Berita Terbaru
Baznas Ciamis Bangun Harapan Lewat Program Rutilahu, Rumah untuk Hidup yang Lebih Layak
BAZNAS CIAMIS,- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis kembali menegaskan komitmennya dalam menangani persoalan sosial masyarakat dengan menggulirkan Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Kali ini, program tersebut menyentuh Dusun Cisaar, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, sebagai bagian dari target tahunan Baznas untuk menciptakan kehidupan yang lebih manusiawi bagi warga kurang mampu.
Untuk tahun 2025, Baznas Ciamis menargetkan perbaikan 140 hingga 150 unit rumah, termasuk lima rumah di Kecamatan Pamarican.
Salah satu penerima bantuan adalah Pak Nardi, seorang pria lanjut usia yang hidup sebatang kara di rumah bambu sempit, nyaris rubuh, tanpa fasilitas dasar yang layak. Dengan status duda dan bekerja sebagai buruh harian lepas, Nardi selama ini tinggal dalam kondisi yang jauh dari kata layak.
Yang istimewa dari program ini adalah pendekatannya yang bukan sekadar membangun fisik rumah, tapi juga membangkitkan rasa kebersamaan. Bantuan dari Baznas menjadi pemantik solidaritas sosial.
Pada tahun 2024 lalu, Baznas Ciamis telah berhasil menyelesaikan 140 unit rumah Rutilahu. Tahun ini, target tersebut diharapkan meningkat melalui sinergi antara Baznas, aparatur sipil negara (ASN), dan masyarakat.
Tak berhenti setelah pembangunan selesai, Baznas juga melanjutkan dengan program pendampingan. Mereka memastikan rumah yang dibangun benar-benar siap dihuni, lengkap dengan kompor, perlengkapan dasar, dan kebutuhan lain yang diperlukan oleh penghuni baru.
Melalui program Rutilahu, Baznas Ciamis tidak hanya membangun rumah tetapi juga menyalakan harapan dan martabat. Sebuah rumah yang layak adalah awal dari kehidupan yang lebih baik, dan berkat zakat serta semangat gotong royong, harapan itu kini semakin dekat bagi warga miskin di pelosok desa.
BERITA06/05/2025 | dejurnal.com
Baznas Ciamis Sebut Kenclengisasi Terbukti Ampuh Himpun Infaq Di Setiap Desa
BAZNAS CIAMIS,- Salah satu terobosan unggulan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis yang kini dilakukannya adalah gerakan infaq desa berbasis celengan atau dikenal dengan sebutan kenclengisasi, yang terbukti mampu mengumpulkan miliaran rupiah dari uang receh masyarakat.
Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, H. Lili Miftah, mengatakan, program ini bermula dari gagasan untuk membangun sistem pengumpulan infaq yang ringan, tidak membebani masyarakat, namun berkelanjutan.
Program ini mendorong warga menyisihkan uang receh hasil kembalian belanja seperti Rp500 atau Rp1.000 ke dalam celengan rumah tangga. Jika dijalankan secara masif, potensi dananya luar biasa. Bahkan, desa yang sebelumnya hanya mengumpulkan Rp1,5 juta per bulan kini mampu meraih hingga Rp10 juta.
Meski menghadapi tantangan teknis seperti menghitung banyaknya koin, BAZNAS Ciamis telah mengantisipasinya dengan mesin penghitung uang logam.
Hasil dari program ini telah menyentuh angka Rp11 miliar, dengan Rp7 miliar di antaranya berasal dari infaq desa hanya dalam waktu empat bulan.
BAZNAS Ciamis sendiri, kata dia, menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp25 miliar pada tahun 2025, meningkat dari pencapaian Rp22 miliar lebih di tahun sebelumnya.
BERITA06/05/2025 | inijabar.com
Baznas Ciamis Optimalkan Pemberdayaan Desa Melalui Lima Program Unggulan
BAZNAS CIAMIS,- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat desa melalui berbagai program unggulan. Kali ini, Baznas Ciamis fokus pada implementasi lima program andalan yang diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan dan kemandirian masyarakat di wilayah tersebut.
Adapun lima program andalan Baznas Ciamis yang saat ini menjadi fokus utama adalah:
Ciamis Mandiri Ekonomi (CME): Program ini memberikan bantuan modal usaha dan pendampingan bagi pelaku usaha mikro dan kecil di desa. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pendapatan keluarga dan menciptakan lapangan kerja di tingkat lokal.'
Ciamis Sehat (CS): Melalui program ini, Baznas Ciamis memberikan bantuan biaya pengobatan bagi warga kurang mampu, penyediaan fasilitas kesehatan sederhana di desa, serta program-program preventif seperti sosialisasi kesehatan dan sanitasi.
Ciamis Cerdas (CC): Program ini berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan di desa melalui pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kuranbaik inisiatif ini dan berharap dapat segera merasakan manfaatnya.
Ciamis Taqwa (CT): Program ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan di masyarakat desa melalui bantuan pembangunan dan renovasi tempat ibadah, dukungan kegiatan keagamaan, serta program pembinaan mental dan spiritual.
Ciamis Peduli (CP): Program ini merupakan respons cepat Baznas Ciamis terhadap bencana alam atau musibah yang menimpa masyarakat desa. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok, tempat tinggal sementara, serta dukungan psikologis.
