakin besar penghimpunan, semakin banyak mustahik yang bisa kita bantu,” tegas Lili. Salah satu faktor pendorong utama kesuksesan penghimpunan tahun ini adalah inovasi program bernama ‘kencelengisasi’. Program ini mengajak masyarakat dari berbagai kalangan untuk secara rutin menyisihkan uang receh, mulai dari Rp200, Rp500, hingga Rp1.000, ke dalam celengan khusus yang disediakan BAZNAS. Inisiatif ini ternyata membuahkan hasil yang luar biasa, bahkan di luar perkiraan awal. Lili mengakui, semula pihaknya sempat pesimis melihat kondisi ekonomi masyarakat. Namun, justru dari akumulasi recehan tersebut tercipta kekuatan finansial yang signifikan. "Ini di luar prediksi. Mesin hitung koinn kami sampai kewalahan. Daritadinya penghimpunan menurun, kenclengisasi justru mengangkat kembali capaian kita," tuturnya. Di sisi penyaluran, Baznas Ciamis juga mencatatkan keberhasilan dengan menyelesaikan berbagai program pemberdayaan. Salah satunya adalah program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Sepanjang 2025, lebih dari 140 unit rumah berhasil diperbaiki. Capaian ini melampaui rencana awal karena diterapkannya mekanisme kolaborasi atau ‘sharing’ dengan pemerintah desa setempat. “Untuk program Rutilahu, dari anggaran Rp960 juta seharusnya 96 rumah. Namun karena banyak desa yang dampaknya tinggi dan adanya sharing, misalnya desa punya Rp5 juta, kebutuhannya Rp10 juta, kita bantu sisanya. Jadi pembangunan bisa lebih cepat dan tepat sasaran,” jelas Lili. Pencapaian Rp25,6 miliar bukan sekadar angka, melainkan representasi dari soliditas sistem, inovasi program, dan partisipasi masyarakat yang telah bersinergi untuk kebaikan bersama. “Mudah-mudahan sistem yang kami bangun dan jalan yang Allah berikan terus membawa kebaikan bagi semua,” pungkas Lili Miftah.
BERITA09/12/2025 | JABAR EKSPRES
BAZNAS Kabupaten Ciamis Bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar Penganugerahan Masjid Tahun 2025 dan Galang Dana Program Ciamis Peduli Kolaborasi Kebaikan untuk Indonesia dan Palestina
BAZNAS Kabupaten Ciamis Bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar Penganugerahan Masjid Tahun 2025 dan Galang Dana Program Ciamis Peduli Kolaborasi Kebaikan untuk Indonesia dan Palestina
BAZNAS Kabupaten Ciamis Bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar Penganugerahan Masjid Tahun 2025 dan Galang Dana Program Ciamis Peduli Kolaborasi Kebaikan untuk Indonesia dan Palestina, di Aula Setda Ciamis pada Hari Senin (8/12). Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis menghimbau bahwa Masjid harus menjadi pusat kemaslahatan umat dan penguat peradaban masyarakat Kabupaten Ciamis. Ia juga menyampaikan bahwa masjid harus menjadi tempat mediasi dan penyeselesaian berbagai program umat, baik itu program sosial, keagamaan, ekonomi, kesehatan maupun pendidikan. Menurutnya, dengan memakmurkan masjid secara visual dengan merawat dan menghidupkan aktivitas masjid serta memakmurkan secara fungsional menjadikan masjid pusat kemaslahatan umat mampu menggerakan zakat, infak dan sedekah yang terstruktur karna itu zakat menjadi bagian integral dan peran masjid. BAZNAS Kabupaten Ciamis mengajak seluruh DKM dan masjid Jami untuk bekerjasama secara sistematis dari UPZ Desa sebagai simpul pengelolaan Zakat di tingkat Desa, dan kepada pengurus masjd besar untuk membentuk UPZ masjid besar di setiap kecamatan dengan integrasi ini seluruh dana umat dihimpun melalui masjid dan dapat dikelola sesuai Undang-undang No.23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat, sehingga zakat yang disalurkan jamaah benar benar tepat sasaran, terkendal, berdaya, terlaporkan dan dapat dipertanggungjawabkan. Acara dikahiri dengan penandatanganan bersama Pemkab Ciamis, MUI, DMI, dan LAZ HBI untuk bekerjasama menghimpun peduli Ciamis untuk bencana Nasional dan Palestiana. BAZNAS Kabupaten Ciamis menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah khususnya Bupati Ciamis, tanpa regulasi dan keberpihakan terhadap pembangunan keagamaan di kabupaten ciamis ini tidak akan bisa kita wujudkan seperti hari ini. Dan Semoga dengan Anugerah Masjid ramah tahun 2025 ini menjadi Langkah awal Gerakan besar untuk memajukan masjid sebagai pusat kebaikan dan pemberdayaan umat di Kabupaten Ciamis
