WhatsApp Icon
Sinergi ZISWAF, BAZNAS Ciamis Kukuhkan 80 Duta Zakat & Wakaf

BAZNAS CIAMIS,- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis kembali menorehkan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) di Tatar Galuh. Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis, BAZNAS Ciamis menginisiasi kegiatan Pengukuhan dan Pembinaan Duta Zakat, Duta Wakaf, serta Nadzir, Rabu (30/09/2026).

Acara penting ini mendapat sambutan yang sangat baik serta dukungan penuh dari Kemenag dan Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis, yang menandai kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam memajukan kesejahteraan umat di Kabupaten Ciamis.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran tamu kehormatan, di antaranya Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Ciamis yang hadir mewakili Bupati Ciamis, Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Ciamis, serta perwakilan dari sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ) mitra, yaitu LAZ Nusa Charity, LAZ Hidayah Berbagi Indonesia, dan LAZ Rumah Zakat.

Pengukuhan 80 Duta Zakat dan Wakaf Lintas Kecamatan

Prosesi pengukuhan 80 orang Duta Zakat dan Duta Wakaf dilakukan secara langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Ciamis. Ada hal istimewa dalam komposisi para duta yang dikukuhkan; seluruh Duta Zakat tersebut merupakan para Penyuluh Agama Islam pilihan yang tersebar secara merata di 27 kecamatan se-Kabupaten Ciamis.

Kehadiran para Penyuluh Agama Islam sebagai garda terdepan ini diharapkan mampu mempercepat arus edukasi dan literasi keagamaan, khususnya terkait kesadaran berzakat langsung hingga ke tingkat akar rumput di setiap kecamatan.

Penguatan 4 Pilar Tugas dan Fungsi Duta Zakat

Dalam sesi pembinaan, Ketua dan Sekretaris BAZNAS Kabupaten Ciamis memberikan penguatan materi yang komprehensif kepada seluruh peserta yang hadir. Materi utama berfokus pada 4 Pilar Tugas dan Fungsi Duta Zakat yang menjadi landasan operasional gerakan zakat di lapangan:

  1. Sosialisasi: Meningkatkan literasi zakat di tengah masyarakat serta memperluas kesadaran para muzakki untuk menunaikan kewajiban zakatnya melalui lembaga resmi.

  2. Penggalangan: Mengoptimalkan pengumpulan dana ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah) serta mendorong penyaluran yang tepat sasaran melalui jalur resmi.

  3. Inovasi: Membawa kreativitas dan pembaruan dalam program-program pemberdayaan, sekaligus bertindak sebagai brand ambassador ZISWAF yang aktif dan inspiratif.

  4. Aksi Sosial: Terjun langsung mendampingi para mustahik serta menyebarkan nilai-nilai kepedulian umat di wilayah kerja masing-masing.

Kolaborasi untuk Kesejahteraan Umat

Melalui inisiatif ini, BAZNAS Kabupaten Ciamis menegaskan komitmennya untuk terus merangkul berbagai pihak—mulai dari Pemda, Kemenag, BPN, hingga sesama lembaga pengelola zakat (LAZ). Kolaborasi pentahelix ini diyakini mampu menciptakan tata kelola zakat dan wakaf yang lebih transparan, akuntabel, modern, dan berdampak luas bagi pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Ciamis.

Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif, penyerahan Surat Keputusan (SK) secara simbolis, serta komitmen bersama untuk menyukseskan program-program keumatan di Tatar Galuh Ciamis ke depannya.

30/09/2026 | Kontributor: Humas Baznas
BAZNAS dan IPARI Kabupaten Ciamis Sinergi Optimalkan Kesadaran Berzakat

BAZNAS CIAMIS,- Ketua dan Wakil Ketua 1 BAZNAS Kabupaten Ciamis menghadiri undangan sekaligus bertindak sebagai narasumber dalam Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) III Ikatan Penyuluh Agama Islam Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Ciamis. Kegiatan yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Peran Duta Zakat dalam Optimalisasi Kesadaran Berzakat Tahun 2026 ini diselenggarakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis pada Senin, 14 September 2026.

Selain agenda internal organisasi, Rakerda ini juga dirangkaikan secara khusus dengan agenda Sosialisasi Peran Duta Zakat dalam Optimalisasi Kesadaran Berzakat Tahun 2026, yang dihadiri oleh puluhan penyuluh agama Islam dari berbagai wilayah di Kabupaten Ciamis.

 

TUNAIKAN ZIS DISINI

 

Strategi Kolaboratif Mengangkat Kesadaran Zakat

Dalam sambutannya di hadapan para peserta Rakerda, Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Drs. H. Lili Miftah, M.BA menekankan bahwa penyuluh agama Islam memiliki posisi yang sangat strategis dan bersentuhan langsung dengan masyarakat grassroot (akar rumput). Oleh karena itu, para penyuluh tidak hanya berfungsi sebagai pembimbing ibadah ritual, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai agen perubahan dalam membangun literasi zakat umat.

"Penyuluh agama Islam adalah corong kebaikan di tengah masyarakat. Melalui sinergi yang kuat antara BAZNAS dan IPARI, kita optimis pesan-pesan zakat, infak, dan sedekah dapat tersampaikan secara masif dan menyentuh kesadaran kolektif masyarakat Ciamis," ujarnya.

Lebih lanjut, ditekankan pula bahwa tantangan pengelolaan zakat ke depan membutuhkan pendekatan yang adaptif dan kolaboratif. Dengan adanya program Sosialisasi Peran Duta Zakat 2026, diharapkan lahir kader-kader penggerak zakat dari kalangan penyuluh yang mampu mengedukasi masyarakat secara Aman Syari, Aman Regulasi dan Aman NKRI.

 

Mengusung Harokah Da’wah untuk Menumbuhkan Gairah ZIS

Dalam sesi pemaparan materinya, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Ciamis, Dr. Wasdi M,Si membawakan topik khusus yang mendalam dan inspiratif, yakni "Sinergi Penyuluh Agama yang Berdampak melalui Harokah Da’wah dalam Menumbuhkan Gairah Zakat, Infaq dan Shadaqah".

Wakil Ketua I BAZNAS Ciamis menekankan bahwa penyuluh agama Islam memegang peranan sentral sebagai motor penggerak moral dan spiritual masyarakat. Melalui harokah da’wah (gerakan dakwah) yang terstruktur dan masif, para penyuluh diharapkan mampu menumbuhkan kembali gairah serta kesadaran kolektif umat Islam untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui lembaga resmi.

"Penyuluh agama tidak hanya menyampaikan risalah ibadah mahdlah semata, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial ekonomi umat. Melalui harokah da’wah yang berdampak, gairah berzakat di masyarakat dapat ditumbuhkan secara organik, sehingga zakat benar-benar menjadi instrumen penyeimbang ekonomi dan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Ciamis," ujar Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Ciamis dalam pemaparannya.

 

TUNAIKAN ZIS DISINI

 

Peran Duta Zakat Menuju 2026 yang Lebih Inklusif

Program Sosialisasi Peran Duta Zakat yang digaungkan dalam acara ini merupakan salah satu instrumen penting BAZNAS Kabupaten Ciamis guna menghadapi proyeksi peningkatan kesejahteraan umat di tahun 2026. Duta zakat diproyeksikan tidak hanya sekadar mengumpulkan dana, melainkan turut mengawal tata kelola zakat agar tepat sasaran, baik untuk program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Ciamis.

Para peserta Rakerda III IPARI Kabupaten Ciamis menyambut antusias materi yang disampaikan. Sesi pemaparan kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif serta tanya jawab seputar problematika penghimpunan zakat di lapangan, regulasi pengelolaan, serta kiat-kiat praktis dalam mengedukasi wajib zakat (muzaki) agar menunaikan kewajibannya melalui lembaga resmi negara.

Meneguhkan Sinergitas Kelembagaan

Acara yang berlangsung secara khidmat, tertib, dan penuh kekeluargaan ini ditutup dengan komitmen bersama antara BAZNAS Kabupaten Ciamis dan IPARI Kabupaten Ciamis untuk terus merajut kerja sama yang berkelanjutan. Diharapkan, hasil dari Rapat Kerja Daerah III ini dapat menghasilkan rumusan program kerja nyata yang bermuara pada peningkatan kesadaran berzakat masyarakat, serta memperkokoh peran lembaga keagamaan dalam mewujudkan kemaslahatan umat di Kabupaten Ciamis.

 

Tunaikan Zakat, Infak dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Ciamis:

BSI  7119191011 (Rek. Sedekah/Infak)

BSI  1515111449 (Rek. Zakat)

a.n. BAZNAS Kabupaten Ciamis

 

Atau melalui link:

https://kabciamis.baznas.go.id/bayarzakat 

Konfirmasi: 0823-1764-7075

14/09/2026 | Kontributor: Humas Baznas
Perkuat Tata Kelola, BAZNAS Kota Bogor Kunjungi BAZNAS Ciamis

BAZNAS CIAMIS,- Dalam rangka memperkuat tata kelola kelembagaan dan meningkatkan kualitas pelayanan umat, BAZNAS Kabupaten Ciamis dengan hangat menyambut kunjungan kerja dan studi tiru dari BAZNAS Kota Bogor. Pertemuan strategis ini berlangsung di Kantor BAZNAS Kabupaten Ciamis pada Rabu, 10 September 2026.

Kegiatan studi tiru ini berfokus pada upaya bersama untuk mengeksplorasi dan berbagi praktik terbaik (best practices) dalam berbagai aspek pengelolaan zakat. Pertemuan strategis antartetangga wilayah Jawa Barat ini dilandasi oleh semangat bersama untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat melalui pengelolaan zakat yang modern dan adaptif. Dalam agenda studi tiru kali ini mencakup empat pilar penting: peningkatan efektivitas pengumpulan dana ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah), optimalisasi ketepatan sasaran pendistribusian, pemutakhiran sistem pengelolaan data yang terintegrasi, serta penguatan tata kelola kelembagaan secara menyeluruh.

 

TUNAIKAN ZIS DISINI

 

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Drs. Lili Miftah, MBA menyambut hangat kehadiran rombongan BAZNAS Kota Bogor. Disampaikan bahwa tantangan pengelolaan zakat di era digital menuntut setiap lembaga amil zakat untuk terus berinovasi, memperkuat kolaborasi, serta saling belajar dari praktik terbaik yang telah diterapkan di berbagai daerah.