Saat ini, tim Baznas Ciamis terus melakukan sosialisasi dan pendataan di berbagai desa untuk memastikan program-program tersebut dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Masyarakat desa pun menyambut baik inisiatif ini dan berharap dapat segera merasakan manfaatnya.
BERITA05/05/2025 | tentarapolisi.id
Baznas Ciamis Salurkan 50 Terpal ke BPBD untuk Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
BAZNAS CIAMIS,- Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung upaya tanggap darurat bencana, Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Ciamis menyalurkan bantuan logistik berupa 50 lembar terpal kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ciamis, Senin (5/5/2025).
Penyerahan simbolis dilakukan langsung oleh Ketua Baznas Ciamis, Drs. H. Lili Miftah, kepada Ecep Indra dari Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ciamis, bertempat di Kantor Baznas setempat.
Bantuan ini selaras dengan program kemitraan Baznas dalam bidang kebencanaan, yang terus dikembangkan agar manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat terdampak bencana.
Di sisi lain, Ecep Indra mewakili BPBD menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Ia menyebutkan bahwa terpal merupakan salah satu item logistik yang krusial dalam penanganan awal bencana.
Kerja sama ini dinilai penting sebagai bentuk kolaborasi antar lembaga dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih solid, cepat, dan efisien di Kabupaten Ciamis.
BERITA05/05/2025 | tasikmalaya.inews.id
Baznas Ciamis Serahkan 50 Terpal ke BPBD untuk Percepatan Tanggap Darurat Bencana
BAZNAS CIAMIS,- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamsi menyerahkan bantuan 50 lembar terpal kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ciamis sebagai bentuk dukugan nyata terhadap penanggulangan bencana di wilayah Ciamis.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua Baznas Ciamis, Drs. H. Lili Miftah kepada Ecep Indra, perwakilan BPBD dari Bidang Kedaruratan dan Logistik, di Kantor Baznas Ciamis pada Senin, (5/5/2025).
Perwakilan BPBD Ciamis, Encep Indra, mengapresisi sinergi dan kepedulian yang terus dibangun BAZNAS dalam mendukung tugas BPBD di lapangan.
Kolaborasi antara BAZNAS dan BPBD ini diharapkan dapat mempercepat respons dalam menghadapi bencana serta meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam melindungi masyarakat terdampak.
Sinergi ini juga menjadi bagian dari upaya membangun sistem penanggulangan bencana yang tangguh dan berkelanjutan di Ciamis.
BERITA05/05/2025 | newstasikmalaya.com
Dari Receh Jadi Berkah: BAZNAS Ciamis Kumpulkan Rp11 Miliar Lewat Gerakan Kenclengisasi
BAZNAS CIAMIS,- Siapa sangka uang receh hasil kemalian belanja bisa menjadi kekuatan besar untuk membangun desa?
Inilah yang dibuktikan Badan Amil Zakat (BAZNAS) Kabupaten Ciamis melalui program kenclengisasi gerakan infaq desa berbasis celengan yang kini menginspirasi banyak daerah.
Lewat terobosan ini, BAZNAS Ciamis sukses menghimpun dana hingga Rp11 Miliar, dengan Rp7 miliar di antaranya berasal dari gerakan infaq masyarakat desa hanya dalam empat bulan.
Melalui pendekatan yang humanis dan edukatif, warga diajak menyimpan uang receh ke dalam kencleng di rumah masing-masing. Hasilnya luar biasa. Beberapa desa yang awalnya hanya bisa menghimpun Rp1,5 juta per bulan, kini bisa meraih hingga Rp10 juta per bulan.
Meski sempat menghadapi tantangan teknis seperti banyaknya koin yang harus dihitung, BAZNAS telah mengantisipasinya dengan menyediakan mesin penghitung uang logam. Transparansi dan akuntabilitas tetap menjadi fondasi utama, dengan seluruh transaksi tercatat melalui sistem digital SIAPZIS dan SIMBA.
Melihat dampaknya, BAZNAS menargetkan gerakan kenclengisasi dapat diterapkan di seluruh desa di Ciamis, yang diperkirakan berpotensi menghasilkan Rp2 miliar per bulan. Bahkan, beberapa desa kini ditetapkan sebagai “kampung zakat”, dan Kecamatan Ciamis sedang berproses menjadi “kecamatan zakat”.
Tahun ini, BAZNAS menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp25 miliar, meningkat dari Rp22 miliar lebih tahun lalu. Angka itu diyakini bisa tercapai lewat sinergi program, partisipasi masyarakat, dan kekuatan dari receh yang diberkahi.
BERITA05/05/2025 | mediacyberbhayangkara.com
Bukan Sekadar Santunan! BAZNAS Ciamis Sulap Zakat Jadi Kekuatan Ekonomi Desa
BAZNAS CIAMIS,- Zakat kini bukan lagi sekadar bentuk santunan tahunan. Di tangan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis, zakat, infak, dan sedekah disulap menjadi kekuatan sosial dan ekonomi yang mampu mengubah wajah desa.
Tahun 2025, BAZNAS Ciamis meluncurkan lima program unggulan yang menyasar berbagai lini kehidupan masyarakat, dari pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi produktif. Seluruh program ini digulirkan dengan pendekatan langsung ke desa-desa, melibatkan peran aktif kepala desa, UPZ, dan MUI setempat.