BERITA08/12/2025 | Humas Baznas
Transformasi Digital, Ijtihad Teknologi untuk Fikih Zakat Kontemporer
Transformasi Digital, Ijtihad Teknologi untuk Fikih Zakat Kontemporer
Dalam gelombang disrupsi digital yang menerpa berbagai sendi kehidupan, dunia zakat ditantang untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku aktif yang mampu merespons dengan cerdas dan visioner. Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Transformasi Digital & Zakat Tech Mini Expo 2025 yang diselenggarakan BAZNAS RI pada 26-27 November 2025 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, dengan tema "Pemanfaatan AI dan Penguatan Digital Fundraising", bukan sekadar acara seremonial belaka. Ini merupakan puncak dari perjalanan panjang transformasi digital yang telah dirintis BAZNAS selama bertahun-tahun, sekaligus menjadi momentum strategis untuk merevitalisasi pemahaman fikih zakat dalam terang dinamika kekinian yang semakin kompleks. Perjalanan transformasi digital BAZNAS sesungguhnya telah dimulai dengan komitmen yang kuat dan konsisten. Kilas balik ke tahun 2023, BAZNAS dengan bangga menerima penghargaan dalam ajang Indonesia Digital Innovation Award untuk kategori Best Digital Innovation in Zakat Collection. Penghargaan tersebut bukanlah sekadar piagam atau piala yang menghiasi etalase, melainkan bukti nyata bahwa pendekatan digital dalam pengelolaan zakat telah menjadi keniscayaan yang tidak terelakkan. Penghargaan itu menjadi penegas bahwa langkah BAZNAS untuk mengadopsi teknologi dalam pengelolaan zakat berada pada jalur yang tepat, sekaligus memacu semangat untuk terus berinovasi. Beranjak ke tahun 2024, komitmen tersebut semakin dikonkretkan melalui penyelenggaraan Rakernis Transformasi Digital Nasional dan Zakathon 2024 dengan fokus utama pada "Kantor Digital BAZNAS". Kegiatan besar ini menandai fase percepatan adopsi teknologi dalam seluruh rantai nilai pengelolaan zakat—mulai dari pendataan mustahik yang lebih komprehensif, penghimpunan dana yang lebih masif dan mudah diakses, hingga penyaluran yang lebih tepat sasaran, terukur, dan transparan. Rakernis 2024 berhasil membangun fondasi infrastruktur dan mindset digital yang kokoh, yang menjadi batu pijakan menuju visi yang lebih ambisius dan futuristik di tahun 2025. Dalam konteks inilah, Rakernis 2025 hadir dengan nuansa yang berbeda. Jika sebelumnya fokus pada pembangunan infrastruktur dan platform digital, tahun ini melangkah lebih jauh dengan mengintegrasikan kecerdasan artifisial (AI) dan big data ke dalam inti strategi pengelolaan zakat. Teknologi bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan mitra strategis dalam pengambilan keputusan yang lebih cerdas, cepat, dan berdampak luas. Perkembangan teknologi ini, bagaimanapun, membawa serta tantangan mendasar yang tidak boleh diabaikan: bagaimana fikih zakat klasik, yang lahir dari konteks sosial-ekonomi yang jauh berbeda, dapat berdialog secara produktif dengan realitas ekonomi digital modern yang serba cair, abstrak, dan borderless? Di sinilah warisan pemikiran progresif almarhum Prof. KH. Ibrahim Hosen menjadi cahaya penuntun yang sangat relevan. Sebagaimana dikutip secara mendalam dalam artikel "Ibrahim Hosen dan Terobosan Fiqih untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat" di laman Kemenag.go.id (24 November 2025), Ibrahim Hosen telah meletakkan dasar metodologis yang kokoh untuk memperluas cakupan harta yang wajib dizakati. Pendekatannya yang tidak kaku, dengan tetap berpegang pada zhahir nash namun sekaligus memberdayakan qiyas (analogi hukum) untuk