"Kunjungan ini bukan sekadar ajang silaturahmi formal, melainkan ruang tukar gagasan yang sangat produktif. Kami percaya bahwa kemajuan lembaga zakat tidak dicapai melalui kompetisi, melainkan lewat sinergi dan kolaborasi yang kuat demi memberikan dampak luas bagi kesejahteraan masyarakat," ungkapnya dalam sesi diskusi.

 

TUNAIKAN ZIS DISINI

 

Rangkaian acara diisi dengan paparan komprehensif mengenai strategi penghimpunan dan pengelolaan ZIS Desa di Kabupaten Ciamis yang diterapkan oleh BAZNAS Kabupaten Ciamis. Diskusi interaktif berlangsung dinamis, di mana kedua belah pihak saling bertukar pandangan mengenai solusi atas tantangan riil di lapangan, mulai dari pendekatan kepada muzaki milenial hingga digitalisasi pelaporan keuangan.

Sementara itu, pihak BAZNAS Kota Bogor mengapresiasi keterbukaan dan sambutan hangat yang diberikan oleh BAZNAS Kabupaten Ciamis. Pengalaman dan strategi yang dibagikan selama sesi studi tiru dinilai sangat inspiratif dan akan menjadi referensi berharga dalam merumuskan kebijakan serta program kerja strategis di Kota Bogor ke depannya.

Menjelang akhir acara, kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata khas daerah serta sesi foto bersama sebagai simbol kehangatan silaturahmi dan kokohnya jejaring kemitraan antarlembaga amil zakat. Melalui momentum ini, BAZNAS Kabupaten Ciamis dan BAZNAS Kota Bogor berharap dapat terus melangkah bersama, menghadirkan kemaslahatan yang lebih besar, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi pengelola zakat di Indonesia.

 

Tunaikan Zakat, Infak dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Ciamis:

BSI  7119191011 (Rek. Sedekah/Infak)

BSI  1515111449 (Rek. Zakat)

a.n. BAZNAS Kabupaten Ciamis

 

Atau melalui link:

https://kabciamis.baznas.go.id/bayarzakat 

Konfirmasi: 0823-1764-7075

11/09/2026 | Kontributor: Humas Baznas
Kampung Zakat ke-15 Hadir di Pawindan, Bupati Ciamis Ingatkan Pentingnya Gotong Royong Umat

BAZNAS CIAMIS,- Upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat di Kabupaten Ciamis kembali mencatatkan langkah progresif. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis berkolaborasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis secara resmi meluncurkan Kampung Zakat ke-15 yang dipusatkan di Desa Pawindan, Kecamatan Ciamis, pada Senin, 31 Agustus 2026.

Peresmian ini dihadiri dan diresmikan secara langsung oleh Bupati Ciamis, H. Herdiat Sunarya. Kehadiran program Kampung Zakat di Desa Pawindan disambut dengan antusiasme tinggi oleh berbagai elemen masyarakat yang hadir di lokasi acara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Ciamis, pejabat struktural beserta jajaran Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, aparat pemerintah desa setempat, para pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ), tokoh masyarakat, serta unsur terkait lainnya yang berkomitmen mendukung peningkatan kesejahteraan umat.

Sebagai bagian dari rangkaian peresmian, BAZNAS Kabupaten Ciamis bersama UPZ Desa Pawindan turut menyalurkan bantuan kepada lima orang penerima manfaat. Bantuan ini disalurkan melalui berbagai pilar program strategis, yakni Pawindan Sehat, Pawindan Cerdas, Pawindan Agamis, Pawindan Sejahtera, dan Pawindan Peduli.

 

TUNAIKAN ZIS DISINI

 

Apresiasi Bupati: Zakat, Infak dan Sedekah sebagai Kekuatan Alternatif di Tengah Efisiensi Anggaran

Dalam sambutannya, Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya menyampaikan apresiasi tinggi atas sinergi yang terjalin antara BAZNAS dan Kemenag Ciamis. Menurutnya, kehadiran BAZNAS sangat membantu Pemerintah Daerah di tengah keterbatasan dan efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Bupati menegaskan bahwa pemerintah tidak mungkin mampu menyelesaikan seluruh persoalan sosial di tengah masyarakat hanya dengan mengandalkan anggaran daerah semata. Terlebih, Kabupaten Ciamis memiliki kekuatan kultural yang luar biasa, yaitu budaya gotong royong dan partisipasi aktif masyarakat.

"Partisipasi masyarakat melalui zakat, infak dan sedekah (ZIS) menjadi salah satu kekuatan terbesar yang harus terus dikembangkan," ujar Bupati Herdiat.

Selain itu, Bupati menitipkan pesan khusus agar perhatian serius diberikan kepada anak-anak yatim piatu serta percepatan penanganan stunting di wilayah setempat. Beliau berpesan agar keberadaan Kampung Zakat ini tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial, melainkan memastikan dana yang dihimpun benar-benar dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk program nyata yang berkelanjutan.

 

TUNAIKAN ZIS DISINI

 

Pengelolaan Berbasis Prinsip Aman Syari dan Aman Regulasi

Sementara itu, pimpinan BAZNAS Kabupaten Ciamis, Drs. Lili Miftah, MBA, menegaskan bahwa pihaknya selalu memastikan tata kelola zakat berjalan sesuai aturan. Sebagai lembaga nonstruktural yang beroperasi berdasarkan ketentuan perundang-undangan, penghimpunan dan pendayagunaan dana umat di BAZNAS tidak dilakukan secara sembarangan.

BAZNAS Ciamis berkomitmen mengelola dana umat dengan prinsip aman syari dan aman regulasi, yang senantiasa berpijak pada ketentuan syariat Islam serta regulasi pemerintah yang berlaku.

"Dukungan penuh dari pemerintah merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem zakat yang kuat di Kabupaten Ciamis. Dengan adanya Kampung Zakat di tingkat desa, pengelolaan zakat dapat semakin mendekat dengan masyarakat guna memastikan manfaatnya dirasakan secara langsung oleh warga di lingkungan sekitar," pungkasnya.

Melalui peresmian Kampung Zakat ke-15 ini, kolaborasi lintas sektoral antara BAZNAS, Kemenag, dan Pemerintah Kabupaten Ciamis diharapkan mampu menjadi role model berkelanjutan dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan serta mengentaskan kemiskinan secara tepat sasaran hingga ke pelosok desa.

 

Tunaikan Zakat, Infak dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Ciamis:

BSI  7119191011 (Rek. Sedekah/Infak)

BSI  1515111449 (Rek. Zakat)

a.n. BAZNAS Kabupaten Ciamis

 

Atau melalui link:

https://kabciamis.baznas.go.id/bayarzakat 

Konfirmasi: 0823-1764-7075

31/08/2026 | Kontributor: Humas Baznas
Kampung Zakat ke-14 Hadir di Bangunharja, Dorong Penguatan Ekonomi dan Pendidikan

BAZNAS CIAMIS,- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis secara resmi meluncurkan Kampung Zakat ke-14 yang bertempat di Desa Bangunharja, Kecamatan Cisaga. Peluncuran ini menjadi langkah nyata dalam mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) guna meretas kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis perdesaan.

Acara peresmian tersebut dihadiri oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis, Perwakilan Kantor Kemenag Ciamis, Forkopimcam Kecamatan Cisaga, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Peresmian program strategis ini dilakukan secara resmi oleh Bupati Ciamis yang diwakili oleh Asisten Daerah III Bidang Administrasi Umum Setda Ciamis, Wawan Ruhyat.

Dalam sambutan Bupati Ciamis yang dibacakan oleh Asda III, Pemerintah Kabupaten Ciamis menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kolaborasi berkelanjutan antara BAZNAS, Kemenag, dan pemerintah daerah. Kehadiran Kampung Zakat di Desa Bangunharja dinilai sebagai langkah inklusif untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan kemandirian masyarakat.

"Kampung Zakat bukan sekadar program pendistribusian bantuan yang bersifat karitatif, melainkan sebuah gerakan terpadu dan berkelanjutan. Tujuan utamanya adalah mentransformasi mustahik menjadi muzakki melalui pendekatan komprehensif, mulai dari pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, perlindungan sosial, hingga pembinaan keagamaan," ujar Wawan Ruhyat saat membacakan amanat Bupati.

Sebagai bagian dari komitmen pemberdayaan tersebut, BAZNAS Kabupaten Ciamis melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Bangunharja menyalurkan berbagai program bantuan secara simbolis dalam rangkaian acara launching. Bantuan yang diserahkan mencakup tiga sektor utama, yaitu modal usaha untuk pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), bantuan bencana, serta bantuan dana pendidikan bagi warga yang membutuhkan.

Tak hanya penyerahan bantuan secara berkalanjutan, peluncuran Kampung Zakat ini juga menandai dimulainya program unggulan jangka panjang dari UPZ Desa Bangunharja. Mengingat pentingnya kualitas sumber daya manusia (SDM) bagi masa depan desa, UPZ Desa Bangunharja secara khusus menyiapkan program beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu namun berprestasi yang berasal dari Desa Bangunharja.

Program beasiswa perguruan tinggi ini dirancang untuk memastikan anak-anak muda lokal yang memiliki potensi akademik tinggi tidak terputus sekolah karena keterbatasan ekonomi. Dengan begitu, para penerima manfaat diharapkan dapat menyelesaikan studinya dan kembali ke desa untuk menjadi agen perubahan serta penggerak pembangunan daerah.

Melalui integrasi program zakat di bidang ekonomi, sosial, bencana, dan pendidikan ini, BAZNAS Ciamis dan Kemenag Ciamis berharap Desa Bangunharja dapat menjadi percontohan desa mandiri. Tata kelola zakat yang transparan dan akuntabel di tingkat desa diyakini akan menumbuhkan kepercayaan publik, sehingga kesadaran berzakat masyarakat semakin meningkat demi terwujudnya kemaslahatan umat secara luas.