Kelima program tersebut adalah:
1. Ciamis Peduli
2. Ciamis Sejahtera
3. Ciamis Cerdas
4. Ciamis Sehat
5. Ciamis Agamis
Program Ciamis Peduli memberikan bantuan kepada warga fakir miskin, termasuk biaya hidup, logistik harian, bantuan bencana, renovasi rumah tidak layak huni, hingga pelunasan utang mendesak yang berkaitan dengan kesehatan dan pendidikan.
Sementara itu, Ciamis Sejahtera menyasar pada penguatan ekonomi umat melalui bantuan modal usaha serta pengembangan Zakat Community Development. Tujuannya: agar zakat tidak sekadar habis dikonsumsi, melainkan menjadi pemicu usaha produktif masyarakat.
Ciamis Cerdas berfokus pada dunia pendidikan. Program ini menyasar siswa dari keluarga tidak mampu di berbagai jenjang, termasuk dukungan untuk pendidikan diniyah, guru sukarelawan, serta pembangunan sarana pelatihan keagamaan.
Kesehatan juga tak luput dari perhatian. Program Ciamis Sehat hadir dengan bantuan pengobatan serta langkah preventif, salah satunya penanganan dan pencegahan stunting.
Adapun Ciamis Agamis menitikberatkan pada syiar Islam, bantuan untuk dai, mualaf, dan penyediaan fasilitas dakwah.
Program-program ini tak hanya hadir sebagai bantuan, tetapi sebagai jalan membangun desa yang mandiri dan berdaya. Di tangan BAZNAS, zakat bukan lagi sekadar kewajiban, melainkan solusi jangka panjang membangun peradaban.
BERITA05/05/2025 | mediacyberbhayangkara.com
Baznas Ciamis Serahkan 50 Terpal untuk Dukung Respons Kebencanaan BPBD
BAZNAS CIAMIS,- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis menyerahkan bantuan berupa 50 lembar terpal kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ciamis, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penanggulangan bencana di wilayah Ciamis.
Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua Baznas Ciamis, Drs. H. Lili Miftah dan diterima langsung oleh perwakilan BPBD, Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ecep Indra, di Kantor Baznas Ciamis, pada Senin, 5 Mei 2025.
Ketua Baznas Ciamis, H. Lili dalam keterangannya, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program tanggap darurat kebencanaan, yang selama ini terus dilakukan pihaknya bekerja sama dengan berbagai instansi terkait.
Sementara itu, perwakilan BPBD Ciamis, Ecep Indra, menyampaikan apresiasinya kepada Baznas atas sinergi dan kepedulian yang terus dibangun. Ia menyebut, ketersediaan logistik seperti terpal sangat dibutuhkan dalam upaya tanggap darurat di lapangan.
Melalui kolaborasi ini, baik Baznas maupun BPBD berharap penanganan bencana di Ciamis bisa dilakukan lebih cepat, tepat, dan efisien demi keselamatan serta kenyamanan warga terdampak.
BERITA05/05/2025 | kabarpriangan.com
Dari Zakat ke Aksi Nyata: BAZNAS Ciamis Bangun Desa Lewat 5 Program Andalan
BAZNAS CIAMIS,- Badan Amil Zakat Kabupaten Ciamis terus menunjukan kiprah nyata dalam memberdayakan masyarakat melalui dana zakat, infaq, dan sedekah.
Tahun 2025, BAZNAS menggulirkan 5 program unggulan yang menyasar berbagai aspek kehidupan, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi.
Kelima progam tersebut dijalankan melalui pendekatan langsung ke desa-desa, dengan melibatkan unsur kepala desa, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat.
Program Ciamis Peduli difokuskan pada bantuan untuk masyarakat fakir miskin, termasuk dalam bentuk biaya hidup.
Lalu, makanan pokok, penanganan jenazah, bantuan bencana, hingga renovasi rumahtidak layak huni.
BAZNAS juga memberikan bantuan pelunasan utang yang mendesak, khususnya untuk keperluan kesehatan atau pendidikan.
Sementara itu, Ciamis Sejahtera difokuskan pada bantuan modal usaha.
Serta penguatan program Zakat Community Development untuk meningkatkan pendapatan masyarakat miskin.
Program ini ditujukan agar zakat tidak hanya bersifat konsumtif, melainkan juga produktif.
Lebih lanjut, di bidang pendidikan, BAZNAS menjalankan Ciamis Cerdas.
Program ini menyasar pelajaran dari keluarga tidak mampu, baik di tingkat dasar maupun menengah.
Serta mendukung pendidikan diniyah dan pemberdayaan guru sukarelawan.
Termasuk pula pembangunan sarana penddikan dan pelatihan keagamaan.
Untuk kesehatan, Ciamis Sehat hadir dengan menyediakan bantuan pengobatan dan program pencegahan stunting.
Sedangkan Ciamis Agamis lebih menekankan aspek dakwah, termasuk bantuan kepada para dai, ualaf, serta penyediaan sarana syiar Islam.
Program-program ini menjadi bagian dari visi besar menjadikan desa-desa di Ciamis sebagai wilayah mandiri secara sosial dan ekonomi, berbasis zakat dan infaq.