mengembangkan 'illat (alasan hukum) zakat, memberikan kita kerangka berpikir yang dinamis untuk menjawab tantangan baru. Klasifikasi brilian Ibrahim Hosen yang membagi harta wajib zakat ke dalam empat kategori—logam dan barang berharga, tumbuh-tumbuhan yang bermanfaat, hewan ternak dan hasil laut, serta hasil usaha dan keuntungan bisnis—bukanlah daftar tertutup. Ia justru merupakan kerangka metodologis yang terbuka untuk ditafsirkan ulang. Dalam konteks ekonomi digital kekinian, klasifikasi ini dapat dengan cerdas menjangkau aset-aset modern seperti token aset digital, non-fungible tokens (NFT), royalti konten digital, pendapatan dari platform ekonomi berbagi (sharing economy), hingga keuntungan dari perdagangan algoritmik. Semua harta baru ini memiliki 'illat yang sama dengan harta yang disebutkan dalam nash: nilainya yang berkembang dan potensinya untuk menghasilkan keuntungan. Namun, transformasi digital dalam zakat tidak berhenti pada aspek penghimpunan saja. Pemikiran Ibrahim Hosen tentang penyaluran zakat yang tidak hanya konsumtif, tetapi juga produktif dan investatif, menemukan medium yang sempurna dalam teknologi digital. Dengan dukungan AI dan analitik data, kita kini dapat memetakan potensi ekonomi mustahik dengan presisi yang sebelumnya tidak terbayangkan. Sistem dapat menganalisis data sosial-ekonomi, preferensi, dan kemampuan mustahik untuk kemudian merekomendasikan bentuk penyaluran yang paling optimal, apakah itu dalam bentuk modal usaha, pelatihan keterampilan digital, atau akses ke pasar. Zakat produktif dapat dikelola melalui platform koperasi digital, dimana mustahik tidak hanya menerima bantuan, tetapi menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. Lebih jauh lagi, perluasan makna sabilillah yang digagas Ibrahim Hosen—yang mencakup semua kegiatan untuk kemaslahatan umat secara luas—mendapatkan dimensi baru di era digital. Dana zakat dapat dialokasikan secara strategis untuk membiayai pengembangan platform pendidikan digital yang dapat diakses oleh santri di pelosok negeri, mendanai riset teknologi tepat guna untuk memecahkan masalah umat, membangun infrastruktur digital pesantren dan madrasah, hingga menjadi modal ventura bagi startup sosial yang bertujuan untuk memberdayakan komunitas marjinal. Dalam visi ini, zakat tidak lagi sekadar memenuhi kebutuhan dasar, tetapi menjadi motor penggerak inovasi dan kemajuan peradaban umat. Oleh karena itu, Rakernis 2025 dengan fokus pada AI dan digital fundraising harus dipandang sebagai sebuah lompatan besar. Ini adalah upaya untuk menyinergikan kekuatan ijtihad fikih dengan kecepatan inovasi teknologi. Indonesia sedang membangun sebuah sistem zakat nasional yang tidak hanya canggih secara teknis, tetapi juga kokoh secara filosofis dan hukum. Sebuah sistem yang mampu menghadirkan keadilan distributif di era di mana batas antara dunia fisik dan digital semakin kabur. Pencapaian sejak 2023 hingga persiapan menuju 2025 ini dengan jelas menunjukkan bahwa transformasi digital bukanlah pilihan, melainkan sebuah keharusan strategis. Tujuannya adalah memastikan bahwa zakat tetap relevan, efektif, dan memiliki dampak transformatif di tengah gelombang perubahan yang tak terbendung. Dengan digitalisasi, kita tidak hanya mengejar efisiensi operasional, tetapi yang lebih penting, memperluas cakrawala fikih zakat kontemporer sehingga mampu menjawab tantangan zaman dengan lugas dan elegan. Sebagai penutup, izinkan saya merenungkan kembali pesan abadi Prof. KH. Ibrahim Hosen: pada hakikatnya, zakat harus menjadi instrumen perubahan sosial yang nyata, bukan sekadar ritual yang berhenti pada pemenuhan kewajiban individual. Dengan semangat yang sama, mari kita jadikan transformasi digital sebagai sarana untuk menghidupkan kembali ruh ijtihad dalam fikih zakat, merajut narasi kemajuan, dan mewujudkan keadilan ekonomi serta kesejahteraan yang inklusif bagi seluruh umat.