13/08/2026 | Kontributor: Humas Baznas

Berita Terbaru

Inovasi Zakat Baznas Ciamis Jadi Magnet Studi Banding, Bangun Diplomasi Antardaerah dalam Pemberdayaan Umat
Inovasi Zakat Baznas Ciamis Jadi Magnet Studi Banding, Bangun Diplomasi Antardaerah dalam Pemberdayaan Umat
BAZNAS CIAMIS,- Inovasi pengelolaan zakat dan infak yang digagas Baznas Kabupaten Ciamis tidak hanya berdampak di tingkat lokal, tetapi kini menjadi magnet baru bagi daerah lain yang ingin memperkuat sistem tata kelola zakat mereka.Terbaru, Baznas Kota Padang melakukan kunjungan studi banding ke Baznas Ciamis untuk belajar langsung praktik baik dalam pengembangan program infak berbasis desa, Rabu (16/07/2025).Kunjungan tersebut menegaskan posisi Baznas Ciamis sebagai pusat pembelajaran nasional dalam hal pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang inovatif dan berdampak. Dipimpin Ketua Baznas Kota Padang, Yuspardi, rombongan diterima langsung oleh Ketua Baznas Ciamis, H. Lili Miftah, beserta jajarannya.Menurut H. Lili Miftah, program Infak Desa yang dikembangkan Baznas Ciamis bukan sekadar inovasi teknis penghimpunan dana, tetapi juga sebuah pendekatan strategis untuk membangun kemandirian desa secara sosial dan ekonomi. Program tersebut bahkan telah tercatat dalam buku panduan zakat nasional yang disusun Baznas RI dan dibagikan ke berbagai daerah di Indonesia sebagai contoh praktik unggulan. Kunjungan Baznas Padang mempertegas pentingnya diplomasi zakat antardaerah. Bagi Baznas Ciamis, kunjungan seperti ini adalah momentum untuk membangun sinergi, berbagi praktik baik, dan memperkuat jaringan kelembagaan zakat di tingkat nasional. Diskusi yang berlangsung produktif ini mencakup berbagai aspek, mulai dari mekanisme pelaporan, strategi edukasi masyarakat, hingga kolaborasi dengan pemerintahan desa dalam mengelola dan menyalurkan dana umat. Sejak 2005, Baznas Ciamis menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam penghimpunan zakat dan infak. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan mencapai lebih dari 100 persen. Capaian ini menjadi fondasi kuat dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan secara lebih luas dan tepat sasaran. Dengan inovasi yang konsisten dan semangat berbagi praktik baik, Baznas Ciamis membuktikan bahwa pengelolaan dana zakat yang profesional dan berorientasi pemberdayaan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah. Ketua Baznas Padang, Yuspardi, mengaku kagum terhadap sistem yang diterapkan Baznas Ciamis, terutama dalam hal membangun struktur penghimpunan infak hingga ke tingkat desa. Ia juga menekankan pentingnya memperluas basis donatur dari masyarakat umum dan mendorong pelibatan aktif tokoh-tokoh lokal hingga tingkat kelurahan. Kunjungan tersebut ditutup dengan penyerahan buku panduan Infak Desa dari Baznas Ciamis kepada Baznas Padang. Dokumen ini diharapkan menjadi pedoman awal dalam membangun skema penghimpunan infak yang lebih masif dan terstruktur di daerah asal. Yuspardi menyatakan, kunjungan yang dilakukan bukan akhir, tetapi awal dari kolaborasi jangka panjang antara dua Baznas daerah untuk memperkuat pemberdayaan umat di wilayah masing-masing. Baznas Ciamis kini bukan sekadar lembaga amil zakat di tingkat kabupaten, tetapi telah tumbuh sebagai pusat inspirasi nasional dalam diplomasi zakat dan penguatan ekonomi umat berbasis desa.
BERITA21/07/2025 | lokacita.com
'Kuli-Kuli Allah' Kumpulkan Kencleng Rp 22 Miliar di Ratusan Desa Ciamis, Ini Manfaatnya untuk Desa
'Kuli-Kuli Allah' Kumpulkan Kencleng Rp 22 Miliar di Ratusan Desa Ciamis, Ini Manfaatnya untuk Desa
BAZNAS CIAMIS,- Uang recehan kencleng penduduk desa di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mencapai miliaran rupiah. Infak dari program Kenclengisasi Unit Pengumpul Zakat Desa Ciamis Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) tersebut bahkan berhasil mengumpulkan dana dari Rp 22 miliar dalam jangka waktu satu tahun. Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS-DSKL Baznas RI, Muhammad Hasbi Zaenal menjelaskan, Kenclengisasi merupakan program Baznas Ciamis yang baru dimulai pada 2023. Program ini timbul dari adanya inisiatif Baznas Ciamis untuk melayani masyarakat Ciamis dengan mengganti sistem konter menjadi sistem celengan di setiap rumah. Hasbi mengatakan, UPZ di Ciamis sendiri telah dibentuk secara serentak di seluruh desa Ciamis yakni sebanyak 258 desa. Setelah menghadirkan UPZ di setiap desa, Baznas kemudian membuat prosedur dan tata cara pengelolaannya. UPZ desa sebenarnya mengawali program ini dengan cara pulling di mana masyarakat diminta datang ke konter kemudian memberi donasi kepada petugas UPZ desa. Pada 2023, sistem tersebut berubah menjadi Kenclengisasi. Hasbi menyebutkan bahwa perubahan sistem tersebut didasari karena masyarakat merasa belum mendapatkan pelayanan yang mudah. asbi menjelaskan dalam menunjang kenclengisasi ini, UPZ Desa berkoordinasi dengan tiap RT untuk menunjuk kolektor yang bertugas meletakkan dan menghimpun celengan. Setiap rumah diberikan dua celengan oleh para kolektor. Hasbi menjelaskan, dua celengan tersebut akan diambil dan diletakkan secara bergantian dalam keadaan tersegel. Hasbi menambahkan pengumpulan celengan ini dilakukan sebulan sekali pada awal atau akhir bulan, tergantung dari masing-masing UPZ desa. Setelah kolektor mengumpulkan celengan, dana yang dihimpun akan dihitung pada tingkat RT di RW setempat. Selanjutnya, dana tersebut kembali dihimpun dan dihitung di UPZ desa untuk tingkat desa. Setelah dihitung di tiap desa, UPZ Desa kemudian menyerahkan hasil infaq ke Baznas Ciamis. Di Baznas Kabupaten Ciamis, infaq yang terhimpun akan dicatat dan dihitung kembali menggunakan mesin hitung dengan memakan waktu tiga hari termasuk proses pencairan. Hasil dari pencairan oleh Baznas Ciamis akan diberikan secara utuh kepada tiap desa yang akan memberikan hasil kencleng ke setiap RT. Dana tersebut dapat didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Hasbi menjelaskan bahwa Ciamis sendiri melalui program Kenclengisasi berhasil mendapatkan Rp 2 miliar dari seluruh desa tiap bulan yang kemudian dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan di setiap desa. Tak hanya menyelesaikan permasalahan di desa sendiri, Hasbi menjelaskan bahwa jika suatu desa tergolong sejahtera dan memiliki sisa dana lebih maka dapat didistribusikan atau dialihkan ke desa lain yang membutuhkan. Dengan syarat, dana tersebut telah mengendap atau tidak digunakan selama tiga bulan. Lain halnya dengan kebutuhan pendayagunaan seperti kebutuhan modal usaha. Waktu yang dibutuhkan untuk pengendapan dana zakat selama enam bulan. Setelah itu, dana tersebut baru dapat dicairkan. Untuk pemberian infaq kepada yang membutuhkan, Hasbi menyebutkan bahwa UPZ desa merujuk pada rekomendasi tiap RT. Sesuai dengan data yang ada, bantuan akan diberikan atau direkomendasikan kepada Baznas Ciamis jika dana sedang tidak tersedia. Hasbi menerangkan bahwa cara ini dilakukan guna menguatkan posisi desa yang tidak sekedar sebagai pengumpul celengan tetapi juga memiliki kelembagaan. Hasbi menjelaskan bahwa BAZNAS Ciamis sendiri merupakan sistem yang tersentralisasi, sehingga tersentral di satu UPZ desa di tiap desanya. Disampaikan oleh Hasbi, sistem pengelolaan tersebut juga bagian dari hak BAZNAS Kabupaten sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 2014 dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat yang mengatur pelaksanaan zakat. UPZ desa juga berperan sebagai pendistributor dana zakat. Hasbi menyebutkan bahwa setelah penyaluran, masyarakat yang mendapatkan zakat akan dicatat oleh Baznas Kabupaten Ciamis. Hasbi menyebutkan bahwa ini merupakan teknik satu pintu. Hasbi juga menghimbau bahwa dengan pelayanan satu pintu ini diupayakan agar masyarakat dari RT dan RW tidak perlu mendatangi Baznas, karena ujung tombak mereka adalah UPZ Desa. Ia juga menjelaskan bahwa hanya UPZ Desa yang memiliki hak untuk berhubungan dengan Baznas Ciamis. Hasbi menyebutkan, tiap UPZ Desa memiliki empat hingga lima petugas amil. Ia merasa kagum dengan yang dilakukan oleh Baznas dan UPZ Desa Ciamis. Sebelum menjadi anggota UPZ Desa, Baznas Ciamis melakukan pembinaan mental amil UPZ Desa yang menekankan bahwa ini adalah gerakan dakwah. Hasbi menyebutkan bahwa mereka melihat ini sebagai bagian dari profesi kuli-kuli Allah SWT yang bekerja karena Allah SWT. Hasbi mengungkapkan, yang memantik semangat para petugas amil tersebut bukanlah nominal. Mereka sadar hasil dari yang mereka lakukan memiliki dampak untuk menyelesaikan permasalahan di desa mereka sendiri. Bagi Hasbi, ini juga akan menjadi amal jariah. Hasbi menegaskan, program Kenclengisasi ini melayani semua umat Islam, baik itu muzakki (orang yang wajib membayar infaq), munfiq (orang yang berinfaq) termasuk fakir miskin juga dapat berinfaq, dan mushaddiq (orang yang bersedekah). Saat ini, Hasbi memperinci sudah ada sebanyak 17 ribu dari 80 ribu desa seluruh Indonesia yang sudah memulai program yang sama. Hanya saja, program tersebut baru sebatas pembentukan UPZ desa, belum terkoordinir secara masif dan tersistem seperti Ciamis. Ketua Baznas Kabupaten Ciamis Lili Miftah mengatakan, program kenclengisasi bermula dari gagasan untuk membangun sistem pengumpulan infak yang ringan, tidak membebani masyarakat, namun berkelanjutan, ujar dia seperti dilansir dari laman kabciamis.baznas.go.id. Program ini mendorong warga menyisihkan uang receh hasil kembalian belanja seperti Rp 500 atau Rp1.000 ke dalam celengan rumah tangga. Jika dijalankan secara masif, potensi dananya luar biasa. Bahkan, desa yang sebelumnya hanya mengumpulkan Rp1,5 juta per bulan kini mampu meraih hingga Rp10 juta. Meski menghadapi tantangan teknis seperti menghitung banyaknya koin, Baznas Ciamis telah mengantisipasinya dengan mesin penghitung uang logam. Hingga kini, program ini telah menyentuh angka Rp 11 miliar, dengan Rp7 miliar di antaranya berasal dari infaq desa hanya dalam waktu empat bulan. BAZNAS Ciamis sendiri, kata dia, menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp 25 miliar pada tahun 2025, meningkat dari pencapaian Rp22 miliar lebih di tahun sebelumnya.