BERITA05/05/2025 | kondusif.com
Miliaran dari Uang Receh Lewat Program Kenclengisasi
BAZNAS CIAMIS,- BAZNAS Kabupaten Ciamis terus berinovasi dalam menghimpun dana umat dengan menggalakkan gerakan infaq desa berbasis celengan, atau kenclengisasi, yang berhasil mengumpulkan miliaran rupiah dari uang receh masyarakat.
Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, H. Lili Miftah, menjelaskan bahwa program ini bermula dari gagasan untuk membangun sistem pengumpulan infaq yang ringan, tidak membebani masyarakat, namun berkelanjutan.
Program ini mendorong warga menyisihkan uang receh hasil kembalian belanja seperti Rp500 atau Rp 1.000 ke dalam celengan rumah tangga.
Bahkan, desa yang sebelumnya hanya mengumpulkan Rp 1,5 juta per bulan kini mampu meraih hingga Rp10 juta setelah ada kencelengisasi.
Meski menghadapi tantangan teknis seperti menghitung banyaknya koin, BAZNAS Ciamis telah mengantisipasi dengan mesin penghitung uang.
Hasil dari program telah menyentuh angka Rp11 miliar, denga Rp7 miliar diantaranya berasal dari infaq desa hanya dalam waktu empat bulan.
BAZNAS Kabupaten Ciamis menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp25 miliar pada tahun 2025,
Jumlah tersebut meningkat dari pencapaian Rp22 miliar lebih di tahun 2024.
BERITA05/05/2025 | kondusif.com
Receh Jadi Berkah: Baznas Ciamis Himpun Rp7 Miliar dari Kencleng Warga Desa
BAZNAS CIAMIS,- Di tengah gempuran isu kemiskinan dan ketimpangan sosial, sebuah langkah sederhana dari Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari tindakan kecil.
Melalui program Gerakan Kencleng, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Ciamis sukses menggalang hampir Rp7 miliar hanya dalam empat bulan, berkat infak receh yang dikumpulkan warga dari rumah ke rumah.
Program ini tak hanya menjadi solusi kreatif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap zakat dan infak, tetapi juga menjadi simbol solidaritas dan gotong royong warga desa.
Sejak diluncurkan pada Januari 2025, Baznas Ciamis menyebar lebih dari 20 ribu kotak kencleng ke 79 desa di seluruh kabupaten. Kotak-kotak kecil ini diletakkan di rumah-rumah warga, dan diisi dengan uang receh seratusan hingga dua ribuan rupiah.
Tanpa terasa, hanya dalam waktu empat bulan, dana yang terkumpul telah mencapai angka fantastis: Rp6,8 miliar.
Menariknya, program ini baru menjangkau sekitar 30 persen dari total 265 desa yang ada di Kabupaten Ciamis. Artinya, potensi yang bisa digali masih sangat besar. Baznas menargetkan, hingga akhir tahun 2025 seluruh desa bisa ikut serta dalam gerakan ini.
Dana yang terkumpul dari program Kencleng bukan sekadar disimpan atau dibelanjakan sembarangan. Baznas Ciamis telah merancang lima program prioritas yang langsung menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat:
1. Ciamis Peduli – Renovasi dan pembangunan rumah layak huni bagi keluarga prasejahtera.
2. Ciamis Cerdas – Beasiswa pendidikan untuk pelajar dari keluarga kurang mampu.
3. Ciamis Sehat – Pelayanan kesehatan gratis untuk masyarakat dhuafa.
4. Ciamis Sejahtera – Bantuan modal usaha bagi UMKM lokal agar bisa naik kelas.
5. Ciamis Agamis – Insentif rutin bagi guru ngaji, marbot masjid, dan penggerak dakwah.
Program-program ini berjalan dengan prinsip transparansi dan tepat sasaran, serta melibatkan perangkat desa sebagai mitra lapangan.
Cerita Baznas Ciamis adalah potret keberhasilan sistem zakat dan infak berbasis komunitas. Lebih dari sekadar angka, ini adalah gerakan moral yang menyadarkan masyarakat bahwa setiap individu punya peran dalam membangun lingkungan yang lebih adil dan sejahtera.
Baznas Ciamis kini bukan hanya menjadi inspirasi daerah lain, tapi juga bukti nyata bahwa perubahan sosial bisa dimulai dari tangan-tangan masyarakat kecil. Dari celengan kecil, lahir harapan besar.
BERITA24/04/2025 | dejurnal.com
Kencleng Seribu BAZNAS Ciamis Tuntaskan Kemiskinan
BAZNAS CIAMIS,- Di tengah tantangan sosial seperti kemiskinan dan ketimpangan ekonomi yang kian nyata, secercah harapan justru muncul dari gerakan Kencleng di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Melalui program Gerakan Kencleng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Ciamis berhasil mengubah recehan menjadi berkah, menghimpun hampir Rp7 miliar hanya dalam kurun waktu empat bulan.
Diluncurkan pada Januari 2025, Gerakan Kencleng mengajak warga desa untuk menabung sedekah receh secara rutin di kotak celengan yang disediakan Baznas.