BERITA27/11/2025 | Humas Baznas
BAZNAS Kabupaten Ciamis Jadi Rujukan Studi Tiru dari Lima Kabupaten
BAZNAS Kabupaten Ciamis Jadi Rujukan Studi Tiru dari Lima Kabupaten
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis menerima kunjungan studi tiru dari lima kabupaten yang berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur, yaitu Kabupaten Barru, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Sopeng, Kabupaten Bone dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu 30 Agustus 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari dan mengadopsi pola pengembangan inovasi serta praktik terbaik dalam penghimpunan dan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya melalui unit pengumpul zakat (UPZ) di tingkat desa. “Di daerah lain, penghimpunan umumnya masih mengandalkan ASN. Sementara di Ciamis, penghimpunan sudah berjalan dari masyarakat melalui UPZ Desa. Mereka ingin meniru bagaimana Langkah nyata yang kami lakukan, karena meski rata-rata daerah lain sudah memiliki UPZ Desa, banyak yang masih sebatas SK tanpa berjalan optimal,” ujar Waka II BAZNAS Kabupaten Ciamis, H. Iif Taufiq El Haque. Tetapi strategi yang dipakai oleh Kabupaten Ciamis tidak bisa sepenuhnya ditiru oleh daerah lain, sebab kondisi sosial dan geografisnya yang berbeda. Ketua BAZNAS Kabupaten Barru, H. Minu Kalibu, mengaku kagum dengan inovasi pengelolaan ZIS di Ciamis. Dan bisa menjadi inspirasi untuk diterapkan di Kabupaten Barru. “Ciamis mempunyai inovasi yang luar biasa. Kami berkunjung untuk berbagi pengetahuan, mudah-mudahan bisa diterapkan di Kabupaten Barru. Memang sejak 2017 kami sudah ada UPZ Desa, tapi pemaksimalan kegiatanya masih kurang. Jumalh ASN di Barru hanya 12 ribu, sementara di Ciamislebih dari satu juta. Akan tetapi, dengan inovasi yang ada di Ciamis, harapannya bisa kami kembangkan,” ungkapnya. Kunjungan ini diharapkan tidak hanya mempererat tali silaturahmi antar-BAZNAS di seluruh Indonesia, tetapi juga menjadi momentum untuk berbagi praktik baik dalam upaya meningkatkan kesejahteraan umat melalui optimalisasi pengelolaan ZIS. (Humas BAZNAS Ciamis)
BERITA30/09/2025 | Humas Baznas
BAZNAS Kabupaten Ciamis Memboyong 4 Penghargaan di Ajang BAZNAS Awards 2025 Tingkat Nasional
BAZNAS Kabupaten Ciamis Memboyong 4 Penghargaan di Ajang BAZNAS Awards 2025 Tingkat Nasional
JAKARTA,- Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Ciamis menorehkan prestasi gemilang kembali dengan meraih empat penghargaan sekaligus dalam berbagai kategori bergengsi BAZNAS Awards 2025 tingkat nasional. Acara penganugerahan ini digelar di Jakarta pada Kamis (28/8/2025). Adapun kategori penghargaan yang behasil diraih yaitu: Bupati Ciamis sebagai Kepala Daerah Pendukung Digitalisasi Zakat BAZNAS Kabupaten Ciamis sebagai Special Award Pengumpulan UPZ Desa Terbaik Camat Kecamatan Baregbeg sebagai Camat Pendukung Zakat Terbaik Kepala Desa Cisontrol Kecamatan Rancah sebagai Kepala Desa Pendukung Zakat Terbaik Penghargaan ini menunjukan sinergi yang kuat antara Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis dan BAZNAS Kabupaten Ciamis dalam membangun Gerakan zakat, infak dan sedekah. Atas komitmen dan dukungannya dalam menggalakkan digitalisasi zakat di Kabupaten Ciamis, sehingga memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakat, dukungan penuh dari Camat Baregbeg terhadap Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di desanya yang berhasil meraih predikat terbaik dalam pengumpulan zakat dan Kepala Desa Cisontrol atas perannya yang sangat proaktif dalam mendukung program-program zakat, sehingga kesadaran masyarakat untuk berzakat di desanya meningkat pesat. Dalam kesempatan tersebut, hadir langsung Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis Drs. H. Lili Miftah, MBA, didampingi Sekretaris Kikin Muttaqin, S.Pd., M.Pd. Tak hanya itu, Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, MM yang diwakili oleh Ihsan Rasyad, AKS.MM, yang hadir mewakili pemerintah daerah serta Camat Baregbeg H. Dede Hendara S.IP dan Kepala Desa Cisontrol Kecamatan Rancah, Bapak Waryono juga turut hadir untuk menyaksikan momen bersejarah ini Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Drs. H. Lili Miftah, MBA, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas dukungan semua pihak. "Penghargaan ini adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi yang luar biasa. Ini bukan hanya milik BAZNAS, tetapi juga milik seluruh masyarakat Ciamis," ungkapnya. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan pelayanan. Kami berharap, BAZNAS Ciamis dapat terus menjadi jembatan kebaikan yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah untuk membantu lebih banyak lagi saudara-saudara kita yang membutuhkan.(Humas BAZNAS Ciamis)
BERITA28/08/2025 | Humas Baznas
BAZNAS RI Luncurkan AAZRI, Perkuat Peran Amil Demi Optimalisasi Potensi Zakat Nasional
BAZNAS RI Luncurkan AAZRI, Perkuat Peran Amil Demi Optimalisasi Potensi Zakat Nasional