BERITA21/07/2025 | khazanah.republika.co.id
BAZNAS Ciamis, Terima Kunjungan Study Tiru BAZNAS Padang, Paparkan Inovasi Zakat Berbasis Desa
BAZNAS Ciamis, Terima Kunjungan Study Tiru BAZNAS Padang, Paparkan Inovasi Zakat Berbasis Desa
BAZNAS CIAMIS,- Kiprah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Hal ini memicu BAZNAS daerah lain untuk meniru inovasi dan strategi apa yang di jalankan BAZNAS Ciamis dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah. Baru - baru ini, Baznas Ciamis menerima kunjungan Studi Tiru dari BAZNAS Kota Padang dalam upaya mendalami strategi infak berbasis desa yang terbukti efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat, Rabu, 16/07/2025. Yuspardi juga mengatakan bahwa strategi infak desa yang diterapkan Baznas Ciamis sangat terstruktur dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, sehingga menciptakan dampak sosial yang merata. Dalam kunjungan itu, rombongan Baznas Kota Padang yang terdiri atas enam orang tiga pimpinan, satu sekretaris, dan dua staf melakukan diskusi intensif dengan jajaran Baznas Ciamis, menggali praktik terbaik dan inovasi yang telah di jalankan. Ketua Baznas Ciamis, H. Lili Miftah, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan program infak berbasis desa di Ciamis merupakan hasil kerja kolaboratif yang sistematis dan konsisten, sehingga menjadi inspirasi nasional. H. Lili menambahkan bahwa pendekatan infak desa Baznas Ciamis telah menjadi model nasional, bahkan sudah terdokumentasi dalam buku bersama Baznas Pusat dan Baznas DKI Jakarta. Sejak 2005, penghimpunan dana di Baznas Ciamis terus meningkat pesat. Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhannya bahkan melampaui 100 persen, membuka lebih banyak ruang untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
BERITA21/07/2025 | patroli88investigasi.com
H Lili Miftah Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis Menyambut Baik Kedatangan BAZNAS Kota Padang
H Lili Miftah Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis Menyambut Baik Kedatangan BAZNAS Kota Padang
BAZNAS CIAMIS,- BAZNAS Kabupaten Ciamis telah mendapatkan penghargaan sebagai penggerak zakat terbaik nasional dari BAZNAS RI. Penghargaan ini diberikan karena BAZNAS Kabupaten Ciamis dianggap berhasil dalam mengelola zakat dan menjadi contoh bagi daerah lain. Pada hari Rabu (16/7/2025) BAZNAS Kabupaten Ciamis menerima kunjungan dari BAZNAS Kota Padang dengan misi melakukan study tiru guna mendalami strategi infak berbasis desa yang terbukti efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat. Kh Lili Miftah saat di wawancarai di kantor BAZNAS Ciamis (16/7/2025) Lili menyampaikan " bahwa keberhasilan program infak berbasis desa di Ciamis merupakan hasil kerja kolaboratif yang sistematis dan konsisten, sehingga menjadi inspirasi nasional.", “Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang efektif, desa bisa mandiri secara ekonomi. Ini bagian dari ikhtiar membangun keadilan sosial tanpa selalu bergantung pada bantuan eksternal,” jelasnya. KH. Lili menambahkan bahwa pendekatan infak desa Baznas Ciamis telah menjadi model nasional, bahkan sudah terdokumentasi dalam buku bersama Baznas Pusat dan Baznas DKI Jakarta. “Banyak daerah telah datang belajar ke sini, termasuk sebelumnya dari Provinsi Jambi. Kami membangun sistem yang benar-benar berjalam, bukan hanya konsep di atas kertas,” tegasnya. Testimoni Untuk BAZNAS Kabupaten Ciamis dari BAZNAS kota Padang H. Yuspardi, S.Si. ,Ketua Baznas Kota Padang , mengungkapkan kekagumannya terhadap pendekatan Baznas Ciamis dalam mengoptimalkan potensi infak langsung dari akar rumput.“Pengelolaan infak di Ciamis luar biasa. Manfaatnya sangat terasa, terutama untuk anak-anak dan masyarakat desa. Di Padang, infak masih didominasi dari masjid dan ASN, sekitar Rp18–19 miliar per tahun. Kami ingin mengembangkan pola baru seperti yang diterapkan Baznas Ciamis,” ujar Yuspardi. Ia menyebut strategi infak desa yang diterapkan Baznas Ciamis sangat terstruktur dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, sehingga menciptakan dampak sosial yang merata. “Kami tidak ingin kunjungan ini berhenti di sini. Kami harap ke depan bisa terjalin kolaborasi antar-Baznas untuk memperkuat tata kelola zakat di masing-masing daerah,” tambahnya.
BERITA21/07/2025 | asaginewsbee.blogspot.com
BAZNAS Ciamis, Terima Kunjungan Study Tiru BAZNAS Padang, Paparkan Inovasi Zakat Berbasis Desa.
BAZNAS Ciamis, Terima Kunjungan Study Tiru BAZNAS Padang, Paparkan Inovasi Zakat Berbasis Desa.
BAZNAS CIAMIS,- Kiprah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Hal ini memicu BAZNAS daerah lain untuk meniru inovasi dan strategi apa yang di jalankan BAZNAS Ciamis dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah. Baru – baru ini, Baznas Ciamis menerima kunjungan Studi Tiru dari BAZNAS Kota Padang dalam upaya mendalami strategi infak berbasis desa yang terbukti efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat, Rabu, 16/07/2025. Dalam kunjungan Study Tiru ini, Ketua Baznas Kota Padang, Yuspardi, mengungkapkan kekagumannya terhadap pendekatan Baznas Ciamis dalam mengoptimalkan potensi infak langsung dari akar rumput. “Pengelolaan infak di Ciamis luar biasa. Manfaatnya sangat terasa, terutama untuk anak-anak dan masyarakat desa. Di Padang, infak masih didominasi dari masjid dan ASN, sekitar Rp18–19 miliar per tahun, dan kami ingin mengembangkan pola baru seperti yang diterapkan Baznas Ciamis” ujar Yuspardi. Yuspardi juga mengatakan bahwa strategi infak desa yang diterapkan Baznas Ciamis sangat terstruktur dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, sehingga menciptakan dampak sosial yang merata. “Kami tidak ingin kunjungan ini berhenti di sini, dan kami harap ke depan bisa terjalin kolaborasi antar – Baznas untuk memperkuat tata kelola zakat di masing-masing daerah” tambahnya Dalam kunjungan itu, rombongan Baznas Kota Padang yang terdiri atas enam orang tiga pimpinan, satu sekretaris, dan dua staf melakukan diskusi intensif dengan jajaran Baznas Ciamis, menggali praktik terbaik dan inovasi yang telah di jalankan. Ketua Baznas Ciamis, H. Lili Miftah, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan program infak berbasis desa di Ciamis merupakan hasil kerja kolaboratif yang sistematis dan konsisten, sehingga menjadi inspirasi nasional. “Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang efektif, desa bisa mandiri secara ekonomi. Ini bagian dari ikhtiar membangun keadilan sosial tanpa selalu bergantung pada bantuan eksternal” jelasnya. H. Lili menambahkan bahwa pendekatan infak desa Baznas Ciamis telah menjadi model nasional, bahkan sudah terdokumentasi dalam buku bersama Baznas Pusat dan Baznas DKI Jakarta. “Banyak daerah telah datang belajar ke sini, termasuk sebelumnya dari Provinsi Jambi. Kami membangun sistem yang benar-benar berjalan, bukan hanya konsep di atas kertas” ucapnya. MSejak 2005, penghimpunan dana di Baznas Ciamis terus meningkat pesat. Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhannya bahkan melampaui 100 persen, membuka lebih banyak ruang untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. “Semakin besar dana yang terhimpun, semakin luas pula manfaat yang bisa kami berikan. Semangat kami adalah memaksimalkan potensi lokal demi kesejahteraan umat” tutup H. Lili.
BERITA21/07/2025 | brigadenews.co.id
Baznas Kota Padang Studi Tiru Ke Baznas Ciamis, Pelajari Strategi Penglolaan Zakat hingga Inovasi Infak Desa
Baznas Kota Padang Studi Tiru Ke Baznas Ciamis, Pelajari Strategi Penglolaan Zakat hingga Inovasi Infak Desa
BAZNAS CIAMIS,- Reputasi Badan Zakat Amil Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis dalam pengelolaan zakat dan pengembangan program infak berbasis desa kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. kali ini, Baznas Kota Padang melakukan kunjungan studi banding ke Baznas Ciamis untuk menggali praktik baik dalam tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya terkait inovasi pengumpulan infak di desa-desa. kunjungan yang dilaksanakan pada Rabu (16/07/2025) ini dipimpin langsung oleh Ketua Baznas Kota Padang, Yuspardi, bersama jajaran pimpinan dan sekertariat Baznas Padang. Rombongan disambut pleh Ketua Baznas Ciamis, H. Lili, beserta jajaran di Kantor Baznas Kabupaten Ciamis. Ketua Baznas Ciamis, H. Lili Miftah, menyambut baik kunjungan Baznas Padang dan menjelaskan bahwa pendekatan infak desa yang diterapkan ciamis bertujuan memberdayakan desa menjadi mandiri secara sosial dan ekonomi. H. Lili menambahkan, program infak desa di ciamis telah diakui secara nasional sebagai praktif inovatif, bahkan dijadikan contoh dalam buku panduan zakat nasional yang disusun oleh baznas pusat dan didistribusikan secara nasional.