Lebih dari 20 ribu kencleng disebar ke rumah-rumah warga di 79 desa. Isinya? Koin dan lembaran kecil seratus hingga dua ribuan rupiah. Namun dari uang receh inilah, terkumpul angka yang mengejutkan: Rp6,8 miliar.
Yang menarik, capaian luar biasa ini baru berasal dari sekitar 30% desa yang ada di Kabupaten Ciamis—yakni 79 dari 265 desa. Baznas menargetkan pada akhir tahun 2025, seluruh desa akan terlibat, membuka peluang untuk pengumpulan dana infak lebih dari Rp25 miliar sepanjang tahun.
Infak Disalurkan, Harapan Dinyalakan
Dana yang terkumpul dari program Kencleng tidak dibiarkan mengendap. Baznas Ciamis telah merancang lima program prioritas untuk menyalurkan dana secara tepat sasaran dan transparan:
1. Ciamis Peduli – Merenovasi dan membangun rumah layak huni bagi keluarga prasejahtera.
2. Ciamis Cerdas – Memberikan beasiswa pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
3. Ciamis Sehat – Menyediakan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat dhuafa.
4. Ciamis Sejahtera – Memberikan bantuan modal usaha kepada UMKM lokal.
5. Ciamis Agamis – Menyalurkan insentif untuk guru ngaji, marbot masjid, dan para penggerak dakwah di desa-desa.
Kelima program tersebut dijalankan bersama perangkat desa setempat untuk memastikan distribusi bantuan tetap menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Gerakan Kencleng bukan hanya soal pengumpulan dana, melainkan cerminan dari gotong royong dan kekuatan kolektif masyarakat desa. Baznas Ciamis membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil, dari tangan-tangan masyarakat biasa.
BERITA23/04/2025 | ungkapsebab.com
Inovasi Kencleng Baznas Ciamis: Dari Uang Receh jadi Miliaran Rupiah
BAZNAS CIAMIS,- Dari recehan seratus hingga seribu rupiah, masyarakat Ciamis berhasil menghimpun dana infak mencapai Rp7 miliar hanya dalam empat bulan pertama tahun 2025.
Dana tersebut dikumpulkan melalui program "Kencleng Berjamaah" yang diinisiasi Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Ciamis dan kini telah menjelma menjadi gerakan sosial masif di seluruh penjuru desa.
Konsepnya sederhana ribuan kencleng kecil disebar ke rumah-rumah di 265 desa. Setiap keluarga secara sukarela mengisi celengan itu dari uang kembalian belanja, sisa uang jajan, atau pendapatan harian.
Setiap tanggal 20 hingga akhir bulan, ketua RT mengumpulkan kencleng, menghitung isinya, lalu menyerahkannya ke kepala dusun untuk diteruskan ke BAZNAS.
Program ini bukan sekadar strategi penggalangan dana, tapi juga sarana pendidikan nilai sedekah sejak dini.
Dana yang terkumpul disalurkan melalui lima program utama Baznas yakni Ciamis Peduli untuk renovasi rumah tidak layak huni, Ciamis Cerdas berupa beasiswa pendidikan, Ciamis Sehat untuk layanan kesehatan gratis, Ciamis Sejahtera bagi UMKM, dan Ciamis Agamis sebagai insentif guru ngaji.
Salah satu desa yang merasakan dampak langsung adalah Desa Werasari, Kecamatan Sadananya.
Gerakan kencleng di Ciamis telah menunjukkan bahwa yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar bantuan, melainkan sarana yang tepat untuk berbagi. Dan kencleng celengan kecil itu telah menjembatani solidaritas, dari saku ke solusi, dari rumah ke perubahan besar.
BERITA23/04/2025 | tasikmalaya.inews.id
Receh dan Kencleng Warga Ciamis Berbuah Jadi Infak Miliaran yang Terkumpul di Baznas
BAZNAS CIAMIS,- Di balik celengan sederhana atau dalam bahasa Sunda dinamai 'kencleng' yang menjadi tempat disimpannya uang receh pecahan seratus hingga seribu rupiah, tersimpan semangat gotong royong dan solidaritas luar biasa.
Hal itu menjadi inovasi dari BAZNAS dan gerakan sosial yang dilakukan di Kabupaten Ciamis.
Hanya dalam waktu empat bulan sejak Januari 2025, program ini berhasil mengumpulkan dana infak masyarakat yang dihimpun dalam kencleng mencapai kurang lebih Rp7 Miliar yang berasal dari uang receh.
Gerakan ini bermula dari ide sederhana BAZNAS Kabupaten Ciamis, bagaimana menjangkau lebih banyak masyarakat agar bisa berpartisipasi dalam infak dan sedekah, meski dengan nominal kecil.
Setiap rumah menyimpan kencleng, yang secara rutin diisi oleh anggota keluarga, mulai dari kembalian belanja, sisa uang jajan, hingga recehan dari hasil berdagang.
Lalu, setiap tanggal 20 hingga akhir bulan, ketua RT akan berkeliling kampung, mengambil kencleng dari warga, menghitung isinya, dan menyerahkannya ke kepala dusun untuk disetor ke BAZNAS.
Program ini bukan hanya tentang pengumpulan dana, namun ini tentang partisipasi kolektif, pendidikan sedekah sejak dini di rumah, dan penguatan nilai keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari dan hasilnya nyata.