JAKARTA-, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi meluncurkan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI), sebagai upaya memperkuat peran amil dari pusat hingga desa. Penguatan peran amil diharapkan dapat mengoptimalkan potensi zakat nasional, guna mendukung pencapaian program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045. Peluncuran AAZRI dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta, Selasa (26/8/2025). Acara tersebut dihadiri Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, serta diikuti 1.200 peserta dari BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota seluruh Indonesia. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. mengatakan, pembentukan AAZRI merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk memperkuat peran amil sekaligus mendukung pencapaian program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045. "Hari ini, BAZNAS meresmikan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI) dari pusat hingga desa. Jika tiap desa ada lima amil, dikalikan 80 ribu desa, jumlahnya sekitar 400 ribu amil. Ditambah yang ada di kota dan provinsi, total bisa mencapai satu juta amil," ujar Kiai Noor. Ia menambahkan, ide pembentukan AAZRI ini lahir melalui konsultasi dengan Menteri Agama RI. Menurutnya, semakin banyak jumlah amil zakat, semakin besar pula peluang pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah di masyarakat. "Target yang sudah ditetapkan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), insya Allah Rp66 triliun akan kita capai pada tahun 2026. Syukur nanti terus meningkat, karena seperti disampaikan Pak Menteri, masih banyak sumber dana zakat yang belum kita raih. Dengan semakin banyaknya amil, akan semakin banyak pula orang yang bekerja mengumpulkan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya," ungkapnya. Lebih lanjut, Kiai Noor menekankan, AAZRI tidak hanya menjadi wadah formal, tetapi juga sarana penguatan kapasitas dan integritas para amil di seluruh Indonesia. Dengan keberadaan AAZRI, diharapkan mampu menggerakkan potensi besar zakat di Indonesia agar lebih optimal dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan rakyat. "Insya Allah mudah-mudahan ini menjadi bagian yang tak terpisahkan bagaimana kita semuanya berperan aktif dalam rangka untuk mendukung Asta Cita," ucap Kiai Noor. Sementara, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, yang hadir dalam acara tersebut, turut menyambut baik peluncuran AAZRI. Menurutnya, langkah BAZNAS membentuk asosiasi amil zakat akan memberikan dampak besar bagi kemajuan bangsa. "AAZRI ini diperkirakan jumlahnya mencapai 1 juta orang. Jika hal itu tercapai, dan masing-masing amil mampu mengumpulkan dana Rp10 juta, berarti akan terkumpul Rp10 triliun. Dana tersebut akan langsung digunakan untuk kepentingan masyarakat di daerah-daerah," kata Muzani. Ia menilai kerja para amil zakat merupakan pekerjaan yang sangat mulia dan memiliki nilai strategis dalam membangun bangsa. "Oleh karena itu, pekerjaan ini adalah pekerjaan yang mulia, luhur, dan luar biasa. Inilah pahlawan-pahlawan Indonesia menjelang 100 tahun Republik Indonesia," tegasnya. Muzani juga menambahkan, apa yang dilakukan BAZNAS merupakan bentuk nyata pemanfaatan otoritas negara untuk membantu rakyat dan mempercepat pencapaian tujuan negara dalam menyejahterakan rakyat. “Apa pencapaian tujuan bernegara itu? negara yang kuat, bukan hanya karena tentaranya atau polisinya yang kuat, melainkan juga karena rakyatnya kuat: rakyat tanpa utang, rakyat yang sehat, rakyat yang kenyang, dan rakyat yang memiliki pekerjaan,” ucap Muzani.
BERITA27/08/2025 | Humas Baznas
Optimalkan Dana ZIS, BAZNAS RI Luncurkan UPZ Desa Seluruh Indonesia
Optimalkan Dana ZIS, BAZNAS RI Luncurkan UPZ Desa Seluruh Indonesia
JAKARTA,- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa seluruh Indonesia mengoptimalkan pengelolaan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS). UPZ Desa merupakan satuan organisasi yang dibentuk oleh BAZNAS untuk membantu pengumpulan zakat baik di lingkungan desa maupun kelurahan. Peluncuran UPZ Desa dilaksanakan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan BAZNAS Award 2025 dengan tema “Menguatkan BAZNAS, Mendukung ASTACITA”, di Jakarta, Selasa (26/08/2025). "Pada hari ini kita luncurkan UPZ Desa seluruh Indonesia dalam rangka untuk mengoptimalkan dana zakat, infak dan sedekah agar betul-betul sesuai dengan tiga prinsip Aman BAZNAS, yakni Aman Syar'i, Aman Regulasi dan Aman NKRI," kata Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH Noor. Achmad MA. Kiai Noor menambahkan, kehadiran UPZ Desa seluruh Indonesia memiliki dampak yang sangat besar bagi pengelolaan zakat di Indonesia. Hingga saat ini, kata Kiai Noor, telah terdaftar sebanyak 2.536 UPZ kecamatan, 12.728 UPZ desa/kelurahan, dan 41.504 UPZ masjid “Semua UPZ tersebut mempunyai tugas untuk menghimpun dan mengelola dana ZIS,” kata Kiai Noor. Menurut Kiai Noor, potensi penghimpunan UPZ Desa juga sangat besar karena masih banyak desa atau kelurahan di seluruh Indonesia, yang akan dibentuk UPZ. Sehingga diharapkan dapat terus mengoptimalkan perannya agar semakin banyak umat terlayani dalam melaksanakan zakat dan semakin banyak mustahik yang menerima manfaat. "Dengan adanya Rakornas dan BAZNAS Award 2025, kami berharap seluruh UPZ dapat meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam pengelolaan zakat, sehingga dapat memberikan kebermanfaatan nyata bagi umat," pungkasnya.