BERITA21/07/2025 | dejurnal.com
Baznas Ciamis Menerima Kunjungan Studi Banding Baznas Padang, Sebuah Progres Menjadi Barometer
Baznas Ciamis Menerima Kunjungan Studi Banding Baznas Padang, Sebuah Progres Menjadi Barometer
BAZNAS CIAMIS,-Inovasi pengelolaan zakat dan infak gagasan Baznas Kabupaten Ciamis tidak hanya berdampak di tingkat lokal. Tetapi kini menjadi magnet baru bagi daerah lain yang ingin memperkuat sistem tata kelola zakat mereka.Terbaru, Baznas Kota Padang melakukan kunjungan studi banding ke Baznas Ciamis untuk belajar langsung pengembangan program infak berbasis desa, Rabu (16/07/2025).Kunjungan tersebut menegaskan posisi Baznas Ciamis sebagai pusat pembelajaran nasional dalam hal pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang inovatif dan berdampak.Dengan pimpinan Ketua Baznas Kota Padang, Yuspardi, rombongan diterima langsung oleh Ketua Baznas Ciamis, H.Lili Miftah beserta jajarannya.program Infak Desa yang Baznas Ciamis kembangkan bukan sekadar inovasi teknis penghimpunan dana. Tetapi juga sebuah pendekatan strategis untuk membangun kemandirian desa secara sosial dan ekonomi.“Infak desa ini lahir dari kesadaran bahwa kekuatan umat harus dibangun dari akar rumput. Desa jangan terus bergantung pada bantuan dari luar. Melalui pengelolaan dana umat yang transparan dan akuntabel, masyarakat bisa berdaya dari dalam,Program tersebut bahkan telah tercatat dalam buku panduan zakat nasional yang disusun Baznas RI dan dibagikan ke berbagai daerah di Indonesia sebagai contoh praktik unggulan. Kunjungan Baznas Padang mempertegas pentingnya diplomasi zakat antar daerah. Bagi Baznas Ciamis, kunjungan seperti ini adalah momentum untuk membangun sinergi, berbagi praktik baik. Selain itu memperkuat jaringan kelembagaan zakat di tingkat nasional. Diskusi yang berlangsung produktif ini mencakup berbagai aspek, mulai dari mekanisme pelaporan, strategi edukasi masyarakat. Hingga kolaborasi dengan pemerintahan desa dalam mengelola dan menyalurkan dana umat.Sejak 2005, Baznas Ciamis menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam penghimpunan zakat dan infak. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan mencapai lebih dari 100 persen.Capaian ini menjadi pondasi kuat dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan secara lebih luas dan tepat sasaran.Dengan inovasi yang konsisten dan semangat berbagi praktik baik, Baznas Ciamis membuktikan bahwa pengelolaan dana zakat yang profesional dan berorientasi pemberdayaan, mampu menjawab tantangan pembangunan daerah.Ketua Baznas Padang, Yuspardi, mengaku kagum terhadap sistem yang Baznas Ciamis terapkan. Terutama dalam hal membangun struktur penghimpunan infak hingga ke tingkat desa.“Model Baznas Ciamis sangat aplikatif dan jelas dampaknya. Di Padang, kami sudah cukup kuat dalam penghimpunan zakat dari ASN dan masjid dengan nilai hingga Rp18–19 miliar per tahun,” ucapnya.“Tapi kami belum optimal menjangkau potensi infak desa. Inilah yang ingin kami pelajari lebih dalam,” sambung YuspardIa juga menekankan pentingnya memperluas basis donatur dari masyarakat umum dan mendorong pelibatan aktif tokoh-tokoh lokal hingga tingkat kelurahan. Kunjungan tersebut berakhir dengan penyerahan buku panduan Infak Desa dari Baznas Ciamis kepada Baznas Padang.Yuspardi menyatakan, kunjungan yang pihaknya lakukan bukan akhir. Tetapi awal dari kolaborasi jangka panjang antara dua Baznas daerah untuk memperkuat pemberdayaan umat di wilayah masing-masing.Baznas Ciamis kini bukan sekadar lembaga amil zakat di tingkat kabupaten. Melainkan telah tumbuh sebagai pusat inspirasi nasional dalam diplomasi zakat dan penguatan ekonomi umat berbasis desa.
BERITA20/07/2025 | www.radar24jam.com
Baznas Padang Gali Potensi ke Ciamis, Membangun Inovasi Berbasis Desa
Baznas Padang Gali Potensi ke Ciamis, Membangun Inovasi Berbasis Desa
BAZNAS CIAMIS,-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang melakukan kunjungan studi tiru ke Baznas Kabupaten Ciamis pada Rabu, 16 Juli 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk menggali wawasan dan strategi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya terkait keberhasilan inovasi infak desa yang telah menjadi unggulan Baznas Ciamis secara nasional.Baznas Ciamis selama ini dikenal sebagai pionir dalam penerapan program infak berbasis desa yang bukan hanya menekankan pada aspek penghimpunan dana, tetapi juga pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat desa. Rombongan Baznas Padang dipimpin langsung oleh Ketua Baznas Kota Padang, Yuspardi, dan diterima secara resmi oleh Ketua Baznas Ciamis, H. Lili Miftah, bersama jajaran.Infak Desa Ciamis: Menumbuhkan Keadilan Sosial Melalui Akar RumputDalam forum dialog yang hangat dan konstruktif, H. Lili Miftah memaparkan filosofi dasar dan praktik teknis dari program infak desa yang selama ini dijalankan Baznas Ciamis. Menurutnya, program ini dirancang untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat desa dalam membangun lingkungan yang berdaya, dengan semangat gotong royong dan pemerataan kesejahteraan.Keberhasilan program ini tidak hanya diakui secara lokal, tetapi telah tercantum dalam buku pedoman nasional zakat sebagai praktik terbaik yang direkomendasikan oleh Baznas pusat. Sejak diluncurkan pada 2005, kinerja penghimpunan ZIS Baznas Ciamis terus menunjukkan tren peningkatan signifikan, bahkan dalam beberapa tahun terakhir melampaui 100 persen pertumbuhan.Yuspardi, Ketua Baznas Kota Padang, mengungkapkan kekagumannya terhadap pola kerja yang terstruktur dan berdampak nyata di Ciamis. Ia menekankan bahwa pendekatan berbasis desa seperti yang diterapkan Baznas Ciamis sangat relevan untuk menjangkau potensi ZIS yang selama ini belum tergarap optimal di wilayah Kota Padang.Meski Baznas Padang telah berhasil menghimpun dana ZIS antara Rp18–19 miliar per tahun, sebagian besar berasal dari ASN dan masjid. Potensi ZIS dari masyarakat pedesaan dinilai masih belum sepenuhnya dimanfaatkan. Yuspardi pun menyoroti pentingnya kolaborasi erat dengan pemerintah daerah guna memperkuat sistem pengelolaan zakat yang terintegrasi.Pertemuan dua institusi zakat daerah ini berlangsung produktif. Beragam aspek penting dikaji bersama, mulai dari sistem akuntabilitas dan pelaporan, pola kolaborasi dengan aparatur desa, hingga pendekatan edukatif dalam menumbuhkan kesadaran berzakat di tengah masyarakat Sinergi Lintas Daerah: Menuju Tata Kelola ZIS yang Berkelanjuta .
BERITA20/07/2025 | tentarapolisi.id
Baznas Ciamis Bikin Kagum! Strategi Zakat Ala Kampung Ini Bikin Baznas Padang Datang Belajar
Baznas Ciamis Bikin Kagum! Strategi Zakat Ala Kampung Ini Bikin Baznas Padang Datang Belajar
BAZNAS CIAMIS,- Bukan cuma terkenal dengan pesona alamnya, Ciamis ternyata juga punya jurus jitu dalam urusan zakat! Terbukti, Baznas Kota Padang sampai bela-belain datang jauh-jauh buat belajar langsung dari Baznas Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Bukan tanpa alasan, soalnya Baznas Ciamis udah jadi panutan nasional berkat ide cemerlangnya: program infak desa.Kunjungan ini terjadi pada Rabu, 16 Juli 2025. Rombongan dari Padang dipimpin langsung oleh Ketua Baznas-nya, Pak Yuspardi, dan mereka disambut hangat sama Ketua Baznas Ciamis, H. Lili Miftah beserta timnya.Dalam obrolan hangat itu, Pak Lili cerita soal program infak desa yang jadi andalan mereka. Gagasan utamanya simpel tapi dalam: desa harus bisa mandiri, jangan cuma bergantung dari bantuan luar. “Kita dorong masyarakat desa buat gotong royong lewat zakat dan infak. Dari situ, lahir kekuatan ekonomi lokal yang nyata,” kata beliau.Gak main-main, program ini sampai dimasukin ke buku panduan nasional zakat oleh Baznas pusat, dan disebar ke seluruh Indonesia! Sejak 2005, tren pengumpulan zakat dan infak di Ciamis terus naik, dan itu langsung berbanding lurus dengan makin banyaknya warga yang terbantu. Win-win banget,Pak Yuspardi sendiri ngaku kagum berat. Katanya, cara Baznas Ciamis menghimpun infak dari tingkat desa tuh keren banget. Rapi, terstruktur, dan yang paling penting: hasilnya kelihatan. “Ini yang belum optimal kami lakukan di Padang. Jadi kami ke sini buat banyak belajar,” ujarnya.Dia juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menguatkan pengelolaan zakat. Di Padang sendiri, per tahun mereka bisa kumpulin sekitar Rp18-19 miliar, kebanyakan dari ASN dan masjid. Tapi potensi luar biasa dari desa-desa masih belum tergarap maksimal, dan itu jadi PR ke depan.Selama kunjungan, mereka ngobrol panjang lebar. Bahas sistem pelaporan, kerja sama sama aparat desa, sampai cara edukasi ke masyarakat. Diskusinya santai tapi berbobot. Pak Yuspardi bilang mereka gak cuma pengen belajar, tapi juga pengen buka jalan kolaborasi antara Padang dan Ciamis. Biar sama-sama makin mantap dalam ngelola zakat dan infak.Sebagai penutup kunjungan, Baznas Ciamis ngasih kenang-kenangan berupa buku panduan infak desa ke tim Padang. Harapannya, buku itu bisa jadi panduan awal buat mereka ngejalanin program serupa di Sumatera Barat nanti.
BERITA19/07/2025 | suarasalira.com
Baznas Padang Gali Ilmu ke Ciamis: Membangun Inovasi ZIS Berbasis Desa