Adapun untuk dana infak yang terkumpul itu akan disalurkan untuk lima program utama:
1. Ciamis Peduli untuk membangun rumah layak huni bagi warga kurang mampu
2. Ciamis Cerdas berupa beasiswa pendidikan bagi anak yang kurang mampu
3. Ciamis Sehat untuk layanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang membutuhkan
4. Ciamis Sejahtera berupa modal usaha bagi para pelaku UMKM
5. Ciamis Agamis sebagai insentif guru ngaji
Di antara puluhan desa yang mengikuti program ini, Desa Werasari, Kecamatan Sadananya menjadi salah satu desa yang mengakui adanya peningkatan jumlah infak yang signifikan dari bulan-bulan sebelum adanya program kencleng tersebut.
Mekanisme pengumpulan pun disusun rapi dengan melibatkan ketua RT dan RW hingga kepala dusun.
Setiap lapisan masyarakat terlibat, dari anak-anak sampai lansia, semua merasa menjadi bagian dari perubahan.
Gerakan kencleng di Ciamis bukan hanya tentang nominal tapi mengajarkan makna keikhlasan, membangun budaya peduli, dan menciptakan sistem distribusi keadilan sosial yang adil dan merata.
Program ini membuktikan satu hal penting bahwa masyarakat tidak kekurangan kepedulian, mereka hanya butuh sarana yang tepat untuk menyalurkan kebaikan.
Dan kencleng, celengan kecil itu, telah menjadi jembatan dari saku ke surga, dari rumah ke perubahan, dari receh ke solusi besar.
BERITA23/04/2025 | tribunpriangan.com
Gerakan Kencleng Berjamaah, Masyarakat Ciamis Kumpulkan Rp 7 Miliyar dalam Empat Bulan
BAZNAS CIAMIS,- Inisiatif "Kencleng Berjamaah" yang digagas Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Ciamis berhasil menghimpun dana infak hingga Rp7 Miliyar hanya dalam kurun waktu empat bulan pertama tahun 2025. Program ini telah menjelma menjadi gerakan sosial berskala luas yang melibatkan ribuan keluarga di 265 desa.
Ketua BAZNAS Ciamis menyampaikan bahwa dana tersebut berasal dari kontribusi sukarela masyarakat, yang mengisi kencleng kecil dengan uang kembalian belanja, sisa uang jajan, atau pendapatan harian.
Setiap tanggal 20 hingga akhir bulan, kencleng dikujpulkan oleh ketua RT, lalu diserahkan secara berjenjang hingga sampai ke BAZNAS.
Program ini tidak hanya menjadi strategi penghimpunan dana yang efektif, tetapi juga sarana pendidikan nilai-nilai sedekah sejak dini. Lili optimistis capaian tahun ini akan melampaui perolehan tahun sebelumnya yang mencapai Rp17 miliar.
Dana yang terkumpul disalukran melalui lima program utama BAZNAS, yakni:
- Ciamis Peduli: Renovasi rumah tidak layak huni
- Ciamis Cerdas: Beasiswa Pendidikan
- Ciamis Sehat: Layanan kesehatan gratis
- Ciamis Sejahtera: Dukunga bagi pelaku UMKM
- Ciamis Agamis: Intensif bagi guru ngaji
Kepala Desa Werasari, Kecamatan Sadananya, Didin Tarsidin, menyampaikan bahwa desanya merasakan langsung dampak dari program ini.
Perolehan infak desa yang semula hanya berkisar Rp2 juta hingga Rp5 juta per bulan kini melonjak signifikan, mencapai Rp13 juta pada Maret dan Rp16 juta pada April 2025.
Gerakan ini bukan semata-mata milik BAZNAS, melainkan telah menjadi gerakan bersama demi kesejahteraan masyarakat Ciamis.
Gerakan "Kencleng Berjamaah" telah membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil. Dari saku masyarakat, gerakan ini menjembatai solidaritas menuju solusi, dari rumah-rumah warga menuju perubahan sosial yang nyata.
BERITA23/04/2025 | Newstasikmalaya.com
Melalui Uang Recehan, Baznas Ciamis mampu Kumpulkan Miliaran Rupiah
BAZNAS CIAMIS,- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Ciamis, terus berinovasi dalam menghimpun zakat, infak ataupun sodakoh pada masyarakat kabupaten Ciamis.
Kali ini, melalui uang recehan yang dikumpulkan melalui kencleng ke setiap rumah yang kemudian dikumpulkan oleh UPZ, justru berdampak sangat luar biasa jika dijumlahkan.
Seperti halnya Desa Werasari, Kecamatan Sadananya, menjadi salah satu desa yang signifikan peningkatan jumlah infaknya. Kepala Desa Werasari, Didin Tarsidin yang hari ini menyetorkan uang infak receh ke Kantor Baznas Ciamis, menceritakan bagaimana kencleng telah mengubah wajah desanya.
dulu infak bulanan hanya sekitar dua sampai lima juta rupiah, sekarang melalui program kencleng ini sudah sampai Rp13 jutaan di bulan Maret, dan Rp16 juta pada bulan April 2025. Didin menyebut, keberhasilan ini berkat kolaborasi erat antara pemerintah desa, Ketua MUI desa, dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
Mekanisme pengumpulan pun disusun rapi dengan melibatkan ketua RT dan RW hingga kepala dusun. Setiap lapisan masyarakat terlibat, dari anak-anak sampai lansia, semua merasa menjadi bagian dari perubahan.