BERITA26/08/2025 | Humas Baznas
Bangun Kemandirian Umat, BAZNAS Kabupaten Ciamis Resmikan Kampung Zakat ke-7 di Desa Pusakasari
Bangun Kemandirian Umat, BAZNAS Kabupaten Ciamis Resmikan Kampung Zakat ke-7 di Desa Pusakasari
Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis meresmikan Kampung Zakat ke-7 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Pusakasari, Kecamatan Cipaku, pada Selasa (19/8/2025). Peresmian ini merupakan bagian dari upaya sinergis antara Kemenag dan BAZNAS Kabupaten Ciamis dalam mengoptimalkan potensi zakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, H. Lili Miftah, menekankan pentingnya peran zakat, infak dan sedekah sebagai instrumen pengentasan kemiskinan. “Zakat, Infak dan sedekah bukan hanya kewajiban, tetapi juga sebagai patuhnya seorang hamba kepada tuhan dan mengantarkan yang fakir 8 asnaf hidupnya menjadi cukup dan yang cukup di dorong supaya menjadi aghni,” ungkapnya “Adanya Kampung Zakat ini, kita bisa memastikan yang pertama di prioritaskan itu untuk mengentaskan kemiskinan ekstrim dan stunting" tambah H. Lili. Diluncurkannya Desa Pusakasari sebagai Kampung Zakat ke-7, diharapkan kesadaran masyarakat dalam berzakat, infak dan sedekah semakin meningkat. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, perangkat desa, serta perwakilan dari Kemenag. Launching Kampung Zakat ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Bupati Ciamis dan diresmikan langsung dengan penggunting pita di kantor UPZ Desa Pusakasari.
BERITA19/08/2025 | Humas Baznas
Setiap Rumah di Ciamis Punya Dua Celengan, Infaq Terkumpul Capai Rp 22 Miliar
Setiap Rumah di Ciamis Punya Dua Celengan, Infaq Terkumpul Capai Rp 22 Miliar
BAZNAS CIAMIS,-Inovasi pengumpulan dana infak melalui program Kenclengisasi yang dijalankan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis membuahkan hasil signifikan.Dalam waktu satu tahun sejak diluncurkan pada 2023, program ini berhasil menghimpun dana infak hingga Rp 22 miliar dari masyarakat desa.Program Kenclengisasi dirancang untuk memudahkan warga dalam berdonasi tanpa harus datang langsung ke konter.Setiap rumah diberikan dua celengan yang kemudian dikelola oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) desa.Celengan tersebut dikumpulkan secara rutin setiap bulan dalam kondisi tersegel, lalu diganti dengan celengan kosong yang baru.Sebanyak 258 desa di Ciamis telah memiliki UPZ yang bekerja sama dengan ketua RT dalam menunjuk kolektor celengan.Proses pengumpulan dilakukan mulai dari tingkat RT, lalu dihitung kembali di tingkat desa, sebelum akhirnya diserahkan ke Baznas Kabupaten untuk dilakukan perhitungan ulang menggunakan mesin.Seluruh proses ini biasanya berlangsung selama tiga hari hingga dana bisa dicairkan.Keunikan dari sistem ini adalah seluruh hasil infak yang terkumpul dikembalikan ke desa masing-masing.Dana tersebut kemudian disalurkan kepada warga yang membutuhkan sesuai rekomendasi RT setempat.Dengan mekanisme ini, desa tidak hanya berfungsi sebagai pengumpul dana, tetapi juga sebagai pengelola dan penyalur infak secara langsung.Baznas Ciamis mencatat bahwa rata-rata pengumpulan infak dari seluruh desa mencapai Rp 2 miliar per bulan.Dalam beberapa kasus, desa yang tergolong sejahtera dan memiliki sisa dana tidak terpakai selama tiga bulan dapat mengalihkan dananya ke desa lain yang lebih membutuhkan. Untuk pendayagunaan seperti permodalan usaha, proses pencairan memerlukan waktu tunggu selama enam bulan. Seluruh pengelolaan program ini berjalan sesuai dengan ketentuan hukum, yakni Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 dan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Zakat.Dengan penguatan peran UPZ di tingkat desa, pengelolaan zakat dan infak dapat dilakukan secara terstruktur, transparan, dan dekat dengan masyarakat.Keberhasilan program Kenclengisasi di Ciamis menjadi contoh nyata bahwa inovasi lokal berbasis komunitas mampu menciptakan dampak besar dalam pengelolaan dana umat.Konsep sederhana namun sistematis ini menunjukkan bahwa peran aktif warga dan struktur RT-RW masih sangat relevan dalam pembangunan sosial berbasis zakat dan infak di tingkat akar rumput.Ciamis kini menjadi rujukan nasional dalam pengelolaan zakat berbasis desa, dengan pendekatan yang partisipatif, efisien, dan memberdayakan.Model ini dinilai dapat direplikasi di daerah lain untuk memperkuat tata kelola zakat yang lebih dekat dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
BERITA22/07/2025 | www.idncitizen.com