Baznas Padang Gali Ilmu ke Ciamis: Membangun Inovasi ZIS Berbasis Desa
BAZNAS CIAMIS,-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang melakukan kunjungan studi tiru ke Baznas Kabupaten Ciamis pada Rabu, 16 Juli 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk menggali wawasan dan strategi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya terkait keberhasilan inovasi infak desa yang telah menjadi unggulan Baznas Ciamis secara nasional.Baznas Ciamis selama ini dikenal sebagai pionir dalam penerapan program infak berbasis desa yang bukan hanya menekankan pada aspek penghimpunan dana, tetapi juga pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat desa. Rombongan Baznas Padang dipimpin langsung oleh Ketua Baznas Kota Padang, Yuspardi, dan diterima secara resmi oleh Ketua Baznas Ciamis, H. Lili Miftah, bersama jajaran.Dalam forum dialog yang hangat dan konstruktif, H. Lili Miftah memaparkan filosofi dasar dan praktik teknis dari program infak desa yang selama ini dijalankan Baznas Ciamis. Menurutnya, program ini dirancang untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat desa dalam membangun lingkungan yang berdaya, dengan semangat gotong royong dan pemerataan kesejahteraan.Keberhasilan program ini tidak hanya diakui secara lokal, tetapi telah tercantum dalam buku pedoman nasional zakat sebagai praktik terbaik yang direkomendasikan oleh Baznas pusat. Sejak diluncurkan pada 2005, kinerja penghimpunan ZIS Baznas Ciamis terus menunjukkan tren peningkatan signifikan, bahkan dalam beberapa tahun terakhir melampaui 100 persen pertumbuhan.Yuspardi, Ketua Baznas Kota Padang, mengungkapkan kekagumannya terhadap pola kerja yang terstruktur dan berdampak nyata di Ciamis. Ia menekankan bahwa pendekatan berbasis desa seperti yang diterapkan Baznas Ciamis sangat relevan untuk menjangkau potensi ZIS yang selama ini belum tergarap optimal di wilayah Kota Padang.Meski Baznas Padang telah berhasil menghimpun dana ZIS antara Rp18–19 miliar per tahun, sebagian besar berasal dari ASN dan masjid. Potensi ZIS dari masyarakat pedesaan dinilai masih belum sepenuhnya dimanfaatkan. Yuspardi pun menyoroti pentingnya kolaborasi erat dengan pemerintah daerah guna memperkuat sistem pengelolaan zakat yang terintegrasi.Pertemuan dua institusi zakat daerah ini berlangsung produktif. Beragam aspek penting dikaji bersama, mulai dari sistem akuntabilitas dan pelaporan, pola kolaborasi dengan aparatur desa, hingga pendekatan edukatif dalam menumbuhkan kesadaran berzakat di tengah masyarakat.Baznas Padang menyatakan kesiapannya untuk menerapkan sejumlah strategi yang terbukti sukses di Ciamis, khususnya dalam membangun jaringan donatur non-ASN dan memperluas jangkauan program hingga ke tingkat kelurahan.Sebagai simbol komitmen bersama, Baznas Ciamis menyerahkan buku panduan sistem infak desa kepada Baznas Kota Padang. Dokumen ini diharapkan menjadi referensi penting dalam upaya transformasi pengelolaan ZIS yang lebih partisipatif dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat di berbagai daerah.
BERITA19/07/2025 | salira.id
Inovasi Zakat Baznas Ciamis Jadi Magnet Studi Banding, Bangun Diplomasi Antar Daerah
Inovasi Zakat Baznas Ciamis Jadi Magnet Studi Banding, Bangun Diplomasi Antar Daerah
BAZNAS CIAMIS,-Inovasi pengelolaan zakat dan infak gagasan Baznas Kabupaten Ciamis tidak hanya berdampak di tingkat lokal. Tetapi kini menjadi magnet baru bagi daerah lain yang ingin memperkuat sistem tata kelola zakat mereka.Terbaru, Baznas Kota Padang melakukan kunjungan studi banding ke Baznas Ciamis untuk belajar langsung pengembangan program infak berbasis desa, Rabu (16/07/2025).Kunjungan tersebut menegaskan posisi Baznas Ciamis sebagai pusat pembelajaran nasional dalam hal pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang inovatif dan berdampak.Program tersebut bahkan telah tercatat dalam buku panduan zakat nasional yang disusun Baznas RI dan dibagikan ke berbagai daerah di Indonesia sebagai contoh praktik unggulan.Kunjungan Baznas Padang mempertegas pentingnya diplomasi zakat antar daerah. Bagi Baznas Ciamis, kunjungan seperti ini adalah momentum untuk membangun sinergi, berbagi praktik baik. Selain itu memperkuat jaringan kelembagaan zakat di tingkat nasional.Diskusi yang berlangsung produktif ini mencakup berbagai aspek, mulai dari mekanisme pelaporan, strategi edukasi masyarakat. Hingga kolaborasi dengan pemerintahan desa dalam mengelola dan menyalurkan dana umat.Sejak 2005, Baznas Ciamis menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam penghimpunan zakat dan infak. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan mencapai lebih dari 100 persen.Capaian ini menjadi pondasi kuat dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan secara lebih luas dan tepat sasaran.Dengan inovasi yang konsisten dan semangat berbagi praktik baik, Baznas Ciamis membuktikan bahwa pengelolaan dana zakat yang profesional dan berorientasi pemberdayaan, mampu menjawab tantangan pembangunan daerah.Ketua Baznas Padang, Yuspardi, mengaku kagum terhadap sistem yang Baznas Ciamis terapkan. Terutama dalam hal membangun struktur penghimpunan infak hingga ke tingkat desa.“Model Baznas Ciamis sangat aplikatif dan jelas dampaknya. Di Padang, kami sudah cukup kuat dalam penghimpunan zakat dari ASN dan masjid dengan nilai hingga Rp18–19 miliar per tahun,” ucapnya.“Tapi kami belum optimal menjangkau potensi infak desa. Inilah yang ingin kami pelajari lebih dalam,” sambung Yuspardi.Ia juga menekankan pentingnya memperluas basis donatur dari masyarakat umum dan mendorong pelibatan aktif tokoh-tokoh lokal hingga tingkat kelurahan.Kunjungan tersebut berakhir dengan penyerahan buku panduan Infak Desa dari Baznas Ciamis kepada Baznas Padang.Harapan, dokumen ini menjadi pedoman awal dalam membangun skema penghimpunan infak yang lebih masif dan terstruktur di daerah asal.Yuspardi menyatakan, kunjungan yang pihaknya lakukan bukan akhir. Tetapi awal dari kolaborasi jangka panjang antara dua Baznas daerah untuk memperkuat pemberdayaan umat di wilayah masing-masing.Baznas Ciamis kini bukan sekadar lembaga amil zakat di tingkat kabupaten. Melainkan telah tumbuh sebagai pusat inspirasi nasional dalam diplomasi zakat dan penguatan ekonomi umat berbasis desa.
BERITA18/07/2025 | galuh.id
Baznas Ciamis Jadi Motor Transformasi Zakat Nasional, Inovasi Infak Desa Jadi Contoh Nyata Pemberdayaan Umat
Baznas Ciamis Jadi Motor Transformasi Zakat Nasional, Inovasi Infak Desa Jadi Contoh Nyata Pemberdayaan Umat
BAZNAS CIAMIS,-Kiprah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis dalam mengelola zakat dan infak berbasis pemberdayaan desa terus mencuri perhatian publik nasional. Terbukti, lembaga zakat daerah ini kini menjadi rujukan strategis dalam pengembangan model tata kelola zakat yang partisipatif, transparan, dan berdampak langsung ke masyarakat akar rumput.Pada Rabu (16/07/2025), Baznas Kabupaten Ciamis menerima kunjungan studi banding dari Baznas Kota Padang. Kunjungan ini menjadi momentum penting yang menegaskan posisi Baznas Ciamis sebagai motor transformasi kelembagaan zakat di Indonesia, sekaligus menguatkan diplomasi zakat antardaerah melalui praktik replikasi inovasi.Rombongan Baznas Padang yang dipimpin langsung oleh Ketua Yuspardi disambut hangat oleh Ketua Baznas Ciamis, H. Lili Miftah, beserta jajaran di kantor Baznas Ciamis.Dalam paparannya, H. Lili menjelaskan bahwa program Infak Desa lahir dari kebutuhan nyata masyarakat desa yang kerap berada di garis terluar perhatian pembangunan. Baznas Ciamis melihat peluang besar untuk membangun kemandirian desa melalui pengelolaan dana umat yang profesional dan akuntabel.“Infak Desa bukan hanya alat penghimpunan dana, tapi gerakan sosial yang memperkuat solidaritas umat dan memperluas keadilan ekonomi. Kami ingin desa-desa di Ciamis tumbuh menjadi subjek pembangunan, bukan hanya objek bantuan,” ujar H. Lili.Program ini bahkan telah diakui secara nasional dan dijadikan contoh dalam buku panduan zakat yang diterbitkan Baznas RI.Sejak 2005, Baznas Ciamis terus menunjukkan kinerja positif. Dalam beberapa tahun terakhir, penghimpunan zakat dan infak tumbuh lebih dari dua kali lipat. Kinerja ini menjadi fondasi kuat dalam perluasan program bantuan, pemberdayaan ekonomi mustahik, hingga revitalisasi kelembagaan zakat di tingkat desa.Ketua Baznas Kota Padang, Yuspardi, menyampaikan kekagumannya atas pendekatan strategis Baznas Ciamis, terutama dalam menjangkau potensi infak hingga ke tingkat desa melalui jejaring kelembagaan yang rapi dan partisipatif.“Selama ini kami sudah optimal menghimpun zakat dari ASN dan masjid dengan nilai mencapai Rp18–19 miliar per tahun. Tapi pendekatan Ciamis dalam membangun ekosistem infak desa sangat menarik, dan itu yang ingin kami adaptasi,” kata Yuspardi.Ia juga menegaskan pentingnya mendorong kontribusi masyarakat umum dan membangun kemitraan hingga ke tingkat kelurahan sebagai bagian dari reformasi zakat yang inklusif.Diskusi kedua pihak berlangsung produktif, membahas berbagai aspek strategis seperti transparansi pelaporan, literasi zakat masyarakat, hingga kolaborasi dengan pemerintah desa. Kunjungan ini diakhiri dengan penyerahan Buku Panduan Infak Desa sebagai simbol transfer pengetahuan dan komitmen bersama dalam membangun pengelolaan zakat yang unggul.Dengan keberhasilan menyebarluaskan inovasi lokal ke tingkat nasional, Baznas Ciamis telah menegaskan perannya sebagai lebih dari sekadar pengelola zakat. Lembaga ini kini menjelma sebagai episentrum gerakan zakat yang membumi, berjejaring, dan berdaya ubah tinggi.Baznas Ciamis membuktikan bahwa transformasi kelembagaan zakat tidak harus menunggu program pusat. Justru dari desa, perubahan besar bisa dimulai—dan Baznas Ciamis menjadi pelopornya.