Gerakan kencleng di Ciamis bukan hanya tentang nominal. Ia mengajarkan makna keikhlasan, membangun budaya peduli, dan menciptakan sistem distribusi keadilan sosial yang adil dan merata.
Diakuinya, program ini membuktikan satu hal penting bahwa masyarakat tidak kekurangan kepedulian, mereka hanya butuh sarana yang tepat untuk menyalurkan kebaikan. Dan kencleng, celengan kecil itu, telah menjadi jembatan dari saku ke surga, dari rumah ke perubahan, dari receh ke solusi besar.
Hanya dalam waktu empat bulan sejak Januari 2025, program ini berhasil mengumpulkan dana infak masyarakat yang dihimpun dalam kencleng mencapai kurang lebih Rp7 miliar yang berasal dari uang receh. Dikatakannya, gerakan ini bermula dari ide sederhana Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Ciamis, bagaimana menjangkau lebih banyak masyarakat agar bisa turut berpartisipasi dalam infak dan sedekah, meski dengan nominal kecil.
Program ini bukan hanya tentang pengumpulan dana, namun ini tentang partisipasi kolektif, pendidikan sedekah sejak dini di rumah, dan penguatan nilai keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari dan hasilnya nyata.
BERITA23/04/2025 | kabar-priangan.com
Kencleng Baznas Ciamis: Uang Receh Jadi Miliaran Rupiah, Membangun Kebaikan Bersama
BAZNAS CIAMIS,- Di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terdapat sebuah kisah inspiratif tentang bagaimana uang receh yang sering dianggap sepele bisa berubah menjadi dana yang sangat besar dan memberikan dampak positif bagi ribuan orang. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Ciamis berhasil mengumpulkan hampir Rp7 miliar dalam waktu hanya empat bulan melalui program infak receh yang melibatkan masyarakat secara langsung. Program ini memanfaatkan ‘kencleng’, celengan kecil yang ditempatkan di rumah-rumah warga di 79 desa sejak Januari 2025.
Setiap bulan, warga mengisi celengan tersebut dengan uang receh mulai dari Rp100 hingga Rp2.000. Hasilnya, dalam waktu singkat, dana yang terkumpul mencapai angka yang fantastis mencapai Rp7 miliar. Ini merupakan prestasi luar biasa mengingat program ini baru menjangkau 30% dari total 265 desa yang ada di Ciamis. Program ini tidak hanya mengumpulkan uang, tetapi juga membangkitkan semangat kebersamaan dan gotong royong di kalangan masyarakat Ciamis.
Program infak dengan menggunakan kencleng ini memang terbilang sederhana, namun dampaknya sangat luar biasa. Dana yang terkumpul digunakan untuk mendanai lima program unggulan yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat Ciamis.
Program pertama adalah Ciamis Peduli, yang bertujuan untuk membangun rumah layak huni (rutilahu) bagi keluarga prasejahtera.
Ini menjadi salah satu upaya untuk mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Ciamis dan memberikan kesempatan kepada keluarga miskin untuk memiliki tempat tinggal yang layak.
Program kedua adalah Ciamis Cerdas, yang memberikan beasiswa pendidikan kepada anak-anak kurang mampu.
Dengan adanya beasiswa ini, anak-anak yang berasal dari keluarga ekonomi rendah bisa mendapatkan pendidikan yang layak, sehingga mereka memiliki peluang yang lebih baik untuk masa depan.
Program ini juga mendukung pemerataan pendidikan di wilayah Ciamis, yang seringkali mengalami keterbatasan fasilitas pendidikan.
Program ketiga adalah Ciamis Sehat, yang menyediakan layanan pengobatan gratis bagi warga kurang mampu. Layanan ini membantu mereka yang tidak mampu membayar biaya pengobatan dan memberikan akses kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.
Selain itu, Ciamis Sejahtera adalah program untuk memberikan modal usaha kepada pelaku UMKM lokal, agar mereka bisa mengembangkan usaha mereka dan meningkatkan perekonomian daerah.
Terakhir, ada Ciamis Agamis, yang memberikan insentif kepada guru mengaji untuk menghargai peran mereka dalam pendidikan agama di masyarakat.
Program-program ini dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Ciamis, dengan fokus pada pemberdayaan dan peningkatan kualitas hidup. Sebelum peluncuran program kencleng, Baznas Ciamis berhasil mengumpulkan sekitar Rp17 miliar pada tahun 2024.
Kisah Baznas Ciamis membuktikan bahwa kebaikan tidak perlu selalu berupa jumlah besar. Sedekah dalam bentuk uang receh yang sering diabaikan justru dapat menjadi pilar perubahan yang luar biasa ketika dikumpulkan secara konsisten dan dilakukan bersama-sama.
Program ini mengajarkan arti penting kolaborasi antara desa, keluarga, dan individu. Setiap celengan yang diisi, meskipun jumlahnya kecil, akan memberikan kontribusi besar bagi kesejahteraan bersama.