Baznas Ciamis BUka Donasi Untuk Bayi Felisha,Drita Pusar Membesar Butuh Biaya Operasi 40 Juta
Baznas Ciamis BUka Donasi Untuk Bayi Felisha,Drita Pusar Membesar Butuh Biaya Operasi 40 Juta
BAZNAS CIAMIS,- BAZNAS Kabupaten Ciamis Kepedulian terhadap sesama tak selalu harus diwujudkan dalam bentuk besar, tindakan kecil yang konsisten dan ikhlas justru bisa memberikan dampak luar baisa. seperti yang kini dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis melalui gerakan donasi terbuka untuk membantu bayi felisha, balita dari keluarga prasejahtera yang menderita pembesaran pada pusarnya (hernia umbulikalis) dan memerlukan operasi segera."Felisha merupakan anak dari warga kurang mampu.ayahnya hanya seorang penjaga toko kelontong milik oranglain, Sementara ibunya ibu rumah tangga biasa, mereka tidak memiliki cukup penghasilan untuk membiayai tindakan medis ini,"ungkap amas saat dihubungi via pesan singkat selasa,(24/06/2025) dijelaskan amas setiap hari,orangtua felisha menyaksikan pusar putri kecil mereka semakin membesar. Kondisi tersebut disertai rasa khawatir yang terus menghantui karena keterbatasan ekonomi membuat mereka tak kunjung membawa felisha ke meja operasi, padahal, tindakan medis segera sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. melalui penggalangan dana ini, kami ingin mengetuk hati masyarakat ciamis dan sekitarnya untuk bersama-sama membantu meringankan beban keluarga felisha. Selama ini juga Baznas ciamis telah memfalisitasi bayi felisha untuk kebutuhan kontrol, dan kebutuhan susu formula, sebab malangnya asi ibunya tidak keluar. "Dana zakat yang kami kelola terbatas, sementara permintaan bantuan semakin banyak. karena itu, kami mengajak publik untuk ikut berpartisipasi dalam aksi kebaikan ini. Setiap rupiah yang disumbangkan sangat berarti" Tambah amas.
BERITA22/07/2025 | www.radarkriminal.com
Baznas Kota Padang Studi Tiru ke Ciamis, Kagumi Inovasi Infak Berbasis Desa
Baznas Kota Padang Studi Tiru ke Ciamis, Kagumi Inovasi Infak Berbasis Desa
BAZNAS CIAMIS,-Kiprah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Terbaru, Baznas Kota Padang melakukan studi tiru ke Ciamis, Rabu (16/7/2025), guna mendalami strategi infak berbasis desa yang terbukti efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat.Ketua Baznas Kota Padang Yuspardi, mengungkapkan kekagumannya terhadap pendekatan Baznas Ciamis dalam mengoptimalkan potensi infak langsung dari akar rumput.“Pengelolaan infak di Ciamis luar biasa. Manfaatnya sangat terasa, terutama untuk anak-anak dan masyarakat desa. Di Padang, infak masih didominasi dari masjid dan ASN, sekitar Rp18–19 miliar per tahun. Kami ingin mengembangkan pola baru seperti yang diterapkan Baznas Ciamis,” ujar Yuspardi.Ia menyebut strategi infak desa yang diterapkan Baznas Ciamis sangat terstruktur dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, sehingga menciptakan dampak sosial yang merata.“Kami tidak ingin kunjungan ini berhenti di sini. Kami harap ke depan bisa terjalin kolaborasi antar-Baznas untuk memperkuat tata kelola zakat di masing-masing daerah,” tambahnya.Dalam kunjungan itu, rombongan Baznas Kota Padang yang terdiri atas enam orang tiga pimpinan, satu sekretaris, dan dua staf melakukan diskusi intensif dengan jajaran Baznas Ciamis, menggali praktik terbaik dan inovasi yang telah dijalankan.Ketua Baznas Ciamis, KH. Lili Miftah, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan program infak berbasis desa di Ciamis merupakan hasil kerja kolaboratif yang sistematis dan konsisten, sehingga menjadi inspirasi nasional.“Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang efektif, desa bisa mandiri secara ekonomi. Ini bagian dari ikhtiar membangun keadilan sosial tanpa selalu bergantung pada bantuan eksternal,” jelasnya.KH. Lili menambahkan bahwa pendekatan infak desa Baznas Ciamis telah menjadi model nasional, bahkan sudah terdokumentasi dalam buku bersama Baznas Pusat dan Baznas DKI Jakarta.“Banyak daerah telah datang belajar ke sini, termasuk sebelumnya dari Provinsi Jambi. Kami membangun sistem yang benar-benar berjalam, bukan hanya konsep di atas kertas,” tegasnya.Sejak 2005, penghimpunan dana di Baznas Ciamis terus meningkat pesat. Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhannya bahkan melampaui 100 persen, membuka lebih banyak ruang untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.“Semakin besar dana yang terhimpun, semakin luas pula manfaat yang bisa kami berikan. Semangat kami adalah memaksimalkan potensi lokal demi kesejahteraan umat,” tutup KH. Lili.