BERITA18/07/2025 | sinarsuryanews.com
Ketua Baznas Kabupaten Ciamis, KH Lili Miftah berfoto bersama rombongan Baznas Kota Padang
Ketua Baznas Kabupaten Ciamis, KH Lili Miftah berfoto bersama rombongan Baznas Kota Padang
BAZNAS CIAMIS,-Kiprah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Terbaru, Baznas Kota Padang melakukan studi tiru ke Ciamis, Rabu (16/7/2025), guna mendalami strategi infak berbasis desa yang terbukti efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat.Ketua Baznas Kota Padang Yuspardi, mengungkapkan kekagumannya terhadap pendekatan Baznas Ciamis dalam mengoptimalkan potensi infak langsung dari akar rumput.“Pengelolaan infak di Ciamis luar biasa. Manfaatnya sangat terasa, terutama untuk anak-anak dan masyarakat desa. Di Padang, infak masih didominasi dari masjid dan ASN, sekitar Rp18–19 miliar per tahun. Kami ingin mengembangkan pola baru seperti yang diterapkan Baznas Ciamis,” ujar Yuspardi.Ia menyebut strategi infak desa yang diterapkan Baznas Ciamis sangat terstruktur dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, sehingga menciptakan dampak sosial yang merata.“Kami tidak ingin kunjungan ini berhenti di sini. Kami harap ke depan bisa terjalin kolaborasi antar-Baznas untuk memperkuat tata kelola zakat di masing-masing daerah,” tambahnya.Dalam kunjungan itu, rombongan Baznas Kota Padang yang terdiri atas enam orang tiga pimpinan, satu sekretaris, dan dua staf melakukan diskusi intensif dengan jajaran Baznas Ciamis, menggali praktik terbaik dan inovasi yang telah dijalankan.Ketua Baznas Ciamis, KH. Lili Miftah, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan program infak berbasis desa di Ciamis merupakan hasil kerja kolaboratif yang sistematis dan konsisten, sehingga menjadi inspirasi nasional.“Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang efektif, desa bisa mandiri secara ekonomi. Ini bagian dari ikhtiar membangun keadilan sosial tanpa selalu bergantung pada bantuan eksternal,” jelasnya.KH. Lili menambahkan bahwa pendekatan infak desa Baznas Ciamis telah menjadi model nasional, bahkan sudah terdokumentasi dalam buku bersama Baznas Pusat dan Baznas DKI Jakarta.“Banyak daerah telah datang belajar ke sini, termasuk sebelumnya dari Provinsi Jambi. Kami membangun sistem yang benar-benar berjalam, bukan hanya konsep di atas kertas,” tegasnya. Sejak 2005, penghimpunan dana di Baznas Ciamis terus meningkat pesat. Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhannya bahkan melampaui 100 persen, membuka lebih banyak ruang untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.“Semakin besar dana yang terhimpun, semakin luas pula manfaat yang bisa kami berikan. Semangat kami adalah memaksimalkan potensi lokal demi kesejahteraan umat,” tutup KH. Lili.
BERITA17/07/2025 | www.radarkriminal.com
Sinergi Santri dan UMKM Menuju Kemandirian Ekonomi Umat di Muharram Creative festival 1447 H
Sinergi Santri dan UMKM Menuju Kemandirian Ekonomi Umat di Muharram Creative festival 1447 H
BAZNAS CIAMIS,- Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Dr. H. Andang Firman Triyadi, MT. membuka Muharram Creative Festival 1447 H di halaman Islamic Center Ciamis. Sabtu (12/07/2025). Gema semangat hijrah menyatu dengan semangat kemandirian ekonomi terlihat dalam acara yang bertema"Gerbang Menuju Kemandirian Ekonomi Umat". Festival dibuka dengan penampilan memukau Tari Saman Aceh oleh siswa - siswi STAI Putra Galuh Ciamis menggambarkan semangat kolaborasi antar generasi muda muslim dalam merespon tantangan Zaman. Dalam sambutannya, Sekda Andang menggarisbawahi pentingnya keberanian untuk berubah dan berinovasi dalam menjawab dinamika sosial dan ekonomi masyarakat ini. " Perubahan bukan berarti kita takut. Justru, Rasulullah SAW pun berhijrah demi melindungi umatnya. Begitu pula saat ini, menjawab tantangan ekonomi dan pendidikan dengan kreativitas yang muncul secara otonom dari dalam diri," tegasnya. Sekda Andang menjelaskan bahwa kolaborasi berbagai unsur dalam pentaheliks pembangunan pemerintah, sunia usaha, akademisi, komunitas, dan media adalah kunci membangun kekuatan ekonomi lokal berbasis umat. "Kekuatan ekonomi tidak hanya tumbuh dari 20% pelaku utama tetapi justru mengakar dari 80% pelaku ekonomi kecil dan menengah seperti UMKM dan komunitas santri,"jelasnya. Menurut Andang festival tersebut menjadi ajang sinergi antara santri , pelaku UMKM,Lembaga pendidikan, perbankan syariah, dan komunitas sosial budaya."Kegiatan ini digagas oleh Balai Galuh Rencage bekerjasama dengan Forum Pondok Pesantren Ciamis, serta didukung oleh Bank Indonesia Tasikmalaya, OJK,BAZNAS,MUI,DMI, dan sejumlah instansi vertikal maupun media sosial", ungkapnya. Ketua pelaksana Dede menyampaikan rangkaian kegiatan festival selama sepekan(10-17 juli 2025), Diungkap dede jumlah peserta terdiri dari 50 UMKM dan pedagang umum, BUMD,Perbankan Syariah,OJK,lembaga keuangan dan organisasi keagamaan. "Adapun sarana kegiatan ini para santri,remaja,lembaga pendidikan,pelaku usaha, komunitas budaya dari ciamis, Tasikmalaya,Banjar,dan Pangandaran,"ungkapnya. Menurut dede Muharram Creative Festival 1447 H menjadi momentum penting membangun ekosistem ekonomi umat yang inklusif dan berkelanjutan."Dengan pendekatan spiritual,edukatif,dan kreatif,festival ini diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi berbasis pesantren dan komunitas lokal.
BERITA16/07/2025 | dejurnal.com
Baznas Ciamis Gerak Cepat Perbaiki Gubuk Lansia Ibu Rukimi di Panawangan
Baznas Ciamis Gerak Cepat Perbaiki Gubuk Lansia Ibu Rukimi di Panawangan
BAZNAS CIAMIS,- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis kembali menunjukan aksi nyata dalam penanganan kasus kemanusiaan. Kali ini, BAZNAS bergerak cepat memperbaiki rumah tidak layak huni Rukimi (78), seorang lansia di Dusun Bojongnangka, Desa Karangpaninggal, Kecamatan Panaangan.Selasa (10/06/2025). Ibu Rukimi selama ini tinggal di sebuah gubuk yang jauh dari kata layak. Di usia senjanya, ia harus menghadapi kerasnya hidup dalam kondisi rumah yang nyaris ambruk. setelah melewati waktu yang cukup lama bantuan mulai berdatangan mulai dari dinas sosial dan instansi terkait lainnya.. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS ciamis segera turun tanga. Kepala Pelaksana BAZNAS,Amas Muhammad Tamsis, Memimpin langsung proses penyaluran bantuan kepada rukimi. Menurutnya, rumah yang dihuni lansia tersebut sudah dalam kondisis yang sangat menghawatirkan. "Atap rumah mulai runtuh, dinding-dinding rapuh dan nyaris roboh. Kami tidak menunggu lebih lama. meskipun UPZ setempat sudah turun tangan, keterbatasan dana membuat BAZNAS Kabupaten ciamis mengambil langkah cepat untuk intervensi,"ujar amas. BAZNAS Ciamis diketahui telah dua kali memberikan bantuan kepada rukimi. Bantuan tahap pertama berupa dana Rp 2 juta untuk kebutuhan hidup sehari-hari. "selanjutnya. Bantuan kedua disalurkan hari ini berupa dana sebesar Rp 10 juta untuk keperluan pembangunan dan perbaikan rumah agar layak dihuni kembali,"tuturnya. Dalam jangka panjang, Baznas tidak hanya memberi solusi sesaat. Amas menegaskan bahwa pihaknya mendorong Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tiap desa untuk lebih mandiri dan tanggap terhadap perhadap persoalan sosial. Salah satu strategi yang akan dioptimalkan adalah gerakan infak warga. "kami mendorong UPZ untuk aktif menghimpun infak dari masyarakat sekitar.Ini penting agar UPZ memiliki cadangan anggaran yang cukup, sehingga bisa langsung bertindak saat ada warga yang membutuhkan bantuan mendesak,lebih lanjut amas menerangkan bahwa lankah cepat BAZNAS Ciamis dalam membantu rukimi menjadi bagian dari komitmen dalam mendukung pemerataan bantuan sosial di daerah. "Bantuan diberikan terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan rumah tangga miskin yang belum tersentuh program bantuan pemerintah,dijelaskan amas program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU) menjadi salah satu implementasi nyata dari amanah zakat,infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola secara transparan dan akuntabel oleh BAZNAS.
BERITA16/07/2025 | dejurnal.com
Baznas Ciamis Dukung Penuh Kegiatan Muharam Kreatif Festival Simbol Semangat Kemandirian Ekonomi
Baznas Ciamis Dukung Penuh Kegiatan Muharam Kreatif Festival Simbol Semangat Kemandirian Ekonomi