Dengan adanya gerakan seperti ini, tidak hanya Ciamis yang akan merasakan manfaatnya, tetapi seluruh Indonesia bisa merasakan dampak positif dari kolaborasi dan kepedulian antarwarga.
Melalui program kencleng, Baznas Ciamis tidak hanya berhasil mengumpulkan dana, tetapi juga menumbuhkan rasa solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Ini adalah contoh nyata bagaimana kebaikan kecil bisa membawa perubahan besar jika dilakukan dengan penuh kesadaran dan gotong royong.
BERITA23/04/2025 | pewarta.id
Inspiratif! Baznas Ciamis Kumpulkan Infak Uang Receh Jadi Miliaran Rupiah
BAZNAS CIAMIS,- Siapa sangka, kumpulan uang receh seribu atau dua ribu rupiah bisa menjelma menjadi dana miliaran rupiah yang mengubah hidup ribuan warga? Inilah yang terjadi di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, di mana Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat berhasil mengumpulkan infak masyarakat senilai hampir Rp7 miliar hanya dalam empat bulan. Rahasianya? ‘Kencleng’, celengan kecil yang menjadi simbol kekuatan gotong royong warga.
Sejak Januari 2025, ribuan kencleng ditempatkan di rumah-rumah warga di 79 desa. Setiap bulan, kotak-kotak sederhana ini menjadi wadah ketulusan masyarakat, diisi dengan recehan Rp100 hingga sampai Rp2.000.
Hasilnya, dalam hitungan bulan, dana terkumpul mencapai angka fantastis, Rp7 miliar. Padahal, program ini baru menjangkau 30 persen dari total 265 desa di Ciamis.
Infak receh ini tidak hanya mengumpulkan angka, tetapi juga menebar harapan, dana tersebut dialokasikan untuk lima program unggulan yakni:
1. Ciamis Peduli: Membangun rumah layak huni (rutilahu) untuk keluarga prasejahtera.
2. Ciamis Cerdas: Beasiswa pendidikan bagi anak-anak kurang mampu.
3. Ciamis Sehat: Layanan pengobatan gratis untuk warga kurang mampu
4. Ciamis Sejahtera: Modal usaha bagi pelaku UMKM lokal.
5. Ciamis Agamis: Insentif bagi guru mengaji
BERITA23/04/2025 | jabarekspres.com
BAZNAS Kabupaten Ciamis Mencatat di Tahun 2025 Muzakki Naik 12 Persen
BAZNAS CIAMIS,- Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Ciamis mencatat adanya kenaikan Muzakki ( yang membayar zakat ) fitra idul fitri 1446 Hijriyah/ tahun 2025 Masehi sebesar 12 %, Muzakki ditahun 2024 sebanyak 9.711 orang, tahun 2025 naik menjadi 11.035 Orang atua naik sebanyak 1.324 Orang.
Ketua Baznas Kabupaten Ciamis, Drs. H. Lili Miftah, MBA. Mengatakan pihaknya mencatat perolehan pengumpulan zakat fitra Idul fitri 1445 Hijriyah tahun 2025 masehi, menurun dibanding tahun sebelumnya yang capai Rp. 38. 004.680.000.
Baznas Ciamis mencatat pengumpulan Zakat Fitra 2025, untuk beras sebanyak 1.681.120 Kg, sedang pengumpulan dalam bentuk uang sebanyak Rp. 10.699.950.000.
Selain itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis dalam program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) mencatat masih terdapat 23 ribu penerima manfaat yang belum terealisasikan.
BERITA11/04/2025 | pewarta.id
Tahun 2025 Baznas Ciamis Catat Kenaikan Muzaki sebesar 12 Persen
BAZNAS CIAMIS,- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis, melaporkan tentang perolehan pengumpulan zakat fitrah Idulfitri 1446 Hijriah atau tahun 2025 ini yang menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun lalu pencapaiannya sekitar Rp38 miliar, kini menjadi Rp35,9 miliar.
Namun demikian Baznas Ciamis mengaku, meski ada penurunan nilai nominal uang dalam zakat fitrah, namun dalam hitungan muzaki atau orang wajib bayar zakat, tercatat ada kenaikan sebanyak 12 persen, atau dari 9.711 Muzakki, di tahun 2025 ini mencapai 11.035 muzaki.
Dari total perolehan zakat fitrah tahun 2025 tersebut, Baznas Ciamis merinci, dalam bentuk beras tercatat 1.681.120 kilogram, atau jika dikonversikan dalam bentuk uang senilai kurang lebih Rp25 miliar sedangkan zakat fitrah bentuk uang senilai Rp10,6 milar.
Berbeda dengan zakat fitrah yang mengalami penurunan, untuk Infak Ramadan sendiri, diakui Lili, di tahun 2025 sedikit meningkat dari tahun 2024 yang mendapatkan Rp2.304.676.500, kini menjadi Rp2.373.921.500.
Untuk program rutilahu sendiri, pihaknya telah mengusulkan besaran nominal uang bagi penerima manfaat sebesar Rp15 juta.
Namun atas pertimbangan Baznas Provinsi Jabar dan Gubernur Jabar, tetap konsisten dengan nominal Rp10 juta. Pasalnya, akan semakin mengurangi jumlah penerima manfaat.
BERITA11/04/2025 | kabarpriangan.com

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