BERITA21/07/2025 | fokusjabar.id
Baznas Ciamis Jadi Panutan Nasional, Inspirasi Inovasi Infak Desa
Baznas Ciamis Jadi Panutan Nasional, Inspirasi Inovasi Infak Desa
BAZNAS CIAMIS,-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis terus menorehkan prestasi sebagai pelopor inspirasi inovasi infak desa.Pada Rabu (16/7/2025), Baznas Kota Padang melakukan kunjungan studi banding untuk mempelajari model pengelolaan zakat dan infak berbasis desa yang telah membawa Ciamis menjadi rujukan nasional.Program inspirasi inovasi infak desa yang dikembangkan Baznas Ciamis bukan sekadar pengumpulan dana, melainkan strategi pemberdayaan yang mendorong kemandirian desa.program ini bertujuan menciptakan keadilan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.inovasi infak desa ini adalah gotong royong yang transparan dan akuntabel.Pendekatan ini telah terbukti menciptakan dampak nyata, baik secara sosial maupun ekonomi, di kalangan masyarakat desa.Bahkan, model ini diakui dalam buku panduan zakat nasional terbitan Baznas RI, menjadikan Ciamis sebagai panutan dalam pengelolaan zakat berbasis desa.Sejak 2005, Baznas Ciamis konsisten mencatatkan pertumbuhan penghimpunan zakat dan infak yang signifikan, dengan tren kenaikan lebih dari 100% dalam beberapa tahun terakhir.Keberhasilan ini tidak lepas dari pendekatan inspirasi inovasi infak desa, yang mengedepankan jejaring kuat hingga tingkat desa.Struktur pengelolaan yang rapi dan dukungan masyarakat menjadi kunci keberhasilan yang kini menginspirasi daerah lain.Rombongan Baznas Kota Padang, yang dipimpin Ketua Yuspardi, mengaku kagum dengan pendekatan Ciamis.Meskipun Baznas Padang telah menghimpun zakat Rp18–19 miliar per tahun dari ASN dan masjid, mereka menilai potensi desa sebagai sumber pengelolaan zakat belum tergarap maksimal.Yuspardi menilai, inspirasi inovasi infak desa dari Ciamis luar biasa. Pengelolaannya rapi dan mendapat dukungan penuh masyarakat.Diskusi selama kunjungan mencakup strategi pelaporan keuangan, kolaborasi dengan pemerintah desa, dan edukasi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran berinfak.Baznas Padang berencana mengadopsi pendekatan penggalangan dana non-ASN dan memperluas jaringan zakat hingga ke tingkat kelurahan.Sebagai simbol kolaborasi, Baznas Ciamis menyerahkan buku panduan inspirasi inovasi infak desa kepada rombongan Padang.Dokumen ini diharapkan menjadi acuan bagi daerah lain untuk mengembangkan program serupa.Keberhasilan Baznas Ciamis menunjukkan bahwa inovasi infak desa mampu menjadi kekuatan baru dalam pembangunan daerah.Dengan pengelolaan yang transparan dan berbasis kemandirian lokal, program ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial.Kiprah Baznas Ciamis kini menjadi role model nasional, menginspirasi daerah lain untuk mengadopsi pendekatan serupa.Dengan semakin banyak yang mencontoh, inovasi infak desa berpotensi mengubah wajah pengelolaan zakat di Indonesia.
BERITA21/07/2025 | jabarupdate.id
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Ciamis.

Lihat Daftar Rekening →