BAZNAS CIAMIS,- Muharram Creative Festival 1447 H dibuka secara resmi oleh Sekda Ciamis H.Andang Firman Triady yang dilaksanakan di halaman Islamic Center pada Sabtu (12/7/2025). Dalam sambutannya di acara yang digelar 10-17 Juli 2025 ini, Andang mengatakan, semangat gema Hijriah menyatukan semangat kemandirian ekonomi. Dengan kolaborasi berbagai unsur dalam pentahelik pembangunan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunikasi, dan media adalah kunci membangun kekuatan ekonomi lokal tentunya berbasiskan umat."Festival ini menjadi ajang sinergi antara santri pelaku UMKM lembaga pendidikan, perbankan syariah, dan komunitas sosial budaya,"ujarnya. H Andang juga menjelaskan, kekuatan ekonomi tidak hanya tumbuh dari 20 persen tapi justru merangkak menjadi 80 persen."Festival ini di harapkan menjadi pendekatan spiritual, edukatif, kreatif untuk menjadi model pengembangan ekonomi berbasis pesantren dan komunitas lokal di tatar galuh Ciamis,"tuturnya.Muharram Creativ Festival digagas Balai Galuh Rancage berkolaborasi dengan Forum Pondok Pesantren Ciamis dan dukungan dari BI Tasikmalaya, OJK, Baznas, MUI, DMI, sejumlah intansi vertikal dan para awak media.Acara diisi oleh pentas seni Nada dan Dakwah yang tampil Ponpes Darussalam, ada juga tampil juga Tari Saman Aceh dari siswa siswi STAI Putra Galuh Ciamis.
BERITA16/07/2025 | www.radarkriminal.com
BAZNAS Dukung Nazhir Wakaf Uang, Ciamis Siap Bangun Ekonomi Berkeadilan
BAZNAS Dukung Nazhir Wakaf Uang, Ciamis Siap Bangun Ekonomi Berkeadilan
BAZNS CIAMS,- Di Pesantren Darussalam Ciamis, sebuah langkah keren untuk memperkuat gerakan sosial umat baru saja diluncurkan, peluncuran ini didukung penuh oleh tim dari BAZNAS Ciamis yang hadir langsung di lokasi.Bupati Ciamis, Drs. H. Herdiat Sunarya, membuka acara ini dengan semangat.Beliau bilang kalau wakaf uang punya potensi besar banget buat bantu masyarakat—mulai dari pendidikan, kesehatan, sampai penguatan ekonomi umat.“Wakaf uang ini bisa jadi senjata ampuh buat bantu program sosial yang dibutuhkan warga.Bisa jalan terus dan manfaatnya terasa langsung,” ucap Pak Bupati di hadapan tamu undangan.Kehadiran Ketua BAZNAS Ciamis juga nggak sekadar seremonial.Ini bukti nyata kalau BAZNAS serius banget ingin mendorong pemanfaatan wakaf uang supaya lebih maksimal. Mereka siap bantu mulai dari edukasi masyarakat sampai teknis pengelolaannya.Acara peluncuran ini juga dihadiri banyak tokoh penting, lho. Ada Ketua MUI Ciamis KH. Saeful Ujun, Kepala Kemenag Ciamis, para asisten daerah, hingga OPD lainnya. Kompak banget dukung gerakan wakaf ini,Nazhir Wakaf Uang ini hadir buat memudahkan orang-orang yang pengen wakaf tapi dengan cara yang simpel dan efektif.Dana yang terkumpul bakal dikelola secara profesional, lalu hasilnya dikembalikan ke masyarakat lewat berbagai program sosial yang dibutuhin—kayak bantuan pendidikan, layanan kesehatan, dan lainnya.Ketua BAZNAS Ciamis juga menegaskan kalau mereka bakal jadi mitra aktif buat ngejalanin program ini bareng-bareng. “Kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, dan pengelola wakaf bakal jadi fondasi kuat buat menciptakan dampak yang nyata,”
BERITA16/07/2025 | www.radarkriminal.com
Baznas Ciamis BUka Donasi Untuk Bayi Felisha,Drita Pusar Membesar Butuh Biaya Operasi 40 Juta
Baznas Ciamis BUka Donasi Untuk Bayi Felisha,Drita Pusar Membesar Butuh Biaya Operasi 40 Juta
BAZNAS CIAMIS,-Kepedulian terhadap sesama tak selalu harus diwujudkan dalam bentuk besar, tindakan kecil yang konsisten dan ikhlas justru bisa memberikan dampak luar baisa. seperti yang kini dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis melalui gerakan donasi terbuka untuk membantu bayi felisha, balita dari keluarga prasejahtera yang menderita pembesaran pada pusarnya (hernia umbulikalis) dan memerlukan operasi segera."Felisha merupakan anak dari warga kurang mampu.ayahnya hanya seorang penjaga toko kelontong milik oranglain, Sementara ibunya ibu rumah tangga biasa, mereka tidak memiliki cukup penghasilan untuk membiayai tindakan medis ini,"ungkap amas saat dihubungi via pesan singkat selasa,(24/06/2025) dijelaskan amas setiap hari,orangtua felisha menyaksikan pusar putri kecil mereka semakin membesar. Kondisi tersebut disertai rasa khawatir yang terus menghantui karena keterbatasan ekonomi membuat mereka tak kunjung membawa felisha ke meja operasi, padahal, tindakan medis segera sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. melalui penggalangan dana ini, kami ingin mengetuk hati masyarakat ciamis dan sekitarnya untuk bersama-sama membantu meringankan beban keluarga felisha. Selama ini juga Baznas ciamis telah memfalisitasi bayi felisha untuk kebutuhan kontrol, dan kebutuhan susu formula, sebab malangnya asi ibunya tidak keluar. "Dana zakat yang kami kelola terbatas, sementara permintaan bantuan semakin banyak. karena itu, kami mengajak publik untuk ikut berpartisipasi dalam aksi kebaikan ini. Setiap rupiah yang disumbangkan sangat berarti" Tambah amas.
BERITA15/07/2025 | dejurnal.com
BAZNAS CIAMIS DUKUNG PENGUATAN LAYANAN KEAGAMAAN CIAMIS
BAZNAS CIAMIS DUKUNG PENGUATAN LAYANAN KEAGAMAAN CIAMIS
BAZNAS CIAMIS,- Badan Amil dan Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis menunjukan penguatannya terhadap penguatan layanan keagamaan di tingkat desa dan kelurahaan. Hal ini ditunjukan melalui keikutsertaan BAZNAS dalam peringatan hari lahir (Harlah) ke-19 Asosiasi Pembantu Penghulu (APP) dan Pengumpulan Penghulu Pencatat Urusan Keagamaan da Data Kependudukan (P3UKDK) Kabupaten Ciamis, yang juga dirangkaikan dengan pelantikanpengurus baru periode 2023-2028. BAZNAS sangat mengapresiasi keberadaan organisasi APP/P3UKDK. Kiprah mereka dalam membantu tugas-tugas keagamaan dimasyarakat sangat dirasakan manfaatnya, terutama dalam pencatatan pernikahan,kematian, dan kegiatan sosial keagamaan lainnya, APP dan P3UKDK merupakan organisasi yang beranggotakan para pembantu penghulu serta pencatat urusan keagamaan dan data kependudukan. Peran mereka sangat penting khususnya di daerah-daerah yang jauh dari pusat pelayananan Kantor Urusan Agama (KUA). Mereka menjadi garda terdepan dalam memastikan administrasi keagamaan dan kependudukan berjalan dengan tertib dan sesuai prosedur, Acara yang berlangsung secara khidmat ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, perwakilan organisasi keagamaan,dan undangan lainnya, selain pelantikan pengurus baru, acara juga diisi dengan sesi pembinaan,diskusi ringan, serta ramah tamah peserta. Kehadiran baznas dalam kegiatan ini memberikan pesan kuat bahwa kolaborasi antar lembagga baik keagamaan maupun sosial adalah kunci keberhasilan pelayanan publik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.Dukungan moral dansimbolis seperti penyerahan cenderamata bukkan sekedar seremoni, melainkan bentuk nyata penghargaan terhadap dedikasi dan pengabdian di lapangan. dengan semangat kebersamaan ini, diharapkan APP/P3UKDK Kabupaten ciamis dapat terus menjadi mitra strategis dalam mewujudkan pelayanan keagamaan ynag inklusif,akurat,dan berpihak kepada masyarakat.
BERITA15/07/2025 | infopriangan.com
BAZNAS Peran Amil Strategis Mensukseskan Ciamis Sebagai Kota Zakat
BAZNAS Peran Amil Strategis Mensukseskan Ciamis Sebagai Kota Zakat
BAZNAS CIAMIS,-Upaya mewujudkan visi Pemerintah Kabupaten Ciamis Jawa Barat yang sinergi, maju dan berkelanjutan Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Ciamis mengapresiasi peran aktif para Amil di masing-masing desa.Peran aktif dari para Amil zakat di desa menjadi kunci utama dalam mewujudkan Ciamis sebagai kabupaten zakat.Hal itu disampaikan Ketua Baznas Kabupaten Ciamis, Amas Muhammad Tamsis, saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Hari Ulang Tahun ke-19 Asosiasi Pembantu Penghulu (APP) P3KDK sekaligus pelantikan pengurus baru periode 2023–2028 yang digelar di Aula Dinas Pendidikan, Selasa (24/06/2025).Kepala Pelaksana BAZNAS Ciamis, Amas Muhammad Tamsis, memberikan apresiasi mendalam kepada para Amil desa yang tergabung dalam Unit Pengumpul Zakat (UPZ).Menurutnya, kontribusi mereka tak hanya berdampak pada peningkatan penghimpunan zakat, tetapi juga memperkuat sistem distribusi zakat yang lebih profesional dan tepat sasaran.“Para Amil desa ini adalah ujung tombak pengelolaan zakat. Mereka hadir paling dekat dengan masyarakat, memahami kebutuhan, dan mampu membangun kepercayaan publik dalam penghimpunan zakat,” ujar Amas.Amas juga menyebutkan keberhasilan beberapa desa yang telah mendirikan Kampung Zakat, seperti Desa Sukasari dan Margajaya di Kecamatan Sukadana, sebagai tonggak penting dalam penguatan gerakan zakat di tingkat bawah.Model Kampung Zakat menjadi inspirasi nyata. Dari desa, gerakan zakat tumbuh, mengakar, dan menular ke wilayah lain. Ini bentuk keberhasilan pengelolaan zakat berbasis komunitas,” jelasnya. Dalam acara tersebut, BAZNAS Kabupaten Ciamis juga memberikan penghargaan khusus kepada tiga Amil desa yang dinilai menunjukkan kinerja luar biasa.1. Amil dari Desa Mekarjaya, Kecamatan Baregbeg.2. Amil dari Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis. 3. Amil dari Desa Sindangsari, Kecamatan Tambaksari.Kontribusi para Amil ini berdampak nyata terhadap kapasitas UPZ di wilayahnya masing-masing. Mereka layak menjadi contoh,” tambah Amas.Momen ini juga menjadi ajang pengumuman penting Ciamis akan resmi ditetapkan sebagai Kabupaten Zakat oleh BAZNAS RI pada 1 Juli 2025.Forum tersebut juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara APP P3KDK dan BAZNAS dalam memperkuat tata kelola zakat. Salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah keterlambatan pelaporan data dan penyetoran hewan kurban dari beberapa UPZ.Amas menyampaikan harapannya agar momentum HUT ke-19 APP P3KDK menjadi titik tolak untuk memperkuat solidaritas dan kerja kolektif para pengelola zakat.
BERITA15/07/2025 | www.radarkriminal.com
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Ciamis.

Lihat Daftar Rekening →